Mulai Berlaku, Bagaimana Ketentuan Pungutan Turis di Bali?

Penulis: Natalie Syaina Abitta


JAKARTA, HnG Insight – Setiap wisatawan asing yang berkunjung ke Bali kini wajib membayar pungutan turis. 

Berdasarkan UU Nomor 15/2023, pungutan turis ditetapkan sebesar Rp 150.000 atau sebesar USD 10 per orang. Retribusi ini ditujukan untuk mendukung pelestarian budaya dan lingkungan alam Bali yang terancam oleh dampak pariwisata.

“… untuk perlindungan kebudayaan dan lingkungan alam Bali, perlu menetapkan Peraturan Gubernur tentang cara pembayaran pungutan bagi wisatawan asing,” bunyi pada bagian menimbang Pergub Prov. Bali 36/2023, dikutip Selasa (20/02/24).

Pungutan cukup dibayarkan 1 kali oleh turis selama berkunjung di Bali. Transaksi pembayaran pungutan wisatawan asing dilakukan sebelum atau pada saat memasuki pintu-pintu kedatangan baik melalui udara, laut, atau darat.

Pembayaran dilakukan secara non-tunai atau cashless melalui sistem Love Bali yang telah disediakan. Proses pembayaran dapat diklaim dengan mudah dan cepat dengan estimasi waktu yang dibutuhkan kurang dari 30 detik.

Namun apabila tidak dapat melakukan pembayaran melalui sistem Love Bali, turis dapat melakukan pembayaran non-tunai di counter BRI yang tersedia baik di bandara maupun di pelabuhan. Metode pembayaran di counter dapat menggunakan kartu debit/kredit atau Electronic Data Capture (EDC).

Bukti pembayaran akan diperiksa sesaat sebelum memasuki pintu kedatangan, setelah petugas memeriksa dokumen perjalanan.

Lebih lanjut, terdapat pengecualian pungutan bagi wisatawan tertentu. Wisatawan asing yang berkunjung terkait urusan kedinasan, kewarganegaraan, dan/atau kemanfaatan bagi pembangunan Bali atau Indonesia dikecualikan terhadap pungutan.

Sebelum dapat dibebaskan dari pungutan, wisatawan asing wajib melakukan pengajuan permohonan dalam sistem Love Bali. Permohonan wajib diajukan minimal satu bulan sebelum berkunjung.

Cek berita dan artikel lainnya di sini

You May Also Like