{"id":3265,"date":"2024-01-03T19:00:33","date_gmt":"2024-01-03T12:00:33","guid":{"rendered":"https:\/\/hng.co.id\/?p=3265"},"modified":"2023-12-28T11:46:03","modified_gmt":"2023-12-28T04:46:03","slug":"oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hng.co.id\/id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/","title":{"rendered":"OECD Klaim Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hanya 4,9 Persen"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/aqilabagus\/\">Aqila Bagus Misbahuddin<\/a><\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">JAKARTA, HnG Insight &#8211; Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,9% tahun ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">OECD mengungkapkan terdapat beberapa indikator yang menunjukkan terjadinya peningkatan permintaan, seperti pertumbuhan sektor manufaktur dan tingkat okupansi hotel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMeskipun begitu, pembelian semen dan impor semen masih lebih rendah daripada tahun sebelumnya. Penyaluran kredit perbankan juga masih lesu,\u201d tulis OECD dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">OECD Economic Outlook<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dikutip Sabtu (2\/12\/2023).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">OECD juga menjelaskan pembelian semen dan impor mesin menjadi indikator utama dalam menggambarkan tren pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Dalam hal ini, OECD memproyeksikan PMTB tahun ini bertumbuh 5%.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertumbuhan PMTB ini dibebani dengan adanya pengetatan kebijakan moneter dan perlambatan perdagangan global. Meskipun begitu, investasi di Indonesia didukung oleh sektor konstruksi seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsumsi masyarakat tetap menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia meskipun nilai upah riil para pekerja tidak tumbuh secara signifikan. Konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh 4,8% pada 2023.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ke depannya, OECD\u00a0 memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan stabil dengan adanya kondisi pasar tenaga kerja yang baik, rendahnya inflasi, dan perbaikan sentimen investor. Pada 2024 dan 2025, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,2%.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kendati demikian, potensi pertumbuhan ekonomi tersebut dihadapkan dengan tantangan eksternal, seperti ketegangan geopolitik, gejolak pasar keuangan, dan hambatan nontarif produk ekspor Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">OECD juga menilai risiko politik akibat Pemilu 2024 cenderung terbatas. Menurutnya, pergantian kekuasaan tidak mengubah kebijakan ekonomi Indonesia secara menyeluruh.<\/p>\n<p><strong>Cek berita dan artikel lainnya di\u00a0<a href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/article\/\">sini<\/a><\/strong><br \/>\n<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis:\u00a0Aqila Bagus Misbahuddin JAKARTA, HnG Insight &#8211; Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,9% tahun ini. OECD mengungkapkan terdapat beberapa indikator yang menunjukkan terjadinya peningkatan permintaan, seperti pertumbuhan sektor manufaktur dan tingkat okupansi hotel. \u201cMeskipun begitu, pembelian semen dan impor semen masih lebih rendah daripada tahun sebelumnya. Penyaluran kredit [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[242],"class_list":["post-3265","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-general","tag-oecd"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>OECD Klaim Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hanya 4,9 Persen - HnG Consulting | Tax Consultant<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight - Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,9% tahun ini.OECD mengungkapkan terdapat beberapa indikator yang menunjukkan terjadinya peningkatan permintaan, seperti pertumbuhan sektor manufaktur dan tingkat okupansi hotel.\u201cMeskipun begitu, pembelian semen dan impor semen masih lebih rendah daripada tahun sebelumnya. Penyaluran kredit perbankan juga masih lesu,\u201d tulis OECD dalam OECD Economic Outlook, dikutip Sabtu (2\/12\/2023).OECD juga menjelaskan pembelian semen dan impor mesin menjadi indikator utama dalam menggambarkan tren pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Dalam hal ini, OECD memproyeksikan PMTB tahun ini bertumbuh 5%.Pertumbuhan PMTB ini dibebani dengan adanya pengetatan kebijakan moneter dan perlambatan perdagangan global. Meskipun begitu, investasi di Indonesia didukung oleh sektor konstruksi seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).Konsumsi masyarakat tetap menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia meskipun nilai upah riil para pekerja tidak tumbuh secara signifikan. Konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh 4,8% pada 2023.Ke depannya, OECD\u00a0 memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan stabil dengan adanya kondisi pasar tenaga kerja yang baik, rendahnya inflasi, dan perbaikan sentimen investor. Pada 2024 dan 2025, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,2%.Kendati demikian, potensi pertumbuhan ekonomi tersebut dihadapkan dengan tantangan eksternal, seperti ketegangan geopolitik, gejolak pasar keuangan, dan hambatan nontarif produk ekspor Indonesia.OECD juga menilai risiko politik akibat Pemilu 2024 cenderung terbatas. Menurutnya, pergantian kekuasaan tidak mengubah kebijakan ekonomi Indonesia secara menyeluruh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"OECD Klaim Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hanya 4,9 Persen - HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight - Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,9% tahun ini.OECD mengungkapkan terdapat beberapa indikator yang menunjukkan terjadinya peningkatan permintaan, seperti pertumbuhan sektor manufaktur dan tingkat okupansi hotel.\u201cMeskipun begitu, pembelian semen dan impor semen masih lebih rendah daripada tahun sebelumnya. Penyaluran kredit perbankan juga masih lesu,\u201d tulis OECD dalam OECD Economic Outlook, dikutip Sabtu (2\/12\/2023).OECD juga menjelaskan pembelian semen dan impor mesin menjadi indikator utama dalam menggambarkan tren pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Dalam hal ini, OECD memproyeksikan PMTB tahun ini bertumbuh 5%.Pertumbuhan PMTB ini dibebani dengan adanya pengetatan kebijakan moneter dan perlambatan perdagangan global. Meskipun begitu, investasi di Indonesia didukung oleh sektor konstruksi seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).Konsumsi masyarakat tetap menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia meskipun nilai upah riil para pekerja tidak tumbuh secara signifikan. Konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh 4,8% pada 2023.Ke depannya, OECD\u00a0 memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan stabil dengan adanya kondisi pasar tenaga kerja yang baik, rendahnya inflasi, dan perbaikan sentimen investor. Pada 2024 dan 2025, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,2%.Kendati demikian, potensi pertumbuhan ekonomi tersebut dihadapkan dengan tantangan eksternal, seperti ketegangan geopolitik, gejolak pasar keuangan, dan hambatan nontarif produk ekspor Indonesia.OECD juga menilai risiko politik akibat Pemilu 2024 cenderung terbatas. Menurutnya, pergantian kekuasaan tidak mengubah kebijakan ekonomi Indonesia secara menyeluruh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-03T12:00:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/OECD-Klaim-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Hanya-49-Persen-1024x576.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"576\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi HnG\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\"},\"headline\":\"OECD Klaim Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hanya 4,9 Persen\",\"datePublished\":\"2024-01-03T12:00:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/\"},\"wordCount\":231,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/OECD-Klaim-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Hanya-49-Persen-e1703738707718.png\",\"keywords\":[\"OECD\"],\"articleSection\":[\"General\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/\",\"name\":\"OECD Klaim Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hanya 4,9 Persen - HnG Consulting | Tax Consultant\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/OECD-Klaim-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Hanya-49-Persen-e1703738707718.png\",\"datePublished\":\"2024-01-03T12:00:33+00:00\",\"description\":\"JAKARTA, HnG Insight - Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,9% tahun ini.OECD mengungkapkan terdapat beberapa indikator yang menunjukkan terjadinya peningkatan permintaan, seperti pertumbuhan sektor manufaktur dan tingkat okupansi hotel.\u201cMeskipun begitu, pembelian semen dan impor semen masih lebih rendah daripada tahun sebelumnya. Penyaluran kredit perbankan juga masih lesu,\u201d tulis OECD dalam OECD Economic Outlook, dikutip Sabtu (2\/12\/2023).OECD juga menjelaskan pembelian semen dan impor mesin menjadi indikator utama dalam menggambarkan tren pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Dalam hal ini, OECD memproyeksikan PMTB tahun ini bertumbuh 5%.Pertumbuhan PMTB ini dibebani dengan adanya pengetatan kebijakan moneter dan perlambatan perdagangan global. Meskipun begitu, investasi di Indonesia didukung oleh sektor konstruksi seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).Konsumsi masyarakat tetap menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia meskipun nilai upah riil para pekerja tidak tumbuh secara signifikan. Konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh 4,8% pada 2023.Ke depannya, OECD\u00a0 memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan stabil dengan adanya kondisi pasar tenaga kerja yang baik, rendahnya inflasi, dan perbaikan sentimen investor. Pada 2024 dan 2025, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,2%.Kendati demikian, potensi pertumbuhan ekonomi tersebut dihadapkan dengan tantangan eksternal, seperti ketegangan geopolitik, gejolak pasar keuangan, dan hambatan nontarif produk ekspor Indonesia.OECD juga menilai risiko politik akibat Pemilu 2024 cenderung terbatas. Menurutnya, pergantian kekuasaan tidak mengubah kebijakan ekonomi Indonesia secara menyeluruh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/OECD-Klaim-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Hanya-49-Persen-e1703738707718.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/OECD-Klaim-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Hanya-49-Persen-e1703738707718.png\",\"width\":880,\"height\":495},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hng.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"OECD Klaim Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hanya 4,9 Persen\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"description\":\"Official Website\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"width\":782,\"height\":405,\"caption\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\",\"https:\/\/x.com\/hng_consulting\",\"https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\",\"name\":\"Redaksi HnG\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi HnG\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/hng.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"OECD Klaim Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hanya 4,9 Persen - HnG Consulting | Tax Consultant","description":"JAKARTA, HnG Insight - Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,9% tahun ini.OECD mengungkapkan terdapat beberapa indikator yang menunjukkan terjadinya peningkatan permintaan, seperti pertumbuhan sektor manufaktur dan tingkat okupansi hotel.\u201cMeskipun begitu, pembelian semen dan impor semen masih lebih rendah daripada tahun sebelumnya. Penyaluran kredit perbankan juga masih lesu,\u201d tulis OECD dalam OECD Economic Outlook, dikutip Sabtu (2\/12\/2023).OECD juga menjelaskan pembelian semen dan impor mesin menjadi indikator utama dalam menggambarkan tren pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Dalam hal ini, OECD memproyeksikan PMTB tahun ini bertumbuh 5%.Pertumbuhan PMTB ini dibebani dengan adanya pengetatan kebijakan moneter dan perlambatan perdagangan global. Meskipun begitu, investasi di Indonesia didukung oleh sektor konstruksi seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).Konsumsi masyarakat tetap menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia meskipun nilai upah riil para pekerja tidak tumbuh secara signifikan. Konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh 4,8% pada 2023.Ke depannya, OECD\u00a0 memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan stabil dengan adanya kondisi pasar tenaga kerja yang baik, rendahnya inflasi, dan perbaikan sentimen investor. Pada 2024 dan 2025, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,2%.Kendati demikian, potensi pertumbuhan ekonomi tersebut dihadapkan dengan tantangan eksternal, seperti ketegangan geopolitik, gejolak pasar keuangan, dan hambatan nontarif produk ekspor Indonesia.OECD juga menilai risiko politik akibat Pemilu 2024 cenderung terbatas. Menurutnya, pergantian kekuasaan tidak mengubah kebijakan ekonomi Indonesia secara menyeluruh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hng.co.id\/id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"OECD Klaim Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hanya 4,9 Persen - HnG Consulting | Tax Consultant","og_description":"JAKARTA, HnG Insight - Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,9% tahun ini.OECD mengungkapkan terdapat beberapa indikator yang menunjukkan terjadinya peningkatan permintaan, seperti pertumbuhan sektor manufaktur dan tingkat okupansi hotel.\u201cMeskipun begitu, pembelian semen dan impor semen masih lebih rendah daripada tahun sebelumnya. Penyaluran kredit perbankan juga masih lesu,\u201d tulis OECD dalam OECD Economic Outlook, dikutip Sabtu (2\/12\/2023).OECD juga menjelaskan pembelian semen dan impor mesin menjadi indikator utama dalam menggambarkan tren pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Dalam hal ini, OECD memproyeksikan PMTB tahun ini bertumbuh 5%.Pertumbuhan PMTB ini dibebani dengan adanya pengetatan kebijakan moneter dan perlambatan perdagangan global. Meskipun begitu, investasi di Indonesia didukung oleh sektor konstruksi seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).Konsumsi masyarakat tetap menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia meskipun nilai upah riil para pekerja tidak tumbuh secara signifikan. Konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh 4,8% pada 2023.Ke depannya, OECD\u00a0 memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan stabil dengan adanya kondisi pasar tenaga kerja yang baik, rendahnya inflasi, dan perbaikan sentimen investor. Pada 2024 dan 2025, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,2%.Kendati demikian, potensi pertumbuhan ekonomi tersebut dihadapkan dengan tantangan eksternal, seperti ketegangan geopolitik, gejolak pasar keuangan, dan hambatan nontarif produk ekspor Indonesia.OECD juga menilai risiko politik akibat Pemilu 2024 cenderung terbatas. Menurutnya, pergantian kekuasaan tidak mengubah kebijakan ekonomi Indonesia secara menyeluruh.","og_url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/","og_site_name":"HnG Consulting | Tax Consultant","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","article_published_time":"2024-01-03T12:00:33+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":576,"url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/OECD-Klaim-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Hanya-49-Persen-1024x576.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi HnG","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@hng_consulting","twitter_site":"@hng_consulting","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi HnG","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/"},"author":{"name":"Redaksi HnG","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e"},"headline":"OECD Klaim Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hanya 4,9 Persen","datePublished":"2024-01-03T12:00:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/"},"wordCount":231,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/OECD-Klaim-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Hanya-49-Persen-e1703738707718.png","keywords":["OECD"],"articleSection":["General"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/","name":"OECD Klaim Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hanya 4,9 Persen - HnG Consulting | Tax Consultant","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/OECD-Klaim-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Hanya-49-Persen-e1703738707718.png","datePublished":"2024-01-03T12:00:33+00:00","description":"JAKARTA, HnG Insight - Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,9% tahun ini.OECD mengungkapkan terdapat beberapa indikator yang menunjukkan terjadinya peningkatan permintaan, seperti pertumbuhan sektor manufaktur dan tingkat okupansi hotel.\u201cMeskipun begitu, pembelian semen dan impor semen masih lebih rendah daripada tahun sebelumnya. Penyaluran kredit perbankan juga masih lesu,\u201d tulis OECD dalam OECD Economic Outlook, dikutip Sabtu (2\/12\/2023).OECD juga menjelaskan pembelian semen dan impor mesin menjadi indikator utama dalam menggambarkan tren pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Dalam hal ini, OECD memproyeksikan PMTB tahun ini bertumbuh 5%.Pertumbuhan PMTB ini dibebani dengan adanya pengetatan kebijakan moneter dan perlambatan perdagangan global. Meskipun begitu, investasi di Indonesia didukung oleh sektor konstruksi seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).Konsumsi masyarakat tetap menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia meskipun nilai upah riil para pekerja tidak tumbuh secara signifikan. Konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh 4,8% pada 2023.Ke depannya, OECD\u00a0 memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan stabil dengan adanya kondisi pasar tenaga kerja yang baik, rendahnya inflasi, dan perbaikan sentimen investor. Pada 2024 dan 2025, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,2%.Kendati demikian, potensi pertumbuhan ekonomi tersebut dihadapkan dengan tantangan eksternal, seperti ketegangan geopolitik, gejolak pasar keuangan, dan hambatan nontarif produk ekspor Indonesia.OECD juga menilai risiko politik akibat Pemilu 2024 cenderung terbatas. Menurutnya, pergantian kekuasaan tidak mengubah kebijakan ekonomi Indonesia secara menyeluruh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/#primaryimage","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/OECD-Klaim-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Hanya-49-Persen-e1703738707718.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/OECD-Klaim-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Hanya-49-Persen-e1703738707718.png","width":880,"height":495},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hng.co.id\/oecd-klaim-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-49-persen\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hng.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"OECD Klaim Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hanya 4,9 Persen"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website","url":"https:\/\/hng.co.id\/","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","description":"Official Website","publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","url":"https:\/\/hng.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","width":782,"height":405,"caption":"HnG Consulting | Tax Consultant"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","https:\/\/x.com\/hng_consulting","https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e","name":"Redaksi HnG","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi HnG"},"sameAs":["https:\/\/hng.co.id"],"url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/"}]}},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3265","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3265"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3265\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3267,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3265\/revisions\/3267"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3265"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3265"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3265"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}