{"id":3388,"date":"2024-03-24T19:00:30","date_gmt":"2024-03-24T12:00:30","guid":{"rendered":"https:\/\/hng.co.id\/?p=3388"},"modified":"2024-03-19T20:26:52","modified_gmt":"2024-03-19T13:26:52","slug":"ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hng.co.id\/id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/","title":{"rendered":"PPN Mobil dan Bus Listrik Tertentu Kembali Ditanggung Pemerintah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/natalie-syaina-abitta-a877321a6\/\">Natalie Syaina Abitta<\/a><\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah kembali memberikan insentif PPN ditanggung pemerintah (DTP) untuk mobil listrik tertentu dan bus listrik tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemberian kembali memberikan insentif PPN DTP berkenaan dengan diterbitkannya PMK 8\/2024. Sebelumnya insentif serupa telah diberikan berdasarkan PMK 38\/2023 s.t.d.t.d PMK 116\/2023.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBahwa dukungan pemerintah berupa kebijakan insentif fiskal tahun 2023 seperti diatur dalam PMK 38\/2023 s.t.d.t.d PMK 116\/2023, perlu dilanjutkan \u2026 untuk tahun anggaran 2024,\u201d bunyi salah satu pertimbangan PMK 8\/2024, dikutip Rabu (21\/2\/2024).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Insentif PPN DTP diberikan hanya atas penyerahan kepada pembeli yang diregistrasi sebagai kendaraan bermotor baru. Lebih lanjut, insentif PPN diberikan terhadap mobil listrik dan bus listrik berbasis baterai yang memenuhi kriteria nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menteri perindustrian akan menetapkan mobil dan bus listrik tertentu yang memenuhi kriteria nilai TKDN. PPN yang terutang atas penyerahan mobil dan bus listrik adalah sebesar 11%.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bus listrik dan mobil listrik tertentu dengan TKDN minimal 40% akan diberikan fasilitas insentif PPN DTP sebesar 10% dari harga jual.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">DI sisi lain, bagi bus listrik dengan TKDN minimal 20% hingga 40% akan diberikan PPN DTP sebesar 5% dari harga jual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PPN DTP diberikan untuk masa pajak Januari hingga Desember 2024. Untuk masa pajak Februari berlaku untuk PPN terutang mulai 1 Februari hingga 29 Februari 2024.<\/p>\n<p><strong>Cek berita dan artikel lainnya di\u00a0<a href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/article\/\">sini<\/a><\/strong><br \/>\n<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis:\u00a0Natalie Syaina Abitta JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah kembali memberikan insentif PPN ditanggung pemerintah (DTP) untuk mobil listrik tertentu dan bus listrik tertentu. Pemberian kembali memberikan insentif PPN DTP berkenaan dengan diterbitkannya PMK 8\/2024. Sebelumnya insentif serupa telah diberikan berdasarkan PMK 38\/2023 s.t.d.t.d PMK 116\/2023. \u201cBahwa dukungan pemerintah berupa kebijakan insentif fiskal tahun 2023 seperti [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3389,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[290,180,156,183,181],"class_list":["post-3388","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tax","tag-bus-listrik","tag-insentif-mobil-listrik","tag-ppn","tag-ppn-dtp","tag-tkdn"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>PPN Mobil dan Bus Listrik Tertentu Kembali Ditanggung Pemerintah - HnG Consulting | Tax Consultant<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah kembali memberikan insentif PPN ditanggung pemerintah (DTP) untuk mobil listrik tertentu dan bus listrik tertentu.Pemberian kembali memberikan insentif PPN DTP berkenaan dengan diterbitkannya PMK 8\/2024. Sebelumnya insentif serupa telah diberikan berdasarkan PMK 38\/2023 s.t.d.t.d PMK 116\/2023.\u201cBahwa dukungan pemerintah berupa kebijakan insentif fiskal tahun 2023 seperti diatur dalam PMK 38\/2023 s.t.d.t.d PMK 116\/2023, perlu dilanjutkan \u2026 untuk tahun anggaran 2024,\u201d bunyi salah satu pertimbangan PMK 8\/2024, dikutip Rabu (21\/2\/2024).Insentif PPN DTP diberikan hanya atas penyerahan kepada pembeli yang diregistrasi sebagai kendaraan bermotor baru. Lebih lanjut, insentif PPN diberikan terhadap mobil listrik dan bus listrik berbasis baterai yang memenuhi kriteria nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN).Menteri perindustrian akan menetapkan mobil dan bus listrik tertentu yang memenuhi kriteria nilai TKDN. PPN yang terutang atas penyerahan mobil dan bus listrik adalah sebesar 11%.Bus listrik dan mobil listrik tertentu dengan TKDN minimal 40% akan diberikan fasilitas insentif PPN DTP sebesar 10% dari harga jual.\u00a0DI sisi lain, bagi bus listrik dengan TKDN minimal 20% hingga 40% akan diberikan PPN DTP sebesar 5% dari harga jual.PPN DTP diberikan untuk masa pajak Januari hingga Desember 2024. Untuk masa pajak Februari berlaku untuk PPN terutang mulai 1 Februari hingga 29 Februari 2024.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"PPN Mobil dan Bus Listrik Tertentu Kembali Ditanggung Pemerintah - HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah kembali memberikan insentif PPN ditanggung pemerintah (DTP) untuk mobil listrik tertentu dan bus listrik tertentu.Pemberian kembali memberikan insentif PPN DTP berkenaan dengan diterbitkannya PMK 8\/2024. Sebelumnya insentif serupa telah diberikan berdasarkan PMK 38\/2023 s.t.d.t.d PMK 116\/2023.\u201cBahwa dukungan pemerintah berupa kebijakan insentif fiskal tahun 2023 seperti diatur dalam PMK 38\/2023 s.t.d.t.d PMK 116\/2023, perlu dilanjutkan \u2026 untuk tahun anggaran 2024,\u201d bunyi salah satu pertimbangan PMK 8\/2024, dikutip Rabu (21\/2\/2024).Insentif PPN DTP diberikan hanya atas penyerahan kepada pembeli yang diregistrasi sebagai kendaraan bermotor baru. Lebih lanjut, insentif PPN diberikan terhadap mobil listrik dan bus listrik berbasis baterai yang memenuhi kriteria nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN).Menteri perindustrian akan menetapkan mobil dan bus listrik tertentu yang memenuhi kriteria nilai TKDN. PPN yang terutang atas penyerahan mobil dan bus listrik adalah sebesar 11%.Bus listrik dan mobil listrik tertentu dengan TKDN minimal 40% akan diberikan fasilitas insentif PPN DTP sebesar 10% dari harga jual.\u00a0DI sisi lain, bagi bus listrik dengan TKDN minimal 20% hingga 40% akan diberikan PPN DTP sebesar 5% dari harga jual.PPN DTP diberikan untuk masa pajak Januari hingga Desember 2024. Untuk masa pajak Februari berlaku untuk PPN terutang mulai 1 Februari hingga 29 Februari 2024.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-03-24T12:00:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/PPN-Mobil-dan-Bus-Listrik-Tertentu-Kembali-Ditanggung-Pemerintah-e1710854788526.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"880\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"495\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi HnG\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\"},\"headline\":\"PPN Mobil dan Bus Listrik Tertentu Kembali Ditanggung Pemerintah\",\"datePublished\":\"2024-03-24T12:00:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/\"},\"wordCount\":212,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/PPN-Mobil-dan-Bus-Listrik-Tertentu-Kembali-Ditanggung-Pemerintah-e1710854788526.png\",\"keywords\":[\"bus listrik\",\"insentif mobil listrik\",\"PPN\",\"PPN DTP\",\"TKDN\"],\"articleSection\":[\"Tax\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/\",\"name\":\"PPN Mobil dan Bus Listrik Tertentu Kembali Ditanggung Pemerintah - HnG Consulting | Tax Consultant\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/PPN-Mobil-dan-Bus-Listrik-Tertentu-Kembali-Ditanggung-Pemerintah-e1710854788526.png\",\"datePublished\":\"2024-03-24T12:00:30+00:00\",\"description\":\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah kembali memberikan insentif PPN ditanggung pemerintah (DTP) untuk mobil listrik tertentu dan bus listrik tertentu.Pemberian kembali memberikan insentif PPN DTP berkenaan dengan diterbitkannya PMK 8\/2024. Sebelumnya insentif serupa telah diberikan berdasarkan PMK 38\/2023 s.t.d.t.d PMK 116\/2023.\u201cBahwa dukungan pemerintah berupa kebijakan insentif fiskal tahun 2023 seperti diatur dalam PMK 38\/2023 s.t.d.t.d PMK 116\/2023, perlu dilanjutkan \u2026 untuk tahun anggaran 2024,\u201d bunyi salah satu pertimbangan PMK 8\/2024, dikutip Rabu (21\/2\/2024).Insentif PPN DTP diberikan hanya atas penyerahan kepada pembeli yang diregistrasi sebagai kendaraan bermotor baru. Lebih lanjut, insentif PPN diberikan terhadap mobil listrik dan bus listrik berbasis baterai yang memenuhi kriteria nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN).Menteri perindustrian akan menetapkan mobil dan bus listrik tertentu yang memenuhi kriteria nilai TKDN. PPN yang terutang atas penyerahan mobil dan bus listrik adalah sebesar 11%.Bus listrik dan mobil listrik tertentu dengan TKDN minimal 40% akan diberikan fasilitas insentif PPN DTP sebesar 10% dari harga jual.\u00a0DI sisi lain, bagi bus listrik dengan TKDN minimal 20% hingga 40% akan diberikan PPN DTP sebesar 5% dari harga jual.PPN DTP diberikan untuk masa pajak Januari hingga Desember 2024. Untuk masa pajak Februari berlaku untuk PPN terutang mulai 1 Februari hingga 29 Februari 2024.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/PPN-Mobil-dan-Bus-Listrik-Tertentu-Kembali-Ditanggung-Pemerintah-e1710854788526.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/PPN-Mobil-dan-Bus-Listrik-Tertentu-Kembali-Ditanggung-Pemerintah-e1710854788526.png\",\"width\":880,\"height\":495},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hng.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"PPN Mobil dan Bus Listrik Tertentu Kembali Ditanggung Pemerintah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"description\":\"Official Website\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"width\":782,\"height\":405,\"caption\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\",\"https:\/\/x.com\/hng_consulting\",\"https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\",\"name\":\"Redaksi HnG\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi HnG\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/hng.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"PPN Mobil dan Bus Listrik Tertentu Kembali Ditanggung Pemerintah - HnG Consulting | Tax Consultant","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah kembali memberikan insentif PPN ditanggung pemerintah (DTP) untuk mobil listrik tertentu dan bus listrik tertentu.Pemberian kembali memberikan insentif PPN DTP berkenaan dengan diterbitkannya PMK 8\/2024. Sebelumnya insentif serupa telah diberikan berdasarkan PMK 38\/2023 s.t.d.t.d PMK 116\/2023.\u201cBahwa dukungan pemerintah berupa kebijakan insentif fiskal tahun 2023 seperti diatur dalam PMK 38\/2023 s.t.d.t.d PMK 116\/2023, perlu dilanjutkan \u2026 untuk tahun anggaran 2024,\u201d bunyi salah satu pertimbangan PMK 8\/2024, dikutip Rabu (21\/2\/2024).Insentif PPN DTP diberikan hanya atas penyerahan kepada pembeli yang diregistrasi sebagai kendaraan bermotor baru. Lebih lanjut, insentif PPN diberikan terhadap mobil listrik dan bus listrik berbasis baterai yang memenuhi kriteria nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN).Menteri perindustrian akan menetapkan mobil dan bus listrik tertentu yang memenuhi kriteria nilai TKDN. PPN yang terutang atas penyerahan mobil dan bus listrik adalah sebesar 11%.Bus listrik dan mobil listrik tertentu dengan TKDN minimal 40% akan diberikan fasilitas insentif PPN DTP sebesar 10% dari harga jual.\u00a0DI sisi lain, bagi bus listrik dengan TKDN minimal 20% hingga 40% akan diberikan PPN DTP sebesar 5% dari harga jual.PPN DTP diberikan untuk masa pajak Januari hingga Desember 2024. Untuk masa pajak Februari berlaku untuk PPN terutang mulai 1 Februari hingga 29 Februari 2024.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hng.co.id\/id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"PPN Mobil dan Bus Listrik Tertentu Kembali Ditanggung Pemerintah - HnG Consulting | Tax Consultant","og_description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah kembali memberikan insentif PPN ditanggung pemerintah (DTP) untuk mobil listrik tertentu dan bus listrik tertentu.Pemberian kembali memberikan insentif PPN DTP berkenaan dengan diterbitkannya PMK 8\/2024. Sebelumnya insentif serupa telah diberikan berdasarkan PMK 38\/2023 s.t.d.t.d PMK 116\/2023.\u201cBahwa dukungan pemerintah berupa kebijakan insentif fiskal tahun 2023 seperti diatur dalam PMK 38\/2023 s.t.d.t.d PMK 116\/2023, perlu dilanjutkan \u2026 untuk tahun anggaran 2024,\u201d bunyi salah satu pertimbangan PMK 8\/2024, dikutip Rabu (21\/2\/2024).Insentif PPN DTP diberikan hanya atas penyerahan kepada pembeli yang diregistrasi sebagai kendaraan bermotor baru. Lebih lanjut, insentif PPN diberikan terhadap mobil listrik dan bus listrik berbasis baterai yang memenuhi kriteria nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN).Menteri perindustrian akan menetapkan mobil dan bus listrik tertentu yang memenuhi kriteria nilai TKDN. PPN yang terutang atas penyerahan mobil dan bus listrik adalah sebesar 11%.Bus listrik dan mobil listrik tertentu dengan TKDN minimal 40% akan diberikan fasilitas insentif PPN DTP sebesar 10% dari harga jual.\u00a0DI sisi lain, bagi bus listrik dengan TKDN minimal 20% hingga 40% akan diberikan PPN DTP sebesar 5% dari harga jual.PPN DTP diberikan untuk masa pajak Januari hingga Desember 2024. Untuk masa pajak Februari berlaku untuk PPN terutang mulai 1 Februari hingga 29 Februari 2024.","og_url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/","og_site_name":"HnG Consulting | Tax Consultant","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","article_published_time":"2024-03-24T12:00:30+00:00","og_image":[{"width":880,"height":495,"url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/PPN-Mobil-dan-Bus-Listrik-Tertentu-Kembali-Ditanggung-Pemerintah-e1710854788526.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi HnG","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@hng_consulting","twitter_site":"@hng_consulting","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi HnG","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/"},"author":{"name":"Redaksi HnG","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e"},"headline":"PPN Mobil dan Bus Listrik Tertentu Kembali Ditanggung Pemerintah","datePublished":"2024-03-24T12:00:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/"},"wordCount":212,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/PPN-Mobil-dan-Bus-Listrik-Tertentu-Kembali-Ditanggung-Pemerintah-e1710854788526.png","keywords":["bus listrik","insentif mobil listrik","PPN","PPN DTP","TKDN"],"articleSection":["Tax"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/","name":"PPN Mobil dan Bus Listrik Tertentu Kembali Ditanggung Pemerintah - HnG Consulting | Tax Consultant","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/PPN-Mobil-dan-Bus-Listrik-Tertentu-Kembali-Ditanggung-Pemerintah-e1710854788526.png","datePublished":"2024-03-24T12:00:30+00:00","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah kembali memberikan insentif PPN ditanggung pemerintah (DTP) untuk mobil listrik tertentu dan bus listrik tertentu.Pemberian kembali memberikan insentif PPN DTP berkenaan dengan diterbitkannya PMK 8\/2024. Sebelumnya insentif serupa telah diberikan berdasarkan PMK 38\/2023 s.t.d.t.d PMK 116\/2023.\u201cBahwa dukungan pemerintah berupa kebijakan insentif fiskal tahun 2023 seperti diatur dalam PMK 38\/2023 s.t.d.t.d PMK 116\/2023, perlu dilanjutkan \u2026 untuk tahun anggaran 2024,\u201d bunyi salah satu pertimbangan PMK 8\/2024, dikutip Rabu (21\/2\/2024).Insentif PPN DTP diberikan hanya atas penyerahan kepada pembeli yang diregistrasi sebagai kendaraan bermotor baru. Lebih lanjut, insentif PPN diberikan terhadap mobil listrik dan bus listrik berbasis baterai yang memenuhi kriteria nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN).Menteri perindustrian akan menetapkan mobil dan bus listrik tertentu yang memenuhi kriteria nilai TKDN. PPN yang terutang atas penyerahan mobil dan bus listrik adalah sebesar 11%.Bus listrik dan mobil listrik tertentu dengan TKDN minimal 40% akan diberikan fasilitas insentif PPN DTP sebesar 10% dari harga jual.\u00a0DI sisi lain, bagi bus listrik dengan TKDN minimal 20% hingga 40% akan diberikan PPN DTP sebesar 5% dari harga jual.PPN DTP diberikan untuk masa pajak Januari hingga Desember 2024. Untuk masa pajak Februari berlaku untuk PPN terutang mulai 1 Februari hingga 29 Februari 2024.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/#primaryimage","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/PPN-Mobil-dan-Bus-Listrik-Tertentu-Kembali-Ditanggung-Pemerintah-e1710854788526.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/PPN-Mobil-dan-Bus-Listrik-Tertentu-Kembali-Ditanggung-Pemerintah-e1710854788526.png","width":880,"height":495},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hng.co.id\/ppn-mobil-dan-bus-listrik-tertentu-kembali-ditanggung-pemerintah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hng.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"PPN Mobil dan Bus Listrik Tertentu Kembali Ditanggung Pemerintah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website","url":"https:\/\/hng.co.id\/","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","description":"Official Website","publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","url":"https:\/\/hng.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","width":782,"height":405,"caption":"HnG Consulting | Tax Consultant"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","https:\/\/x.com\/hng_consulting","https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e","name":"Redaksi HnG","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi HnG"},"sameAs":["https:\/\/hng.co.id"],"url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/"}]}},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3388","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3388"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3388\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3390,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3388\/revisions\/3390"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3389"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3388"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3388"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3388"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}