Rasio Penerimaan Republik Indonesia Diprediksi Turun, Utang Bengkak

Penulis: Natalie Syaina


JAKARTA, HnG Insight – Bank Dunia memperkirakan rasio penerimaan Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) akan turun signifikan pada 2025, sementara utang negara justru mengalami tren kenaikan.

Proyeksi ini tertuang dalam laporan Macro Poverty Outlook yang dirilis pada 4 April 2025. Menurut laporan tersebut, rasio penerimaan Indonesia pada 2024 hanya mencapai 12,7 persen terhadap PDB, terendah di antara negara berpendapatan menengah. Kondisi ini mencerminkan lemahnya kinerja penerimaan negara, khususnya dari sektor perpajakan.

“Rasio penerimaan Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2024 sebesar 12,7 persen merupakan yang terendah di antara negara-negara berpendapatan menengah,” tulis Bank Dunia dalam laporan tersebut.

Bank Dunia juga mencatat bahwa Indonesia kehilangan potensi penerimaan pajak sebesar 6,4 persen dari PDB sepanjang 2024. Hal ini berkontribusi besar terhadap rendahnya rasio penerimaan negara secara keseluruhan.

Pada 2025, rasio penerimaan diprediksi turun menjadi 11,9 persen, lebih rendah dari target UU APBN 2025 yang menetapkan angka 12,3 persen. Kenaikan baru akan terjadi pada 2026 ke level 12,3 persen, dan naik tipis ke 12,4 persen pada 2027.

Di sisi lain, rasio utang Indonesia diperkirakan meningkat dari 39,2 persen di 2024 menjadi 40,1 persen pada 2025. Angka ini diprediksi terus meningkat hingga 41,4 persen terhadap PDB pada 2027.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan target pemerintah yang menetapkan rasio utang di 2025 hanya sebesar 39,15 persen dan mempertahankannya di bawah 40 persen hingga 2029, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Cek berita dan artikel lainnya di sini 

You May Also Like