{"id":3340,"date":"2024-01-31T18:00:44","date_gmt":"2024-01-31T11:00:44","guid":{"rendered":"https:\/\/hng.co.id\/?p=3340"},"modified":"2024-01-31T17:54:32","modified_gmt":"2024-01-31T10:54:32","slug":"pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hng.co.id\/id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/","title":{"rendered":"PKP Dapat Pungut PPN Meskipun Tahun Buku Belum Berakhir"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/natalie-syaina-abitta-a877321a6\/\">Natalie Syaina Abitta<\/a><\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">JAKARTA, HnG Insight \u2013 Melalui PMK 164\/2023, pelaku usaha yang memiliki omset tahunan melebihi 4,8 miliar dapat dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) pada masa pajak pertama setelah tahun buku berakhir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, pengusaha dapat memilih dikukuhkan sebagai PKP dan melakukan pemungutan PPN mulai masa pajak sebelum masa pajak pertama tahun buku berikutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKewajiban melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak sebagai Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lama akhir tahun buku saat jumlah peredaran bruto dan\/atau penerimaan brutonya melebihi batasan,\u201d bunyi Pasal 17 ayat (3) PMK 164\/2023 dikutip Selasa (16\/01\/2024).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PKP memiliki kewajiban memungut PPN mulai masa pajak dikehendaki sesuai dengan tercantum dalam pemberitahuan. Sesuai dengan permohonan pengukuhan PKP, kepala KPP atau KP2KP akan mengukuhkan pengusaha sebagai PKP.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun pengusaha dengan omset tahunan yang belum melampaui Rp 4,8 miliar tetap dapat melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengusaha kecil dapat melaporkan usahanya dan menyampaikan pemberitahuan mengenai masa pajak untuk mulai memungut, menyetor dan melaporkan PPN terutang kepada kantor pajak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPengusaha kecil sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri mengenai batasan Pengusaha kecil pajak pertambahan nilai selain yang diwajibkan untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dapat memilih untuk melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak,\u201d bunyi Pasal 21 ayat (1) PMK 164\/2023.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masa pajak dimulainya pemungutan PPN ditetapkan sejak masa pajak dikukuhkannya pengusaha sebagai PKP. Hak PKP terhitung sejak masa pajak tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Cek berita dan artikel lainnya di <a href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/article\/\">sini<\/a><\/strong><br \/>\n<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis:\u00a0Natalie Syaina Abitta JAKARTA, HnG Insight \u2013 Melalui PMK 164\/2023, pelaku usaha yang memiliki omset tahunan melebihi 4,8 miliar dapat dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) pada masa pajak pertama setelah tahun buku berakhir. Namun, pengusaha dapat memilih dikukuhkan sebagai PKP dan melakukan pemungutan PPN mulai masa pajak sebelum masa pajak pertama tahun buku berikutnya. [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3341,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[156],"class_list":["post-3340","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tax","tag-ppn"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>PKP Dapat Pungut PPN Meskipun Tahun Buku Belum Berakhir - HnG Consulting | Tax Consultant<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Melalui PMK 164\/2023, pelaku usaha yang memiliki omset tahunan melebihi 4,8 miliar dapat dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) pada masa pajak pertama setelah tahun buku berakhir.Namun, pengusaha dapat memilih dikukuhkan sebagai PKP dan melakukan pemungutan PPN mulai masa pajak sebelum masa pajak pertama tahun buku berikutnya.\u201cKewajiban melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak sebagai Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lama akhir tahun buku saat jumlah peredaran bruto dan\/atau penerimaan brutonya melebihi batasan,\u201d bunyi Pasal 17 ayat (3) PMK 164\/2023 dikutip Selasa (16\/01\/2024).PKP memiliki kewajiban memungut PPN mulai masa pajak dikehendaki sesuai dengan tercantum dalam pemberitahuan. Sesuai dengan permohonan pengukuhan PKP, kepala KPP atau KP2KP akan mengukuhkan pengusaha sebagai PKP.Adapun pengusaha dengan omset tahunan yang belum melampaui Rp 4,8 miliar tetap dapat melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP.\u00a0Pengusaha kecil dapat melaporkan usahanya dan menyampaikan pemberitahuan mengenai masa pajak untuk mulai memungut, menyetor dan melaporkan PPN terutang kepada kantor pajak.\u201cPengusaha kecil sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri mengenai batasan Pengusaha kecil pajak pertambahan nilai selain yang diwajibkan untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dapat memilih untuk melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak,\u201d bunyi Pasal 21 ayat (1) PMK 164\/2023.Masa pajak dimulainya pemungutan PPN ditetapkan sejak masa pajak dikukuhkannya pengusaha sebagai PKP. Hak PKP terhitung sejak masa pajak tersebut.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"PKP Dapat Pungut PPN Meskipun Tahun Buku Belum Berakhir - HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Melalui PMK 164\/2023, pelaku usaha yang memiliki omset tahunan melebihi 4,8 miliar dapat dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) pada masa pajak pertama setelah tahun buku berakhir.Namun, pengusaha dapat memilih dikukuhkan sebagai PKP dan melakukan pemungutan PPN mulai masa pajak sebelum masa pajak pertama tahun buku berikutnya.\u201cKewajiban melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak sebagai Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lama akhir tahun buku saat jumlah peredaran bruto dan\/atau penerimaan brutonya melebihi batasan,\u201d bunyi Pasal 17 ayat (3) PMK 164\/2023 dikutip Selasa (16\/01\/2024).PKP memiliki kewajiban memungut PPN mulai masa pajak dikehendaki sesuai dengan tercantum dalam pemberitahuan. Sesuai dengan permohonan pengukuhan PKP, kepala KPP atau KP2KP akan mengukuhkan pengusaha sebagai PKP.Adapun pengusaha dengan omset tahunan yang belum melampaui Rp 4,8 miliar tetap dapat melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP.\u00a0Pengusaha kecil dapat melaporkan usahanya dan menyampaikan pemberitahuan mengenai masa pajak untuk mulai memungut, menyetor dan melaporkan PPN terutang kepada kantor pajak.\u201cPengusaha kecil sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri mengenai batasan Pengusaha kecil pajak pertambahan nilai selain yang diwajibkan untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dapat memilih untuk melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak,\u201d bunyi Pasal 21 ayat (1) PMK 164\/2023.Masa pajak dimulainya pemungutan PPN ditetapkan sejak masa pajak dikukuhkannya pengusaha sebagai PKP. Hak PKP terhitung sejak masa pajak tersebut.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-31T11:00:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/PKP-Dapat-Pungut-PPN-Meskipun-Tahun-Buku-Belum-Berakhir-1024x576.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"576\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi HnG\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\"},\"headline\":\"PKP Dapat Pungut PPN Meskipun Tahun Buku Belum Berakhir\",\"datePublished\":\"2024-01-31T11:00:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/\"},\"wordCount\":235,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/PKP-Dapat-Pungut-PPN-Meskipun-Tahun-Buku-Belum-Berakhir.png\",\"keywords\":[\"PPN\"],\"articleSection\":[\"Tax\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/\",\"name\":\"PKP Dapat Pungut PPN Meskipun Tahun Buku Belum Berakhir - HnG Consulting | Tax Consultant\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/PKP-Dapat-Pungut-PPN-Meskipun-Tahun-Buku-Belum-Berakhir.png\",\"datePublished\":\"2024-01-31T11:00:44+00:00\",\"description\":\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Melalui PMK 164\/2023, pelaku usaha yang memiliki omset tahunan melebihi 4,8 miliar dapat dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) pada masa pajak pertama setelah tahun buku berakhir.Namun, pengusaha dapat memilih dikukuhkan sebagai PKP dan melakukan pemungutan PPN mulai masa pajak sebelum masa pajak pertama tahun buku berikutnya.\u201cKewajiban melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak sebagai Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lama akhir tahun buku saat jumlah peredaran bruto dan\/atau penerimaan brutonya melebihi batasan,\u201d bunyi Pasal 17 ayat (3) PMK 164\/2023 dikutip Selasa (16\/01\/2024).PKP memiliki kewajiban memungut PPN mulai masa pajak dikehendaki sesuai dengan tercantum dalam pemberitahuan. Sesuai dengan permohonan pengukuhan PKP, kepala KPP atau KP2KP akan mengukuhkan pengusaha sebagai PKP.Adapun pengusaha dengan omset tahunan yang belum melampaui Rp 4,8 miliar tetap dapat melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP.\u00a0Pengusaha kecil dapat melaporkan usahanya dan menyampaikan pemberitahuan mengenai masa pajak untuk mulai memungut, menyetor dan melaporkan PPN terutang kepada kantor pajak.\u201cPengusaha kecil sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri mengenai batasan Pengusaha kecil pajak pertambahan nilai selain yang diwajibkan untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dapat memilih untuk melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak,\u201d bunyi Pasal 21 ayat (1) PMK 164\/2023.Masa pajak dimulainya pemungutan PPN ditetapkan sejak masa pajak dikukuhkannya pengusaha sebagai PKP. Hak PKP terhitung sejak masa pajak tersebut.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/PKP-Dapat-Pungut-PPN-Meskipun-Tahun-Buku-Belum-Berakhir.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/PKP-Dapat-Pungut-PPN-Meskipun-Tahun-Buku-Belum-Berakhir.png\",\"width\":1920,\"height\":1080},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hng.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"PKP Dapat Pungut PPN Meskipun Tahun Buku Belum Berakhir\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"description\":\"Official Website\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"width\":782,\"height\":405,\"caption\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\",\"https:\/\/x.com\/hng_consulting\",\"https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\",\"name\":\"Redaksi HnG\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi HnG\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/hng.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"PKP Dapat Pungut PPN Meskipun Tahun Buku Belum Berakhir - HnG Consulting | Tax Consultant","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Melalui PMK 164\/2023, pelaku usaha yang memiliki omset tahunan melebihi 4,8 miliar dapat dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) pada masa pajak pertama setelah tahun buku berakhir.Namun, pengusaha dapat memilih dikukuhkan sebagai PKP dan melakukan pemungutan PPN mulai masa pajak sebelum masa pajak pertama tahun buku berikutnya.\u201cKewajiban melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak sebagai Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lama akhir tahun buku saat jumlah peredaran bruto dan\/atau penerimaan brutonya melebihi batasan,\u201d bunyi Pasal 17 ayat (3) PMK 164\/2023 dikutip Selasa (16\/01\/2024).PKP memiliki kewajiban memungut PPN mulai masa pajak dikehendaki sesuai dengan tercantum dalam pemberitahuan. Sesuai dengan permohonan pengukuhan PKP, kepala KPP atau KP2KP akan mengukuhkan pengusaha sebagai PKP.Adapun pengusaha dengan omset tahunan yang belum melampaui Rp 4,8 miliar tetap dapat melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP.\u00a0Pengusaha kecil dapat melaporkan usahanya dan menyampaikan pemberitahuan mengenai masa pajak untuk mulai memungut, menyetor dan melaporkan PPN terutang kepada kantor pajak.\u201cPengusaha kecil sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri mengenai batasan Pengusaha kecil pajak pertambahan nilai selain yang diwajibkan untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dapat memilih untuk melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak,\u201d bunyi Pasal 21 ayat (1) PMK 164\/2023.Masa pajak dimulainya pemungutan PPN ditetapkan sejak masa pajak dikukuhkannya pengusaha sebagai PKP. Hak PKP terhitung sejak masa pajak tersebut.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hng.co.id\/id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"PKP Dapat Pungut PPN Meskipun Tahun Buku Belum Berakhir - HnG Consulting | Tax Consultant","og_description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Melalui PMK 164\/2023, pelaku usaha yang memiliki omset tahunan melebihi 4,8 miliar dapat dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) pada masa pajak pertama setelah tahun buku berakhir.Namun, pengusaha dapat memilih dikukuhkan sebagai PKP dan melakukan pemungutan PPN mulai masa pajak sebelum masa pajak pertama tahun buku berikutnya.\u201cKewajiban melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak sebagai Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lama akhir tahun buku saat jumlah peredaran bruto dan\/atau penerimaan brutonya melebihi batasan,\u201d bunyi Pasal 17 ayat (3) PMK 164\/2023 dikutip Selasa (16\/01\/2024).PKP memiliki kewajiban memungut PPN mulai masa pajak dikehendaki sesuai dengan tercantum dalam pemberitahuan. Sesuai dengan permohonan pengukuhan PKP, kepala KPP atau KP2KP akan mengukuhkan pengusaha sebagai PKP.Adapun pengusaha dengan omset tahunan yang belum melampaui Rp 4,8 miliar tetap dapat melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP.\u00a0Pengusaha kecil dapat melaporkan usahanya dan menyampaikan pemberitahuan mengenai masa pajak untuk mulai memungut, menyetor dan melaporkan PPN terutang kepada kantor pajak.\u201cPengusaha kecil sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri mengenai batasan Pengusaha kecil pajak pertambahan nilai selain yang diwajibkan untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dapat memilih untuk melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak,\u201d bunyi Pasal 21 ayat (1) PMK 164\/2023.Masa pajak dimulainya pemungutan PPN ditetapkan sejak masa pajak dikukuhkannya pengusaha sebagai PKP. Hak PKP terhitung sejak masa pajak tersebut.","og_url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/","og_site_name":"HnG Consulting | Tax Consultant","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","article_published_time":"2024-01-31T11:00:44+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":576,"url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/PKP-Dapat-Pungut-PPN-Meskipun-Tahun-Buku-Belum-Berakhir-1024x576.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi HnG","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@hng_consulting","twitter_site":"@hng_consulting","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi HnG","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/"},"author":{"name":"Redaksi HnG","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e"},"headline":"PKP Dapat Pungut PPN Meskipun Tahun Buku Belum Berakhir","datePublished":"2024-01-31T11:00:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/"},"wordCount":235,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/PKP-Dapat-Pungut-PPN-Meskipun-Tahun-Buku-Belum-Berakhir.png","keywords":["PPN"],"articleSection":["Tax"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/","name":"PKP Dapat Pungut PPN Meskipun Tahun Buku Belum Berakhir - HnG Consulting | Tax Consultant","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/PKP-Dapat-Pungut-PPN-Meskipun-Tahun-Buku-Belum-Berakhir.png","datePublished":"2024-01-31T11:00:44+00:00","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Melalui PMK 164\/2023, pelaku usaha yang memiliki omset tahunan melebihi 4,8 miliar dapat dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) pada masa pajak pertama setelah tahun buku berakhir.Namun, pengusaha dapat memilih dikukuhkan sebagai PKP dan melakukan pemungutan PPN mulai masa pajak sebelum masa pajak pertama tahun buku berikutnya.\u201cKewajiban melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak sebagai Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lama akhir tahun buku saat jumlah peredaran bruto dan\/atau penerimaan brutonya melebihi batasan,\u201d bunyi Pasal 17 ayat (3) PMK 164\/2023 dikutip Selasa (16\/01\/2024).PKP memiliki kewajiban memungut PPN mulai masa pajak dikehendaki sesuai dengan tercantum dalam pemberitahuan. Sesuai dengan permohonan pengukuhan PKP, kepala KPP atau KP2KP akan mengukuhkan pengusaha sebagai PKP.Adapun pengusaha dengan omset tahunan yang belum melampaui Rp 4,8 miliar tetap dapat melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP.\u00a0Pengusaha kecil dapat melaporkan usahanya dan menyampaikan pemberitahuan mengenai masa pajak untuk mulai memungut, menyetor dan melaporkan PPN terutang kepada kantor pajak.\u201cPengusaha kecil sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri mengenai batasan Pengusaha kecil pajak pertambahan nilai selain yang diwajibkan untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dapat memilih untuk melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak,\u201d bunyi Pasal 21 ayat (1) PMK 164\/2023.Masa pajak dimulainya pemungutan PPN ditetapkan sejak masa pajak dikukuhkannya pengusaha sebagai PKP. Hak PKP terhitung sejak masa pajak tersebut.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/#primaryimage","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/PKP-Dapat-Pungut-PPN-Meskipun-Tahun-Buku-Belum-Berakhir.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/PKP-Dapat-Pungut-PPN-Meskipun-Tahun-Buku-Belum-Berakhir.png","width":1920,"height":1080},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hng.co.id\/pkp-dapat-pungut-ppn-meskipun-tahun-buku-belum-berakhir\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hng.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"PKP Dapat Pungut PPN Meskipun Tahun Buku Belum Berakhir"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website","url":"https:\/\/hng.co.id\/","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","description":"Official Website","publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","url":"https:\/\/hng.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","width":782,"height":405,"caption":"HnG Consulting | Tax Consultant"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","https:\/\/x.com\/hng_consulting","https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e","name":"Redaksi HnG","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi HnG"},"sameAs":["https:\/\/hng.co.id"],"url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/"}]}},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3340","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3340"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3340\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3342,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3340\/revisions\/3342"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3341"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3340"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3340"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3340"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}