{"id":3308,"date":"2024-01-30T19:00:53","date_gmt":"2024-01-30T12:00:53","guid":{"rendered":"https:\/\/hng.co.id\/?p=3308"},"modified":"2024-01-30T17:31:52","modified_gmt":"2024-01-30T10:31:52","slug":"penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hng.co.id\/id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/","title":{"rendered":"Penerapan NIK sebagai NPWP Diundur, Ini Alasannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/natalie-syaina-abitta-a877321a6\/\">Natalie Syaina Abitta<\/a><\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">JAKARTA, HnG Insight \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengundur penerapan NIK sebagai NPWP dari yang direncanakan pada tanggal 1 Januari 2024 menjadi 1 Juli 2024.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengunduran penerapan tersebut terdapat dalam PMK 136\/2023 yang merevisi ketentuan PMK 112\/2022. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas (P2Humas) DJP Dwi Astuti menyebutkan penyesuaian ini mempertimbangkan penerapan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">core tax administration system<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan kesiapan seluruh pihak yang terdampak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKesempatan ini diberikan kepada seluruh stakeholder untuk menyiapkan sistem aplikasi terdampak sekaligus upaya pengujian dan habituasi sistem yang baru bagi wajib pajak,\u201d ucap Dwi, dikutip Selasa (02\/01\/2023).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan ditundanya penerapan NIK sebagai NPWP, wajib pajak orang pribadi masih dapat menggunakan NPWP sampai dengan 30 Juni 2023. Adapun NPWP 16 digit digunakan bagi wajib pajak orang pribadi bukan penduduk, badan dan instansi pemerintah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terhitung sejak 7 Desember 2023, terdapat 59,56 juta NIK yang telah dipadankan dengan NPWP. Pemadanan tersebut mencapai 82,52% dari total wajib pajak orang pribadi dalam negeri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dwi turut menegaskan bagi instansi pemerintah, lembaga, asosiasi dan pihak ketiga lainnya (ILAP) dan perusahaan yang masih dalam tahap proses penyesuaian sistem aplikasi terdampak dan pemadanan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">database <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk dapat menggunakan waktu yang tersedia sebaik-baiknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam mendukung proses pemadanan tersebut, DJP menyediakan layanan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Virtual Help Desk <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bagi ILAP dan wajib pajak yang mengalami kesulitan terkait implementasi NPWP 16 digit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Layanan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Virtual Help Desk <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dibuka setiap Senin-Jumat pukul 10.00 &#8211; 14.00 dan dapat diakses melalui <\/span><a href=\"https:\/\/tinyurl.com\/helpdeskvirtual2023\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/tinyurl.com\/helpdeskvirtual2023<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> .<\/p>\n<p><strong>Cek berita dan artikel lainnya di\u00a0<a href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/article\/\">sini<\/a><\/strong><br \/>\n<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis:\u00a0Natalie Syaina Abitta JAKARTA, HnG Insight \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengundur penerapan NIK sebagai NPWP dari yang direncanakan pada tanggal 1 Januari 2024 menjadi 1 Juli 2024. Pengunduran penerapan tersebut terdapat dalam PMK 136\/2023 yang merevisi ketentuan PMK 112\/2022. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas (P2Humas) DJP Dwi Astuti menyebutkan penyesuaian ini mempertimbangkan penerapan core [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3309,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[28],"class_list":["post-3308","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tax","tag-penggabungan-npwp-nik"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penerapan NIK sebagai NPWP Diundur, Ini Alasannya - HnG Consulting | Tax Consultant<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengundur penerapan NIK sebagai NPWP dari yang direncanakan pada tanggal 1 Januari 2024 menjadi 1 Juli 2024.Pengunduran penerapan tersebut terdapat dalam PMK 136\/2023 yang merevisi ketentuan PMK 112\/2022. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas (P2Humas) DJP Dwi Astuti menyebutkan penyesuaian ini mempertimbangkan penerapan core tax administration system dan kesiapan seluruh pihak yang terdampak.\u201cKesempatan ini diberikan kepada seluruh stakeholder untuk menyiapkan sistem aplikasi terdampak sekaligus upaya pengujian dan habituasi sistem yang baru bagi wajib pajak,\u201d ucap Dwi, dikutip Selasa (02\/01\/2023).Dengan ditundanya penerapan NIK sebagai NPWP, wajib pajak orang pribadi masih dapat menggunakan NPWP sampai dengan 30 Juni 2023. Adapun NPWP 16 digit digunakan bagi wajib pajak orang pribadi bukan penduduk, badan dan instansi pemerintah.Terhitung sejak 7 Desember 2023, terdapat 59,56 juta NIK yang telah dipadankan dengan NPWP. Pemadanan tersebut mencapai 82,52% dari total wajib pajak orang pribadi dalam negeri.Dwi turut menegaskan bagi instansi pemerintah, lembaga, asosiasi dan pihak ketiga lainnya (ILAP) dan perusahaan yang masih dalam tahap proses penyesuaian sistem aplikasi terdampak dan pemadanan database untuk dapat menggunakan waktu yang tersedia sebaik-baiknya.Dalam mendukung proses pemadanan tersebut, DJP menyediakan layanan Virtual Help Desk bagi ILAP dan wajib pajak yang mengalami kesulitan terkait implementasi NPWP 16 digit.Layanan Virtual Help Desk dibuka setiap Senin-Jumat pukul 10.00 - 14.00 dan dapat diakses melalui https:\/\/tinyurl.com\/helpdeskvirtual2023 .\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penerapan NIK sebagai NPWP Diundur, Ini Alasannya - HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengundur penerapan NIK sebagai NPWP dari yang direncanakan pada tanggal 1 Januari 2024 menjadi 1 Juli 2024.Pengunduran penerapan tersebut terdapat dalam PMK 136\/2023 yang merevisi ketentuan PMK 112\/2022. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas (P2Humas) DJP Dwi Astuti menyebutkan penyesuaian ini mempertimbangkan penerapan core tax administration system dan kesiapan seluruh pihak yang terdampak.\u201cKesempatan ini diberikan kepada seluruh stakeholder untuk menyiapkan sistem aplikasi terdampak sekaligus upaya pengujian dan habituasi sistem yang baru bagi wajib pajak,\u201d ucap Dwi, dikutip Selasa (02\/01\/2023).Dengan ditundanya penerapan NIK sebagai NPWP, wajib pajak orang pribadi masih dapat menggunakan NPWP sampai dengan 30 Juni 2023. Adapun NPWP 16 digit digunakan bagi wajib pajak orang pribadi bukan penduduk, badan dan instansi pemerintah.Terhitung sejak 7 Desember 2023, terdapat 59,56 juta NIK yang telah dipadankan dengan NPWP. Pemadanan tersebut mencapai 82,52% dari total wajib pajak orang pribadi dalam negeri.Dwi turut menegaskan bagi instansi pemerintah, lembaga, asosiasi dan pihak ketiga lainnya (ILAP) dan perusahaan yang masih dalam tahap proses penyesuaian sistem aplikasi terdampak dan pemadanan database untuk dapat menggunakan waktu yang tersedia sebaik-baiknya.Dalam mendukung proses pemadanan tersebut, DJP menyediakan layanan Virtual Help Desk bagi ILAP dan wajib pajak yang mengalami kesulitan terkait implementasi NPWP 16 digit.Layanan Virtual Help Desk dibuka setiap Senin-Jumat pukul 10.00 - 14.00 dan dapat diakses melalui https:\/\/tinyurl.com\/helpdeskvirtual2023 .\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-30T12:00:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Penerapan-NIK-sebagai-NPWP-Diundur-Ini-Alasannya.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi HnG\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\"},\"headline\":\"Penerapan NIK sebagai NPWP Diundur, Ini Alasannya\",\"datePublished\":\"2024-01-30T12:00:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/\"},\"wordCount\":227,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Penerapan-NIK-sebagai-NPWP-Diundur-Ini-Alasannya.png\",\"keywords\":[\"Penggabungan NPWP NIK\"],\"articleSection\":[\"Tax\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/\",\"name\":\"Penerapan NIK sebagai NPWP Diundur, Ini Alasannya - HnG Consulting | Tax Consultant\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Penerapan-NIK-sebagai-NPWP-Diundur-Ini-Alasannya.png\",\"datePublished\":\"2024-01-30T12:00:53+00:00\",\"description\":\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengundur penerapan NIK sebagai NPWP dari yang direncanakan pada tanggal 1 Januari 2024 menjadi 1 Juli 2024.Pengunduran penerapan tersebut terdapat dalam PMK 136\/2023 yang merevisi ketentuan PMK 112\/2022. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas (P2Humas) DJP Dwi Astuti menyebutkan penyesuaian ini mempertimbangkan penerapan core tax administration system dan kesiapan seluruh pihak yang terdampak.\u201cKesempatan ini diberikan kepada seluruh stakeholder untuk menyiapkan sistem aplikasi terdampak sekaligus upaya pengujian dan habituasi sistem yang baru bagi wajib pajak,\u201d ucap Dwi, dikutip Selasa (02\/01\/2023).Dengan ditundanya penerapan NIK sebagai NPWP, wajib pajak orang pribadi masih dapat menggunakan NPWP sampai dengan 30 Juni 2023. Adapun NPWP 16 digit digunakan bagi wajib pajak orang pribadi bukan penduduk, badan dan instansi pemerintah.Terhitung sejak 7 Desember 2023, terdapat 59,56 juta NIK yang telah dipadankan dengan NPWP. Pemadanan tersebut mencapai 82,52% dari total wajib pajak orang pribadi dalam negeri.Dwi turut menegaskan bagi instansi pemerintah, lembaga, asosiasi dan pihak ketiga lainnya (ILAP) dan perusahaan yang masih dalam tahap proses penyesuaian sistem aplikasi terdampak dan pemadanan database untuk dapat menggunakan waktu yang tersedia sebaik-baiknya.Dalam mendukung proses pemadanan tersebut, DJP menyediakan layanan Virtual Help Desk bagi ILAP dan wajib pajak yang mengalami kesulitan terkait implementasi NPWP 16 digit.Layanan Virtual Help Desk dibuka setiap Senin-Jumat pukul 10.00 - 14.00 dan dapat diakses melalui https:\/\/tinyurl.com\/helpdeskvirtual2023 .\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Penerapan-NIK-sebagai-NPWP-Diundur-Ini-Alasannya.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Penerapan-NIK-sebagai-NPWP-Diundur-Ini-Alasannya.png\",\"width\":1920,\"height\":1080},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hng.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penerapan NIK sebagai NPWP Diundur, Ini Alasannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"description\":\"Official Website\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"width\":782,\"height\":405,\"caption\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\",\"https:\/\/x.com\/hng_consulting\",\"https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\",\"name\":\"Redaksi HnG\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi HnG\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/hng.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penerapan NIK sebagai NPWP Diundur, Ini Alasannya - HnG Consulting | Tax Consultant","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengundur penerapan NIK sebagai NPWP dari yang direncanakan pada tanggal 1 Januari 2024 menjadi 1 Juli 2024.Pengunduran penerapan tersebut terdapat dalam PMK 136\/2023 yang merevisi ketentuan PMK 112\/2022. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas (P2Humas) DJP Dwi Astuti menyebutkan penyesuaian ini mempertimbangkan penerapan core tax administration system dan kesiapan seluruh pihak yang terdampak.\u201cKesempatan ini diberikan kepada seluruh stakeholder untuk menyiapkan sistem aplikasi terdampak sekaligus upaya pengujian dan habituasi sistem yang baru bagi wajib pajak,\u201d ucap Dwi, dikutip Selasa (02\/01\/2023).Dengan ditundanya penerapan NIK sebagai NPWP, wajib pajak orang pribadi masih dapat menggunakan NPWP sampai dengan 30 Juni 2023. Adapun NPWP 16 digit digunakan bagi wajib pajak orang pribadi bukan penduduk, badan dan instansi pemerintah.Terhitung sejak 7 Desember 2023, terdapat 59,56 juta NIK yang telah dipadankan dengan NPWP. Pemadanan tersebut mencapai 82,52% dari total wajib pajak orang pribadi dalam negeri.Dwi turut menegaskan bagi instansi pemerintah, lembaga, asosiasi dan pihak ketiga lainnya (ILAP) dan perusahaan yang masih dalam tahap proses penyesuaian sistem aplikasi terdampak dan pemadanan database untuk dapat menggunakan waktu yang tersedia sebaik-baiknya.Dalam mendukung proses pemadanan tersebut, DJP menyediakan layanan Virtual Help Desk bagi ILAP dan wajib pajak yang mengalami kesulitan terkait implementasi NPWP 16 digit.Layanan Virtual Help Desk dibuka setiap Senin-Jumat pukul 10.00 - 14.00 dan dapat diakses melalui https:\/\/tinyurl.com\/helpdeskvirtual2023 .","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hng.co.id\/id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Penerapan NIK sebagai NPWP Diundur, Ini Alasannya - HnG Consulting | Tax Consultant","og_description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengundur penerapan NIK sebagai NPWP dari yang direncanakan pada tanggal 1 Januari 2024 menjadi 1 Juli 2024.Pengunduran penerapan tersebut terdapat dalam PMK 136\/2023 yang merevisi ketentuan PMK 112\/2022. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas (P2Humas) DJP Dwi Astuti menyebutkan penyesuaian ini mempertimbangkan penerapan core tax administration system dan kesiapan seluruh pihak yang terdampak.\u201cKesempatan ini diberikan kepada seluruh stakeholder untuk menyiapkan sistem aplikasi terdampak sekaligus upaya pengujian dan habituasi sistem yang baru bagi wajib pajak,\u201d ucap Dwi, dikutip Selasa (02\/01\/2023).Dengan ditundanya penerapan NIK sebagai NPWP, wajib pajak orang pribadi masih dapat menggunakan NPWP sampai dengan 30 Juni 2023. Adapun NPWP 16 digit digunakan bagi wajib pajak orang pribadi bukan penduduk, badan dan instansi pemerintah.Terhitung sejak 7 Desember 2023, terdapat 59,56 juta NIK yang telah dipadankan dengan NPWP. Pemadanan tersebut mencapai 82,52% dari total wajib pajak orang pribadi dalam negeri.Dwi turut menegaskan bagi instansi pemerintah, lembaga, asosiasi dan pihak ketiga lainnya (ILAP) dan perusahaan yang masih dalam tahap proses penyesuaian sistem aplikasi terdampak dan pemadanan database untuk dapat menggunakan waktu yang tersedia sebaik-baiknya.Dalam mendukung proses pemadanan tersebut, DJP menyediakan layanan Virtual Help Desk bagi ILAP dan wajib pajak yang mengalami kesulitan terkait implementasi NPWP 16 digit.Layanan Virtual Help Desk dibuka setiap Senin-Jumat pukul 10.00 - 14.00 dan dapat diakses melalui https:\/\/tinyurl.com\/helpdeskvirtual2023 .","og_url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/","og_site_name":"HnG Consulting | Tax Consultant","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","article_published_time":"2024-01-30T12:00:53+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Penerapan-NIK-sebagai-NPWP-Diundur-Ini-Alasannya.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi HnG","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@hng_consulting","twitter_site":"@hng_consulting","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi HnG","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/"},"author":{"name":"Redaksi HnG","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e"},"headline":"Penerapan NIK sebagai NPWP Diundur, Ini Alasannya","datePublished":"2024-01-30T12:00:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/"},"wordCount":227,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Penerapan-NIK-sebagai-NPWP-Diundur-Ini-Alasannya.png","keywords":["Penggabungan NPWP NIK"],"articleSection":["Tax"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/","name":"Penerapan NIK sebagai NPWP Diundur, Ini Alasannya - HnG Consulting | Tax Consultant","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Penerapan-NIK-sebagai-NPWP-Diundur-Ini-Alasannya.png","datePublished":"2024-01-30T12:00:53+00:00","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengundur penerapan NIK sebagai NPWP dari yang direncanakan pada tanggal 1 Januari 2024 menjadi 1 Juli 2024.Pengunduran penerapan tersebut terdapat dalam PMK 136\/2023 yang merevisi ketentuan PMK 112\/2022. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas (P2Humas) DJP Dwi Astuti menyebutkan penyesuaian ini mempertimbangkan penerapan core tax administration system dan kesiapan seluruh pihak yang terdampak.\u201cKesempatan ini diberikan kepada seluruh stakeholder untuk menyiapkan sistem aplikasi terdampak sekaligus upaya pengujian dan habituasi sistem yang baru bagi wajib pajak,\u201d ucap Dwi, dikutip Selasa (02\/01\/2023).Dengan ditundanya penerapan NIK sebagai NPWP, wajib pajak orang pribadi masih dapat menggunakan NPWP sampai dengan 30 Juni 2023. Adapun NPWP 16 digit digunakan bagi wajib pajak orang pribadi bukan penduduk, badan dan instansi pemerintah.Terhitung sejak 7 Desember 2023, terdapat 59,56 juta NIK yang telah dipadankan dengan NPWP. Pemadanan tersebut mencapai 82,52% dari total wajib pajak orang pribadi dalam negeri.Dwi turut menegaskan bagi instansi pemerintah, lembaga, asosiasi dan pihak ketiga lainnya (ILAP) dan perusahaan yang masih dalam tahap proses penyesuaian sistem aplikasi terdampak dan pemadanan database untuk dapat menggunakan waktu yang tersedia sebaik-baiknya.Dalam mendukung proses pemadanan tersebut, DJP menyediakan layanan Virtual Help Desk bagi ILAP dan wajib pajak yang mengalami kesulitan terkait implementasi NPWP 16 digit.Layanan Virtual Help Desk dibuka setiap Senin-Jumat pukul 10.00 - 14.00 dan dapat diakses melalui https:\/\/tinyurl.com\/helpdeskvirtual2023 .","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/#primaryimage","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Penerapan-NIK-sebagai-NPWP-Diundur-Ini-Alasannya.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Penerapan-NIK-sebagai-NPWP-Diundur-Ini-Alasannya.png","width":1920,"height":1080},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hng.co.id\/penerapan-nik-sebagai-npwp-diundur-ini-alasannya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hng.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penerapan NIK sebagai NPWP Diundur, Ini Alasannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website","url":"https:\/\/hng.co.id\/","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","description":"Official Website","publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","url":"https:\/\/hng.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","width":782,"height":405,"caption":"HnG Consulting | Tax Consultant"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","https:\/\/x.com\/hng_consulting","https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e","name":"Redaksi HnG","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi HnG"},"sameAs":["https:\/\/hng.co.id"],"url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/"}]}},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3308","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3308"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3308\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3310,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3308\/revisions\/3310"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3309"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3308"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3308"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3308"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}