{"id":3352,"date":"2024-03-08T19:00:03","date_gmt":"2024-03-08T12:00:03","guid":{"rendered":"https:\/\/hng.co.id\/?p=3352"},"modified":"2024-03-07T19:08:41","modified_gmt":"2024-03-07T12:08:41","slug":"pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hng.co.id\/id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/","title":{"rendered":"Pemotong Pajak Perlu Perhatikan Perdirjen Baru Terkait e-Bupot 21\/26"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/sari-ayi\/\">Kurnia Sari<\/a><\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">JAKARTA, HnG Insight \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) resmi menerbitkan surat edaran PER-2\/PJ\/2024 berlaku per masa pajak Januari 2024.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Surat edaran ini mengatur mengenai pembuatan bukti potong dan pelaporan SPT masa PPh 21 dan\/atau PPh 26 menggunakan aplikasi e-Bupot 21\/26.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBukti Pemotongan PPh Pasal 21 dan\/atau PPh Pasal 26 dan SPT Masa PPh Pasal 21 dan\/atau PPh Pasal 26 dalam bentuk Dokumen Elektronik dibuat menggunakan Aplikasi e-Bupot 21\/26,\u201d penggalan Pasal 6 ayat (6) PER-2\/PJ\/2024.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">SPT masa PPh 21\/26 dalam bentuk dokumen elektronik yang telah ditandatangani secara elektronik dapat disampaikan melalui aplikasi e-Bupot di laman djponline.pajak.go.id oleh pemotong pajak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukti potong dan SPT masa PPh 21\/26 dalam bentuk elektronik wajib digunakan oleh pemotong pajak dengan kriteria tertentu.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pemotong pajak yang membuat bukti potong PPh 21 tidak bersifat final dan PPh 26 dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pemotong pajak yang membuat bukti potong PPh 21 final dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pemotong pajak yang membuat bukti potong PPh 21 bulanan\/pegawai tetap\/pensiunan yang menerima pensiun berkala dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Keempat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pemotong pajak yang melakukan penyetoran pajak dengan SSP atau bukti Pbk dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemotong pajak yang telah memenuhi kriteria di atas, maka pemotong tidak diperbolehkan lagi menyampaikan SPT masa dalam bentuk kertas pada masa-masa berikutnya.<\/span><\/p>\n<p><strong>Cek berita dan artikel lainnya di\u00a0<a href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/article\/\">sini<\/a><\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis:\u00a0Kurnia Sari JAKARTA, HnG Insight \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) resmi menerbitkan surat edaran PER-2\/PJ\/2024 berlaku per masa pajak Januari 2024. Surat edaran ini mengatur mengenai pembuatan bukti potong dan pelaporan SPT masa PPh 21 dan\/atau PPh 26 menggunakan aplikasi e-Bupot 21\/26. \u201cBukti Pemotongan PPh Pasal 21 dan\/atau PPh Pasal 26 dan SPT Masa PPh [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3353,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[281,140],"class_list":["post-3352","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tax","tag-ebupot-21-26","tag-pph-21"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pemotong Pajak Perlu Perhatikan Perdirjen Baru Terkait e-Bupot 21\/26 - HnG Consulting | Tax Consultant<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) resmi menerbitkan surat edaran PER-2\/PJ\/2024 berlaku per masa pajak Januari 2024.Surat edaran ini mengatur mengenai pembuatan bukti potong dan pelaporan SPT masa PPh 21 dan\/atau PPh 26 menggunakan aplikasi e-Bupot 21\/26.\u201cBukti Pemotongan PPh Pasal 21 dan\/atau PPh Pasal 26 dan SPT Masa PPh Pasal 21 dan\/atau PPh Pasal 26 dalam bentuk Dokumen Elektronik dibuat menggunakan Aplikasi e-Bupot 21\/26,\u201d penggalan Pasal 6 ayat (6) PER-2\/PJ\/2024.SPT masa PPh 21\/26 dalam bentuk dokumen elektronik yang telah ditandatangani secara elektronik dapat disampaikan melalui aplikasi e-Bupot di laman djponline.pajak.go.id oleh pemotong pajak.\u00a0Bukti potong dan SPT masa PPh 21\/26 dalam bentuk elektronik wajib digunakan oleh pemotong pajak dengan kriteria tertentu.Pertama, pemotong pajak yang membuat bukti potong PPh 21 tidak bersifat final dan PPh 26 dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.\u00a0Kedua, pemotong pajak yang membuat bukti potong PPh 21 final dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.\u00a0Ketiga, pemotong pajak yang membuat bukti potong PPh 21 bulanan\/pegawai tetap\/pensiunan yang menerima pensiun berkala dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.Keempat, pemotong pajak yang melakukan penyetoran pajak dengan SSP atau bukti Pbk dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.\u00a0Pemotong pajak yang telah memenuhi kriteria di atas, maka pemotong tidak diperbolehkan lagi menyampaikan SPT masa dalam bentuk kertas pada masa-masa berikutnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pemotong Pajak Perlu Perhatikan Perdirjen Baru Terkait e-Bupot 21\/26 - HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) resmi menerbitkan surat edaran PER-2\/PJ\/2024 berlaku per masa pajak Januari 2024.Surat edaran ini mengatur mengenai pembuatan bukti potong dan pelaporan SPT masa PPh 21 dan\/atau PPh 26 menggunakan aplikasi e-Bupot 21\/26.\u201cBukti Pemotongan PPh Pasal 21 dan\/atau PPh Pasal 26 dan SPT Masa PPh Pasal 21 dan\/atau PPh Pasal 26 dalam bentuk Dokumen Elektronik dibuat menggunakan Aplikasi e-Bupot 21\/26,\u201d penggalan Pasal 6 ayat (6) PER-2\/PJ\/2024.SPT masa PPh 21\/26 dalam bentuk dokumen elektronik yang telah ditandatangani secara elektronik dapat disampaikan melalui aplikasi e-Bupot di laman djponline.pajak.go.id oleh pemotong pajak.\u00a0Bukti potong dan SPT masa PPh 21\/26 dalam bentuk elektronik wajib digunakan oleh pemotong pajak dengan kriteria tertentu.Pertama, pemotong pajak yang membuat bukti potong PPh 21 tidak bersifat final dan PPh 26 dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.\u00a0Kedua, pemotong pajak yang membuat bukti potong PPh 21 final dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.\u00a0Ketiga, pemotong pajak yang membuat bukti potong PPh 21 bulanan\/pegawai tetap\/pensiunan yang menerima pensiun berkala dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.Keempat, pemotong pajak yang melakukan penyetoran pajak dengan SSP atau bukti Pbk dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.\u00a0Pemotong pajak yang telah memenuhi kriteria di atas, maka pemotong tidak diperbolehkan lagi menyampaikan SPT masa dalam bentuk kertas pada masa-masa berikutnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-03-08T12:00:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Pemotong-Pajak-Perlu-Perhatikan-Perdirjen-Baru-Terkait-e-Bupot-2126-e1707998087309.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"880\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"495\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi HnG\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\"},\"headline\":\"Pemotong Pajak Perlu Perhatikan Perdirjen Baru Terkait e-Bupot 21\/26\",\"datePublished\":\"2024-03-08T12:00:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/\"},\"wordCount\":236,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Pemotong-Pajak-Perlu-Perhatikan-Perdirjen-Baru-Terkait-e-Bupot-2126-e1707998087309.png\",\"keywords\":[\"EBupot 21\/26\",\"PPh 21\"],\"articleSection\":[\"Tax\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/\",\"name\":\"Pemotong Pajak Perlu Perhatikan Perdirjen Baru Terkait e-Bupot 21\/26 - HnG Consulting | Tax Consultant\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Pemotong-Pajak-Perlu-Perhatikan-Perdirjen-Baru-Terkait-e-Bupot-2126-e1707998087309.png\",\"datePublished\":\"2024-03-08T12:00:03+00:00\",\"description\":\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) resmi menerbitkan surat edaran PER-2\/PJ\/2024 berlaku per masa pajak Januari 2024.Surat edaran ini mengatur mengenai pembuatan bukti potong dan pelaporan SPT masa PPh 21 dan\/atau PPh 26 menggunakan aplikasi e-Bupot 21\/26.\u201cBukti Pemotongan PPh Pasal 21 dan\/atau PPh Pasal 26 dan SPT Masa PPh Pasal 21 dan\/atau PPh Pasal 26 dalam bentuk Dokumen Elektronik dibuat menggunakan Aplikasi e-Bupot 21\/26,\u201d penggalan Pasal 6 ayat (6) PER-2\/PJ\/2024.SPT masa PPh 21\/26 dalam bentuk dokumen elektronik yang telah ditandatangani secara elektronik dapat disampaikan melalui aplikasi e-Bupot di laman djponline.pajak.go.id oleh pemotong pajak.\u00a0Bukti potong dan SPT masa PPh 21\/26 dalam bentuk elektronik wajib digunakan oleh pemotong pajak dengan kriteria tertentu.Pertama, pemotong pajak yang membuat bukti potong PPh 21 tidak bersifat final dan PPh 26 dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.\u00a0Kedua, pemotong pajak yang membuat bukti potong PPh 21 final dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.\u00a0Ketiga, pemotong pajak yang membuat bukti potong PPh 21 bulanan\/pegawai tetap\/pensiunan yang menerima pensiun berkala dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.Keempat, pemotong pajak yang melakukan penyetoran pajak dengan SSP atau bukti Pbk dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.\u00a0Pemotong pajak yang telah memenuhi kriteria di atas, maka pemotong tidak diperbolehkan lagi menyampaikan SPT masa dalam bentuk kertas pada masa-masa berikutnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Pemotong-Pajak-Perlu-Perhatikan-Perdirjen-Baru-Terkait-e-Bupot-2126-e1707998087309.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Pemotong-Pajak-Perlu-Perhatikan-Perdirjen-Baru-Terkait-e-Bupot-2126-e1707998087309.png\",\"width\":880,\"height\":495},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hng.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pemotong Pajak Perlu Perhatikan Perdirjen Baru Terkait e-Bupot 21\/26\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"description\":\"Official Website\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"width\":782,\"height\":405,\"caption\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\",\"https:\/\/x.com\/hng_consulting\",\"https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\",\"name\":\"Redaksi HnG\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi HnG\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/hng.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pemotong Pajak Perlu Perhatikan Perdirjen Baru Terkait e-Bupot 21\/26 - HnG Consulting | Tax Consultant","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) resmi menerbitkan surat edaran PER-2\/PJ\/2024 berlaku per masa pajak Januari 2024.Surat edaran ini mengatur mengenai pembuatan bukti potong dan pelaporan SPT masa PPh 21 dan\/atau PPh 26 menggunakan aplikasi e-Bupot 21\/26.\u201cBukti Pemotongan PPh Pasal 21 dan\/atau PPh Pasal 26 dan SPT Masa PPh Pasal 21 dan\/atau PPh Pasal 26 dalam bentuk Dokumen Elektronik dibuat menggunakan Aplikasi e-Bupot 21\/26,\u201d penggalan Pasal 6 ayat (6) PER-2\/PJ\/2024.SPT masa PPh 21\/26 dalam bentuk dokumen elektronik yang telah ditandatangani secara elektronik dapat disampaikan melalui aplikasi e-Bupot di laman djponline.pajak.go.id oleh pemotong pajak.\u00a0Bukti potong dan SPT masa PPh 21\/26 dalam bentuk elektronik wajib digunakan oleh pemotong pajak dengan kriteria tertentu.Pertama, pemotong pajak yang membuat bukti potong PPh 21 tidak bersifat final dan PPh 26 dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.\u00a0Kedua, pemotong pajak yang membuat bukti potong PPh 21 final dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.\u00a0Ketiga, pemotong pajak yang membuat bukti potong PPh 21 bulanan\/pegawai tetap\/pensiunan yang menerima pensiun berkala dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.Keempat, pemotong pajak yang melakukan penyetoran pajak dengan SSP atau bukti Pbk dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.\u00a0Pemotong pajak yang telah memenuhi kriteria di atas, maka pemotong tidak diperbolehkan lagi menyampaikan SPT masa dalam bentuk kertas pada masa-masa berikutnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hng.co.id\/id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pemotong Pajak Perlu Perhatikan Perdirjen Baru Terkait e-Bupot 21\/26 - HnG Consulting | Tax Consultant","og_description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) resmi menerbitkan surat edaran PER-2\/PJ\/2024 berlaku per masa pajak Januari 2024.Surat edaran ini mengatur mengenai pembuatan bukti potong dan pelaporan SPT masa PPh 21 dan\/atau PPh 26 menggunakan aplikasi e-Bupot 21\/26.\u201cBukti Pemotongan PPh Pasal 21 dan\/atau PPh Pasal 26 dan SPT Masa PPh Pasal 21 dan\/atau PPh Pasal 26 dalam bentuk Dokumen Elektronik dibuat menggunakan Aplikasi e-Bupot 21\/26,\u201d penggalan Pasal 6 ayat (6) PER-2\/PJ\/2024.SPT masa PPh 21\/26 dalam bentuk dokumen elektronik yang telah ditandatangani secara elektronik dapat disampaikan melalui aplikasi e-Bupot di laman djponline.pajak.go.id oleh pemotong pajak.\u00a0Bukti potong dan SPT masa PPh 21\/26 dalam bentuk elektronik wajib digunakan oleh pemotong pajak dengan kriteria tertentu.Pertama, pemotong pajak yang membuat bukti potong PPh 21 tidak bersifat final dan PPh 26 dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.\u00a0Kedua, pemotong pajak yang membuat bukti potong PPh 21 final dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.\u00a0Ketiga, pemotong pajak yang membuat bukti potong PPh 21 bulanan\/pegawai tetap\/pensiunan yang menerima pensiun berkala dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.Keempat, pemotong pajak yang melakukan penyetoran pajak dengan SSP atau bukti Pbk dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.\u00a0Pemotong pajak yang telah memenuhi kriteria di atas, maka pemotong tidak diperbolehkan lagi menyampaikan SPT masa dalam bentuk kertas pada masa-masa berikutnya.","og_url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/","og_site_name":"HnG Consulting | Tax Consultant","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","article_published_time":"2024-03-08T12:00:03+00:00","og_image":[{"width":880,"height":495,"url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Pemotong-Pajak-Perlu-Perhatikan-Perdirjen-Baru-Terkait-e-Bupot-2126-e1707998087309.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi HnG","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@hng_consulting","twitter_site":"@hng_consulting","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi HnG","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/"},"author":{"name":"Redaksi HnG","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e"},"headline":"Pemotong Pajak Perlu Perhatikan Perdirjen Baru Terkait e-Bupot 21\/26","datePublished":"2024-03-08T12:00:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/"},"wordCount":236,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Pemotong-Pajak-Perlu-Perhatikan-Perdirjen-Baru-Terkait-e-Bupot-2126-e1707998087309.png","keywords":["EBupot 21\/26","PPh 21"],"articleSection":["Tax"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/","name":"Pemotong Pajak Perlu Perhatikan Perdirjen Baru Terkait e-Bupot 21\/26 - HnG Consulting | Tax Consultant","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Pemotong-Pajak-Perlu-Perhatikan-Perdirjen-Baru-Terkait-e-Bupot-2126-e1707998087309.png","datePublished":"2024-03-08T12:00:03+00:00","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) resmi menerbitkan surat edaran PER-2\/PJ\/2024 berlaku per masa pajak Januari 2024.Surat edaran ini mengatur mengenai pembuatan bukti potong dan pelaporan SPT masa PPh 21 dan\/atau PPh 26 menggunakan aplikasi e-Bupot 21\/26.\u201cBukti Pemotongan PPh Pasal 21 dan\/atau PPh Pasal 26 dan SPT Masa PPh Pasal 21 dan\/atau PPh Pasal 26 dalam bentuk Dokumen Elektronik dibuat menggunakan Aplikasi e-Bupot 21\/26,\u201d penggalan Pasal 6 ayat (6) PER-2\/PJ\/2024.SPT masa PPh 21\/26 dalam bentuk dokumen elektronik yang telah ditandatangani secara elektronik dapat disampaikan melalui aplikasi e-Bupot di laman djponline.pajak.go.id oleh pemotong pajak.\u00a0Bukti potong dan SPT masa PPh 21\/26 dalam bentuk elektronik wajib digunakan oleh pemotong pajak dengan kriteria tertentu.Pertama, pemotong pajak yang membuat bukti potong PPh 21 tidak bersifat final dan PPh 26 dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.\u00a0Kedua, pemotong pajak yang membuat bukti potong PPh 21 final dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.\u00a0Ketiga, pemotong pajak yang membuat bukti potong PPh 21 bulanan\/pegawai tetap\/pensiunan yang menerima pensiun berkala dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.Keempat, pemotong pajak yang melakukan penyetoran pajak dengan SSP atau bukti Pbk dengan jumlah lebih dari 20 dokumen dalam satu masa pajak.\u00a0Pemotong pajak yang telah memenuhi kriteria di atas, maka pemotong tidak diperbolehkan lagi menyampaikan SPT masa dalam bentuk kertas pada masa-masa berikutnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/#primaryimage","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Pemotong-Pajak-Perlu-Perhatikan-Perdirjen-Baru-Terkait-e-Bupot-2126-e1707998087309.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Pemotong-Pajak-Perlu-Perhatikan-Perdirjen-Baru-Terkait-e-Bupot-2126-e1707998087309.png","width":880,"height":495},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hng.co.id\/pemotong-pajak-perlu-perhatikan-perdirjen-baru-terkait-e-bupot-21-26\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hng.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pemotong Pajak Perlu Perhatikan Perdirjen Baru Terkait e-Bupot 21\/26"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website","url":"https:\/\/hng.co.id\/","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","description":"Official Website","publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","url":"https:\/\/hng.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","width":782,"height":405,"caption":"HnG Consulting | Tax Consultant"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","https:\/\/x.com\/hng_consulting","https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e","name":"Redaksi HnG","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi HnG"},"sameAs":["https:\/\/hng.co.id"],"url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/"}]}},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3352","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3352"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3352\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3363,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3352\/revisions\/3363"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3353"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3352"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3352"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3352"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}