{"id":3317,"date":"2024-01-30T20:00:14","date_gmt":"2024-01-30T13:00:14","guid":{"rendered":"https:\/\/hng.co.id\/?p=3317"},"modified":"2024-01-30T19:19:17","modified_gmt":"2024-01-30T12:19:17","slug":"aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hng.co.id\/id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/","title":{"rendered":"Aturan Baru Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Bagaimana Ketentuannya?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/sari-ayi\/\">Kurnia Sari<\/a><\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">JAKARTA, HnG Insight &#8211; Kementerian Keuangan mengeluarkan aturan baru terkait waktu pengukuhan pengusaha kena pajak (PKP) melalui PMK 164\/2023 yang sebelumnya diatur dalam PMK 68\/2010 s.t.d.d.PMK 197\/2013.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengacu pada PMK 164\/2023, pengusaha yang dalam suatu bulan dalam tahun buku mempunyai jumlah peredaran dan\/atau penerimaan bruto melebihi Rp4,8 miliar wajib dikukuhkan sebagai PKP paling lambat akhir tahun buku.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKewajiban melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lambat akhir tahun buku,\u201d bunyi penggalan Pasal 17 ayat (3) PMK 164\/2023, dikutip Rabu (10\/01\/2024).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam aturan sebelumnya, pengusaha wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan paling lama akhir bulan berikutnya apabila pada bulan tersebut peredaran bruto melebihi batasan Rp4,8 miliar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan status resmi sebagai PKP, maka timbul kewajiban untuk memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atau PPnBM yang terutang mulai masa pajak pertama tahun buku berikutnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penting untuk dicatat bahwa bagi pengusaha yang belum dikukuhkan sebagai PKP hingga PMK 164\/2023 diberlakukan, kewajiban pengukuhan masih mengikuti aturan PMK sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini juga berlaku bagi pengusaha yang memiliki peredaran bruto melebihi batasan pada bulan terakhir sebelum PMK tersebut berlaku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyesuaian aturan ini dilakukan untuk memberikan keadilan, kepastian hukum, serta kemudahan bagi pengusaha yang memiliki peredaran bruto tertentu dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.<\/p>\n<p><strong>Cek berita dan artikel lainnya di\u00a0<a href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/article\/\">sini<\/a><\/strong><br \/>\n<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis:\u00a0Kurnia Sari JAKARTA, HnG Insight &#8211; Kementerian Keuangan mengeluarkan aturan baru terkait waktu pengukuhan pengusaha kena pajak (PKP) melalui PMK 164\/2023 yang sebelumnya diatur dalam PMK 68\/2010 s.t.d.d.PMK 197\/2013. Mengacu pada PMK 164\/2023, pengusaha yang dalam suatu bulan dalam tahun buku mempunyai jumlah peredaran dan\/atau penerimaan bruto melebihi Rp4,8 miliar wajib dikukuhkan sebagai PKP paling [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3318,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[273,156],"class_list":["post-3317","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tax","tag-pkp","tag-ppn"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Aturan Baru Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Bagaimana Ketentuannya? - HnG Consulting | Tax Consultant<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight - Kementerian Keuangan mengeluarkan aturan baru terkait waktu pengukuhan pengusaha kena pajak (PKP) melalui PMK 164\/2023 yang sebelumnya diatur dalam PMK 68\/2010 s.t.d.d.PMK 197\/2013.Mengacu pada PMK 164\/2023, pengusaha yang dalam suatu bulan dalam tahun buku mempunyai jumlah peredaran dan\/atau penerimaan bruto melebihi Rp4,8 miliar wajib dikukuhkan sebagai PKP paling lambat akhir tahun buku.\u00a0\u00a0\u201cKewajiban melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lambat akhir tahun buku,\u201d bunyi penggalan Pasal 17 ayat (3) PMK 164\/2023, dikutip Rabu (10\/01\/2024).Dalam aturan sebelumnya, pengusaha wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan paling lama akhir bulan berikutnya apabila pada bulan tersebut peredaran bruto melebihi batasan Rp4,8 miliar.Dengan status resmi sebagai PKP, maka timbul kewajiban untuk memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atau PPnBM yang terutang mulai masa pajak pertama tahun buku berikutnya.\u00a0Penting untuk dicatat bahwa bagi pengusaha yang belum dikukuhkan sebagai PKP hingga PMK 164\/2023 diberlakukan, kewajiban pengukuhan masih mengikuti aturan PMK sebelumnya.Hal ini juga berlaku bagi pengusaha yang memiliki peredaran bruto melebihi batasan pada bulan terakhir sebelum PMK tersebut berlaku.Penyesuaian aturan ini dilakukan untuk memberikan keadilan, kepastian hukum, serta kemudahan bagi pengusaha yang memiliki peredaran bruto tertentu dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.\u00a0\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Aturan Baru Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Bagaimana Ketentuannya? - HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight - Kementerian Keuangan mengeluarkan aturan baru terkait waktu pengukuhan pengusaha kena pajak (PKP) melalui PMK 164\/2023 yang sebelumnya diatur dalam PMK 68\/2010 s.t.d.d.PMK 197\/2013.Mengacu pada PMK 164\/2023, pengusaha yang dalam suatu bulan dalam tahun buku mempunyai jumlah peredaran dan\/atau penerimaan bruto melebihi Rp4,8 miliar wajib dikukuhkan sebagai PKP paling lambat akhir tahun buku.\u00a0\u00a0\u201cKewajiban melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lambat akhir tahun buku,\u201d bunyi penggalan Pasal 17 ayat (3) PMK 164\/2023, dikutip Rabu (10\/01\/2024).Dalam aturan sebelumnya, pengusaha wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan paling lama akhir bulan berikutnya apabila pada bulan tersebut peredaran bruto melebihi batasan Rp4,8 miliar.Dengan status resmi sebagai PKP, maka timbul kewajiban untuk memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atau PPnBM yang terutang mulai masa pajak pertama tahun buku berikutnya.\u00a0Penting untuk dicatat bahwa bagi pengusaha yang belum dikukuhkan sebagai PKP hingga PMK 164\/2023 diberlakukan, kewajiban pengukuhan masih mengikuti aturan PMK sebelumnya.Hal ini juga berlaku bagi pengusaha yang memiliki peredaran bruto melebihi batasan pada bulan terakhir sebelum PMK tersebut berlaku.Penyesuaian aturan ini dilakukan untuk memberikan keadilan, kepastian hukum, serta kemudahan bagi pengusaha yang memiliki peredaran bruto tertentu dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.\u00a0\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-30T13:00:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Aturan-Baru-Pengukuhan-Pengusaha-Kena-Pajak-Bagaimana-Ketentuannya.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi HnG\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\"},\"headline\":\"Aturan Baru Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Bagaimana Ketentuannya?\",\"datePublished\":\"2024-01-30T13:00:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/\"},\"wordCount\":215,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Aturan-Baru-Pengukuhan-Pengusaha-Kena-Pajak-Bagaimana-Ketentuannya.png\",\"keywords\":[\"PKP\",\"PPN\"],\"articleSection\":[\"Tax\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/\",\"name\":\"Aturan Baru Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Bagaimana Ketentuannya? - HnG Consulting | Tax Consultant\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Aturan-Baru-Pengukuhan-Pengusaha-Kena-Pajak-Bagaimana-Ketentuannya.png\",\"datePublished\":\"2024-01-30T13:00:14+00:00\",\"description\":\"JAKARTA, HnG Insight - Kementerian Keuangan mengeluarkan aturan baru terkait waktu pengukuhan pengusaha kena pajak (PKP) melalui PMK 164\/2023 yang sebelumnya diatur dalam PMK 68\/2010 s.t.d.d.PMK 197\/2013.Mengacu pada PMK 164\/2023, pengusaha yang dalam suatu bulan dalam tahun buku mempunyai jumlah peredaran dan\/atau penerimaan bruto melebihi Rp4,8 miliar wajib dikukuhkan sebagai PKP paling lambat akhir tahun buku.\u00a0\u00a0\u201cKewajiban melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lambat akhir tahun buku,\u201d bunyi penggalan Pasal 17 ayat (3) PMK 164\/2023, dikutip Rabu (10\/01\/2024).Dalam aturan sebelumnya, pengusaha wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan paling lama akhir bulan berikutnya apabila pada bulan tersebut peredaran bruto melebihi batasan Rp4,8 miliar.Dengan status resmi sebagai PKP, maka timbul kewajiban untuk memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atau PPnBM yang terutang mulai masa pajak pertama tahun buku berikutnya.\u00a0Penting untuk dicatat bahwa bagi pengusaha yang belum dikukuhkan sebagai PKP hingga PMK 164\/2023 diberlakukan, kewajiban pengukuhan masih mengikuti aturan PMK sebelumnya.Hal ini juga berlaku bagi pengusaha yang memiliki peredaran bruto melebihi batasan pada bulan terakhir sebelum PMK tersebut berlaku.Penyesuaian aturan ini dilakukan untuk memberikan keadilan, kepastian hukum, serta kemudahan bagi pengusaha yang memiliki peredaran bruto tertentu dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.\u00a0\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Aturan-Baru-Pengukuhan-Pengusaha-Kena-Pajak-Bagaimana-Ketentuannya.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Aturan-Baru-Pengukuhan-Pengusaha-Kena-Pajak-Bagaimana-Ketentuannya.png\",\"width\":1920,\"height\":1080},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hng.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Aturan Baru Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Bagaimana Ketentuannya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"description\":\"Official Website\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"width\":782,\"height\":405,\"caption\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\",\"https:\/\/x.com\/hng_consulting\",\"https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\",\"name\":\"Redaksi HnG\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi HnG\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/hng.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Aturan Baru Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Bagaimana Ketentuannya? - HnG Consulting | Tax Consultant","description":"JAKARTA, HnG Insight - Kementerian Keuangan mengeluarkan aturan baru terkait waktu pengukuhan pengusaha kena pajak (PKP) melalui PMK 164\/2023 yang sebelumnya diatur dalam PMK 68\/2010 s.t.d.d.PMK 197\/2013.Mengacu pada PMK 164\/2023, pengusaha yang dalam suatu bulan dalam tahun buku mempunyai jumlah peredaran dan\/atau penerimaan bruto melebihi Rp4,8 miliar wajib dikukuhkan sebagai PKP paling lambat akhir tahun buku.\u00a0\u00a0\u201cKewajiban melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lambat akhir tahun buku,\u201d bunyi penggalan Pasal 17 ayat (3) PMK 164\/2023, dikutip Rabu (10\/01\/2024).Dalam aturan sebelumnya, pengusaha wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan paling lama akhir bulan berikutnya apabila pada bulan tersebut peredaran bruto melebihi batasan Rp4,8 miliar.Dengan status resmi sebagai PKP, maka timbul kewajiban untuk memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atau PPnBM yang terutang mulai masa pajak pertama tahun buku berikutnya.\u00a0Penting untuk dicatat bahwa bagi pengusaha yang belum dikukuhkan sebagai PKP hingga PMK 164\/2023 diberlakukan, kewajiban pengukuhan masih mengikuti aturan PMK sebelumnya.Hal ini juga berlaku bagi pengusaha yang memiliki peredaran bruto melebihi batasan pada bulan terakhir sebelum PMK tersebut berlaku.Penyesuaian aturan ini dilakukan untuk memberikan keadilan, kepastian hukum, serta kemudahan bagi pengusaha yang memiliki peredaran bruto tertentu dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.\u00a0","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hng.co.id\/id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Aturan Baru Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Bagaimana Ketentuannya? - HnG Consulting | Tax Consultant","og_description":"JAKARTA, HnG Insight - Kementerian Keuangan mengeluarkan aturan baru terkait waktu pengukuhan pengusaha kena pajak (PKP) melalui PMK 164\/2023 yang sebelumnya diatur dalam PMK 68\/2010 s.t.d.d.PMK 197\/2013.Mengacu pada PMK 164\/2023, pengusaha yang dalam suatu bulan dalam tahun buku mempunyai jumlah peredaran dan\/atau penerimaan bruto melebihi Rp4,8 miliar wajib dikukuhkan sebagai PKP paling lambat akhir tahun buku.\u00a0\u00a0\u201cKewajiban melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lambat akhir tahun buku,\u201d bunyi penggalan Pasal 17 ayat (3) PMK 164\/2023, dikutip Rabu (10\/01\/2024).Dalam aturan sebelumnya, pengusaha wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan paling lama akhir bulan berikutnya apabila pada bulan tersebut peredaran bruto melebihi batasan Rp4,8 miliar.Dengan status resmi sebagai PKP, maka timbul kewajiban untuk memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atau PPnBM yang terutang mulai masa pajak pertama tahun buku berikutnya.\u00a0Penting untuk dicatat bahwa bagi pengusaha yang belum dikukuhkan sebagai PKP hingga PMK 164\/2023 diberlakukan, kewajiban pengukuhan masih mengikuti aturan PMK sebelumnya.Hal ini juga berlaku bagi pengusaha yang memiliki peredaran bruto melebihi batasan pada bulan terakhir sebelum PMK tersebut berlaku.Penyesuaian aturan ini dilakukan untuk memberikan keadilan, kepastian hukum, serta kemudahan bagi pengusaha yang memiliki peredaran bruto tertentu dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.\u00a0","og_url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/","og_site_name":"HnG Consulting | Tax Consultant","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","article_published_time":"2024-01-30T13:00:14+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Aturan-Baru-Pengukuhan-Pengusaha-Kena-Pajak-Bagaimana-Ketentuannya.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi HnG","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@hng_consulting","twitter_site":"@hng_consulting","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi HnG","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/"},"author":{"name":"Redaksi HnG","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e"},"headline":"Aturan Baru Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Bagaimana Ketentuannya?","datePublished":"2024-01-30T13:00:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/"},"wordCount":215,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Aturan-Baru-Pengukuhan-Pengusaha-Kena-Pajak-Bagaimana-Ketentuannya.png","keywords":["PKP","PPN"],"articleSection":["Tax"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/","name":"Aturan Baru Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Bagaimana Ketentuannya? - HnG Consulting | Tax Consultant","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Aturan-Baru-Pengukuhan-Pengusaha-Kena-Pajak-Bagaimana-Ketentuannya.png","datePublished":"2024-01-30T13:00:14+00:00","description":"JAKARTA, HnG Insight - Kementerian Keuangan mengeluarkan aturan baru terkait waktu pengukuhan pengusaha kena pajak (PKP) melalui PMK 164\/2023 yang sebelumnya diatur dalam PMK 68\/2010 s.t.d.d.PMK 197\/2013.Mengacu pada PMK 164\/2023, pengusaha yang dalam suatu bulan dalam tahun buku mempunyai jumlah peredaran dan\/atau penerimaan bruto melebihi Rp4,8 miliar wajib dikukuhkan sebagai PKP paling lambat akhir tahun buku.\u00a0\u00a0\u201cKewajiban melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lambat akhir tahun buku,\u201d bunyi penggalan Pasal 17 ayat (3) PMK 164\/2023, dikutip Rabu (10\/01\/2024).Dalam aturan sebelumnya, pengusaha wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan paling lama akhir bulan berikutnya apabila pada bulan tersebut peredaran bruto melebihi batasan Rp4,8 miliar.Dengan status resmi sebagai PKP, maka timbul kewajiban untuk memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atau PPnBM yang terutang mulai masa pajak pertama tahun buku berikutnya.\u00a0Penting untuk dicatat bahwa bagi pengusaha yang belum dikukuhkan sebagai PKP hingga PMK 164\/2023 diberlakukan, kewajiban pengukuhan masih mengikuti aturan PMK sebelumnya.Hal ini juga berlaku bagi pengusaha yang memiliki peredaran bruto melebihi batasan pada bulan terakhir sebelum PMK tersebut berlaku.Penyesuaian aturan ini dilakukan untuk memberikan keadilan, kepastian hukum, serta kemudahan bagi pengusaha yang memiliki peredaran bruto tertentu dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.\u00a0","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/#primaryimage","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Aturan-Baru-Pengukuhan-Pengusaha-Kena-Pajak-Bagaimana-Ketentuannya.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Aturan-Baru-Pengukuhan-Pengusaha-Kena-Pajak-Bagaimana-Ketentuannya.png","width":1920,"height":1080},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hng.co.id\/aturan-baru-pengukuhan-pengusaha-kena-pajak-bagaimana-ketentuannya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hng.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Aturan Baru Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Bagaimana Ketentuannya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website","url":"https:\/\/hng.co.id\/","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","description":"Official Website","publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","url":"https:\/\/hng.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","width":782,"height":405,"caption":"HnG Consulting | Tax Consultant"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","https:\/\/x.com\/hng_consulting","https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e","name":"Redaksi HnG","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi HnG"},"sameAs":["https:\/\/hng.co.id"],"url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/"}]}},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3317","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3317"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3317\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3319,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3317\/revisions\/3319"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3318"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3317"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3317"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3317"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}