{"id":3397,"date":"2024-03-27T19:00:46","date_gmt":"2024-03-27T12:00:46","guid":{"rendered":"https:\/\/hng.co.id\/?p=3397"},"modified":"2024-03-19T20:38:08","modified_gmt":"2024-03-19T13:38:08","slug":"wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/","title":{"rendered":"Wajib Pajak Non-NPWP Tak Lagi Kena Tarif Lebih Tinggi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/sari-ayi\/\">Kurnia Sari<\/a><\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">JAKARTA, HnG Insight &#8211; Per 1 Juli 2024 mendatang, NIK akan sepenuhnya dipadankan dengan NPWP wajib pajak orang pribadi (WP OP)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditjen Pajak melalui PENG-6\/PJ.09\/2024 mengatur bahwa tarif pajak lebih tinggi 20% bagi PPh 21 dan 100% bagi PPh 22 dan PPh 23 tak lagi berlaku apabila NIK WP OP telah terintegrasi dengan sistem administrasi DJP.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDalam hal identitas penerima penghasilan diisi dengan NIK \u2026 yang telah diadministrasikan oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri serta telah terintegrasi dengan Sistem Administrasi DJP tarif lebih tinggi \u2026 tidak dikenakan,\u201d bunyi penggalan angka 7 PENG-6\/PJ.09\/2024.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Per Masa Januari 2024, format NPWP yang digunakan bagi WP OP yang merupakan penduduk adalah NIK yang telah terintegrasi atau NPWP 15 digit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">NPWP 15 digit juga digunakan untuk WP OP bukan penduduk, WP badan, dan WP instansi pemerintah dengan menghapuskan digit pertama angka 0 dalam NPWP format 16 digit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketentuan ini berlaku hanya sampai 30 Juni 2024 sehubungan dengan PMK 136\/2023 yang mengubah pemberlakuan NPWP 16 digit menjadi 1 Juli 2024.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Dwi Astuti menghimbau untuk WP segera memadankan NIK-NPWP sebelum 1 Juli 2024.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">WP tidak dapat memanfaatkan layanan administrasi perpajakan sebagai konsekuensi WP yang tidak memvalidasi perubahan data hingga batas waktu yang ditentukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApabila sampai dengan batas waktu pemadanan NIK-NPWP wajib pajak belum melakukan pemadanan, wajib pajak akan mengalami kesulitan,\u201d tegas Dwi, dikutip Jumat (23\/02\/2024).<br \/>\n<strong><br \/>\nCek berita dan artikel lainnya di\u00a0<a href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/article\/\">sini<\/a><\/strong>\u00a0<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis:\u00a0Kurnia Sari JAKARTA, HnG Insight &#8211; Per 1 Juli 2024 mendatang, NIK akan sepenuhnya dipadankan dengan NPWP wajib pajak orang pribadi (WP OP) Ditjen Pajak melalui PENG-6\/PJ.09\/2024 mengatur bahwa tarif pajak lebih tinggi 20% bagi PPh 21 dan 100% bagi PPh 22 dan PPh 23 tak lagi berlaku apabila NIK WP OP telah terintegrasi dengan [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3398,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[26,27,28],"class_list":["post-3397","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tax","tag-nik","tag-npwp","tag-penggabungan-npwp-nik"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Wajib Pajak Non-NPWP Tak Lagi Kena Tarif Lebih Tinggi - HnG Consulting | Tax Consultant<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight - Per 1 Juli 2024 mendatang, NIK akan sepenuhnya dipadankan dengan NPWP wajib pajak orang pribadi (WP OP)Ditjen Pajak melalui PENG-6\/PJ.09\/2024 mengatur bahwa tarif pajak lebih tinggi 20% bagi PPh 21 dan 100% bagi PPh 22 dan PPh 23 tak lagi berlaku apabila NIK WP OP telah terintegrasi dengan sistem administrasi DJP.\u00a0\u201cDalam hal identitas penerima penghasilan diisi dengan NIK \u2026 yang telah diadministrasikan oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri serta telah terintegrasi dengan Sistem Administrasi DJP tarif lebih tinggi \u2026 tidak dikenakan,\u201d bunyi penggalan angka 7 PENG-6\/PJ.09\/2024.Per Masa Januari 2024, format NPWP yang digunakan bagi WP OP yang merupakan penduduk adalah NIK yang telah terintegrasi atau NPWP 15 digit.\u00a0NPWP 15 digit juga digunakan untuk WP OP bukan penduduk, WP badan, dan WP instansi pemerintah dengan menghapuskan digit pertama angka 0 dalam NPWP format 16 digit.\u00a0Ketentuan ini berlaku hanya sampai 30 Juni 2024 sehubungan dengan PMK 136\/2023 yang mengubah pemberlakuan NPWP 16 digit menjadi 1 Juli 2024.\u00a0Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Dwi Astuti menghimbau untuk WP segera memadankan NIK-NPWP sebelum 1 Juli 2024.\u00a0WP tidak dapat memanfaatkan layanan administrasi perpajakan sebagai konsekuensi WP yang tidak memvalidasi perubahan data hingga batas waktu yang ditentukan.\u201cApabila sampai dengan batas waktu pemadanan NIK-NPWP wajib pajak belum melakukan pemadanan, wajib pajak akan mengalami kesulitan,\u201d tegas Dwi, dikutip Jumat (23\/02\/2024).\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Wajib Pajak Non-NPWP Tak Lagi Kena Tarif Lebih Tinggi - HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight - Per 1 Juli 2024 mendatang, NIK akan sepenuhnya dipadankan dengan NPWP wajib pajak orang pribadi (WP OP)Ditjen Pajak melalui PENG-6\/PJ.09\/2024 mengatur bahwa tarif pajak lebih tinggi 20% bagi PPh 21 dan 100% bagi PPh 22 dan PPh 23 tak lagi berlaku apabila NIK WP OP telah terintegrasi dengan sistem administrasi DJP.\u00a0\u201cDalam hal identitas penerima penghasilan diisi dengan NIK \u2026 yang telah diadministrasikan oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri serta telah terintegrasi dengan Sistem Administrasi DJP tarif lebih tinggi \u2026 tidak dikenakan,\u201d bunyi penggalan angka 7 PENG-6\/PJ.09\/2024.Per Masa Januari 2024, format NPWP yang digunakan bagi WP OP yang merupakan penduduk adalah NIK yang telah terintegrasi atau NPWP 15 digit.\u00a0NPWP 15 digit juga digunakan untuk WP OP bukan penduduk, WP badan, dan WP instansi pemerintah dengan menghapuskan digit pertama angka 0 dalam NPWP format 16 digit.\u00a0Ketentuan ini berlaku hanya sampai 30 Juni 2024 sehubungan dengan PMK 136\/2023 yang mengubah pemberlakuan NPWP 16 digit menjadi 1 Juli 2024.\u00a0Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Dwi Astuti menghimbau untuk WP segera memadankan NIK-NPWP sebelum 1 Juli 2024.\u00a0WP tidak dapat memanfaatkan layanan administrasi perpajakan sebagai konsekuensi WP yang tidak memvalidasi perubahan data hingga batas waktu yang ditentukan.\u201cApabila sampai dengan batas waktu pemadanan NIK-NPWP wajib pajak belum melakukan pemadanan, wajib pajak akan mengalami kesulitan,\u201d tegas Dwi, dikutip Jumat (23\/02\/2024).\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-03-27T12:00:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Wajib-Pajak-Non-NPWP-Tak-Lagi-Kena-Tarif-Lebih-Tinggi-e1710855479671.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"880\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"495\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi HnG\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\"},\"headline\":\"Wajib Pajak Non-NPWP Tak Lagi Kena Tarif Lebih Tinggi\",\"datePublished\":\"2024-03-27T12:00:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/\"},\"wordCount\":220,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Wajib-Pajak-Non-NPWP-Tak-Lagi-Kena-Tarif-Lebih-Tinggi-e1710855479671.png\",\"keywords\":[\"NIK\",\"NPWP\",\"Penggabungan NPWP NIK\"],\"articleSection\":[\"Tax\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/\",\"name\":\"Wajib Pajak Non-NPWP Tak Lagi Kena Tarif Lebih Tinggi - HnG Consulting | Tax Consultant\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Wajib-Pajak-Non-NPWP-Tak-Lagi-Kena-Tarif-Lebih-Tinggi-e1710855479671.png\",\"datePublished\":\"2024-03-27T12:00:46+00:00\",\"description\":\"JAKARTA, HnG Insight - Per 1 Juli 2024 mendatang, NIK akan sepenuhnya dipadankan dengan NPWP wajib pajak orang pribadi (WP OP)Ditjen Pajak melalui PENG-6\/PJ.09\/2024 mengatur bahwa tarif pajak lebih tinggi 20% bagi PPh 21 dan 100% bagi PPh 22 dan PPh 23 tak lagi berlaku apabila NIK WP OP telah terintegrasi dengan sistem administrasi DJP.\u00a0\u201cDalam hal identitas penerima penghasilan diisi dengan NIK \u2026 yang telah diadministrasikan oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri serta telah terintegrasi dengan Sistem Administrasi DJP tarif lebih tinggi \u2026 tidak dikenakan,\u201d bunyi penggalan angka 7 PENG-6\/PJ.09\/2024.Per Masa Januari 2024, format NPWP yang digunakan bagi WP OP yang merupakan penduduk adalah NIK yang telah terintegrasi atau NPWP 15 digit.\u00a0NPWP 15 digit juga digunakan untuk WP OP bukan penduduk, WP badan, dan WP instansi pemerintah dengan menghapuskan digit pertama angka 0 dalam NPWP format 16 digit.\u00a0Ketentuan ini berlaku hanya sampai 30 Juni 2024 sehubungan dengan PMK 136\/2023 yang mengubah pemberlakuan NPWP 16 digit menjadi 1 Juli 2024.\u00a0Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Dwi Astuti menghimbau untuk WP segera memadankan NIK-NPWP sebelum 1 Juli 2024.\u00a0WP tidak dapat memanfaatkan layanan administrasi perpajakan sebagai konsekuensi WP yang tidak memvalidasi perubahan data hingga batas waktu yang ditentukan.\u201cApabila sampai dengan batas waktu pemadanan NIK-NPWP wajib pajak belum melakukan pemadanan, wajib pajak akan mengalami kesulitan,\u201d tegas Dwi, dikutip Jumat (23\/02\/2024).\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Wajib-Pajak-Non-NPWP-Tak-Lagi-Kena-Tarif-Lebih-Tinggi-e1710855479671.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Wajib-Pajak-Non-NPWP-Tak-Lagi-Kena-Tarif-Lebih-Tinggi-e1710855479671.png\",\"width\":880,\"height\":495},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hng.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wajib Pajak Non-NPWP Tak Lagi Kena Tarif Lebih Tinggi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"description\":\"Official Website\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"width\":782,\"height\":405,\"caption\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\",\"https:\/\/x.com\/hng_consulting\",\"https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\",\"name\":\"Redaksi HnG\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi HnG\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/hng.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Wajib Pajak Non-NPWP Tak Lagi Kena Tarif Lebih Tinggi - HnG Consulting | Tax Consultant","description":"JAKARTA, HnG Insight - Per 1 Juli 2024 mendatang, NIK akan sepenuhnya dipadankan dengan NPWP wajib pajak orang pribadi (WP OP)Ditjen Pajak melalui PENG-6\/PJ.09\/2024 mengatur bahwa tarif pajak lebih tinggi 20% bagi PPh 21 dan 100% bagi PPh 22 dan PPh 23 tak lagi berlaku apabila NIK WP OP telah terintegrasi dengan sistem administrasi DJP.\u00a0\u201cDalam hal identitas penerima penghasilan diisi dengan NIK \u2026 yang telah diadministrasikan oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri serta telah terintegrasi dengan Sistem Administrasi DJP tarif lebih tinggi \u2026 tidak dikenakan,\u201d bunyi penggalan angka 7 PENG-6\/PJ.09\/2024.Per Masa Januari 2024, format NPWP yang digunakan bagi WP OP yang merupakan penduduk adalah NIK yang telah terintegrasi atau NPWP 15 digit.\u00a0NPWP 15 digit juga digunakan untuk WP OP bukan penduduk, WP badan, dan WP instansi pemerintah dengan menghapuskan digit pertama angka 0 dalam NPWP format 16 digit.\u00a0Ketentuan ini berlaku hanya sampai 30 Juni 2024 sehubungan dengan PMK 136\/2023 yang mengubah pemberlakuan NPWP 16 digit menjadi 1 Juli 2024.\u00a0Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Dwi Astuti menghimbau untuk WP segera memadankan NIK-NPWP sebelum 1 Juli 2024.\u00a0WP tidak dapat memanfaatkan layanan administrasi perpajakan sebagai konsekuensi WP yang tidak memvalidasi perubahan data hingga batas waktu yang ditentukan.\u201cApabila sampai dengan batas waktu pemadanan NIK-NPWP wajib pajak belum melakukan pemadanan, wajib pajak akan mengalami kesulitan,\u201d tegas Dwi, dikutip Jumat (23\/02\/2024).","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Wajib Pajak Non-NPWP Tak Lagi Kena Tarif Lebih Tinggi - HnG Consulting | Tax Consultant","og_description":"JAKARTA, HnG Insight - Per 1 Juli 2024 mendatang, NIK akan sepenuhnya dipadankan dengan NPWP wajib pajak orang pribadi (WP OP)Ditjen Pajak melalui PENG-6\/PJ.09\/2024 mengatur bahwa tarif pajak lebih tinggi 20% bagi PPh 21 dan 100% bagi PPh 22 dan PPh 23 tak lagi berlaku apabila NIK WP OP telah terintegrasi dengan sistem administrasi DJP.\u00a0\u201cDalam hal identitas penerima penghasilan diisi dengan NIK \u2026 yang telah diadministrasikan oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri serta telah terintegrasi dengan Sistem Administrasi DJP tarif lebih tinggi \u2026 tidak dikenakan,\u201d bunyi penggalan angka 7 PENG-6\/PJ.09\/2024.Per Masa Januari 2024, format NPWP yang digunakan bagi WP OP yang merupakan penduduk adalah NIK yang telah terintegrasi atau NPWP 15 digit.\u00a0NPWP 15 digit juga digunakan untuk WP OP bukan penduduk, WP badan, dan WP instansi pemerintah dengan menghapuskan digit pertama angka 0 dalam NPWP format 16 digit.\u00a0Ketentuan ini berlaku hanya sampai 30 Juni 2024 sehubungan dengan PMK 136\/2023 yang mengubah pemberlakuan NPWP 16 digit menjadi 1 Juli 2024.\u00a0Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Dwi Astuti menghimbau untuk WP segera memadankan NIK-NPWP sebelum 1 Juli 2024.\u00a0WP tidak dapat memanfaatkan layanan administrasi perpajakan sebagai konsekuensi WP yang tidak memvalidasi perubahan data hingga batas waktu yang ditentukan.\u201cApabila sampai dengan batas waktu pemadanan NIK-NPWP wajib pajak belum melakukan pemadanan, wajib pajak akan mengalami kesulitan,\u201d tegas Dwi, dikutip Jumat (23\/02\/2024).","og_url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/","og_site_name":"HnG Consulting | Tax Consultant","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","article_published_time":"2024-03-27T12:00:46+00:00","og_image":[{"width":880,"height":495,"url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Wajib-Pajak-Non-NPWP-Tak-Lagi-Kena-Tarif-Lebih-Tinggi-e1710855479671.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi HnG","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@hng_consulting","twitter_site":"@hng_consulting","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi HnG","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/"},"author":{"name":"Redaksi HnG","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e"},"headline":"Wajib Pajak Non-NPWP Tak Lagi Kena Tarif Lebih Tinggi","datePublished":"2024-03-27T12:00:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/"},"wordCount":220,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Wajib-Pajak-Non-NPWP-Tak-Lagi-Kena-Tarif-Lebih-Tinggi-e1710855479671.png","keywords":["NIK","NPWP","Penggabungan NPWP NIK"],"articleSection":["Tax"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/","name":"Wajib Pajak Non-NPWP Tak Lagi Kena Tarif Lebih Tinggi - HnG Consulting | Tax Consultant","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Wajib-Pajak-Non-NPWP-Tak-Lagi-Kena-Tarif-Lebih-Tinggi-e1710855479671.png","datePublished":"2024-03-27T12:00:46+00:00","description":"JAKARTA, HnG Insight - Per 1 Juli 2024 mendatang, NIK akan sepenuhnya dipadankan dengan NPWP wajib pajak orang pribadi (WP OP)Ditjen Pajak melalui PENG-6\/PJ.09\/2024 mengatur bahwa tarif pajak lebih tinggi 20% bagi PPh 21 dan 100% bagi PPh 22 dan PPh 23 tak lagi berlaku apabila NIK WP OP telah terintegrasi dengan sistem administrasi DJP.\u00a0\u201cDalam hal identitas penerima penghasilan diisi dengan NIK \u2026 yang telah diadministrasikan oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri serta telah terintegrasi dengan Sistem Administrasi DJP tarif lebih tinggi \u2026 tidak dikenakan,\u201d bunyi penggalan angka 7 PENG-6\/PJ.09\/2024.Per Masa Januari 2024, format NPWP yang digunakan bagi WP OP yang merupakan penduduk adalah NIK yang telah terintegrasi atau NPWP 15 digit.\u00a0NPWP 15 digit juga digunakan untuk WP OP bukan penduduk, WP badan, dan WP instansi pemerintah dengan menghapuskan digit pertama angka 0 dalam NPWP format 16 digit.\u00a0Ketentuan ini berlaku hanya sampai 30 Juni 2024 sehubungan dengan PMK 136\/2023 yang mengubah pemberlakuan NPWP 16 digit menjadi 1 Juli 2024.\u00a0Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Dwi Astuti menghimbau untuk WP segera memadankan NIK-NPWP sebelum 1 Juli 2024.\u00a0WP tidak dapat memanfaatkan layanan administrasi perpajakan sebagai konsekuensi WP yang tidak memvalidasi perubahan data hingga batas waktu yang ditentukan.\u201cApabila sampai dengan batas waktu pemadanan NIK-NPWP wajib pajak belum melakukan pemadanan, wajib pajak akan mengalami kesulitan,\u201d tegas Dwi, dikutip Jumat (23\/02\/2024).","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/#primaryimage","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Wajib-Pajak-Non-NPWP-Tak-Lagi-Kena-Tarif-Lebih-Tinggi-e1710855479671.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Wajib-Pajak-Non-NPWP-Tak-Lagi-Kena-Tarif-Lebih-Tinggi-e1710855479671.png","width":880,"height":495},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hng.co.id\/wajib-pajak-non-npwp-tak-lagi-kena-tarif-lebih-tinggi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hng.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wajib Pajak Non-NPWP Tak Lagi Kena Tarif Lebih Tinggi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website","url":"https:\/\/hng.co.id\/","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","description":"Official Website","publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","url":"https:\/\/hng.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","width":782,"height":405,"caption":"HnG Consulting | Tax Consultant"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","https:\/\/x.com\/hng_consulting","https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e","name":"Redaksi HnG","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi HnG"},"sameAs":["https:\/\/hng.co.id"],"url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/"}]}},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3397","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3397"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3397\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3399,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3397\/revisions\/3399"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3398"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3397"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3397"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3397"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}