{"id":3133,"date":"2023-12-22T19:00:35","date_gmt":"2023-12-22T12:00:35","guid":{"rendered":"https:\/\/hng.co.id\/?p=3133"},"modified":"2023-12-07T19:30:46","modified_gmt":"2023-12-07T12:30:46","slug":"penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hng.co.id\/id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/","title":{"rendered":"Penerimaan Pajak Alami Perlambatan, Ada 3 Faktor"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/natalie-syaina-abitta-a877321a6\/\">Natalie Syaina Abitta<\/a><\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">JAKARTA, HnG Insight \u2013 Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat terdapat perlambatan pertumbuhan penerimaan pada semester I-2023 sebesar 9,9%.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Realisasi penerimaan pajak hingga semester I-2023 telah mencapai 970,2 triliun atau 56,74 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN. Sri Mulyani memaparkan terdapat 3 faktor utama penyebab perlambatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKinerja penerimaan pajak semester I-2023 masih tumbuh positif tapi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rate of growth<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya terus mengalami normalisasi atau penurunan. Perlambatan dipengaruhi oleh faktor-faktor,\u201d ungkap Sri Mulyani, dikutip Minggu (30\/07\/2023).<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, penerimaan pajak yang tinggi tahun 2022 sangat didorong oleh Program Pengungkapan Sukarela (PPS). Ketidakadaan program PPS di tahun 2023 menyebabkan realisasi PPh final mengalami kontraksi sekitar 47%.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tren perlambatan juga dipengaruhi oleh penurunan harga minyak bumi. Penurunan harga tersebut menyebabkan kinerja PPh migas terkontraksi sebesar 3,86 persen.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibatnya turut terjadi penurunan impor yang memicu kontraksi penerimaan PPh 22 impor sebesar 2,4% dan PPN impor senilai 0,4%.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPenurunan impor ini sejalan dengan perlambatan pertumbuhan sektor industri pengolahan dan perdagangan. Pada saat yang sama, sektor perdagangan juga melambat akibat penurunan harga komoditas,\u201d jelas Sri Mulyani.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, adanya kebijakan restitusi yang dipercepat turut mempengaruhi perlambatan penerimaan. Pada aturan sebelumnya, fasilitas restitusi dipercepat memerlukan pemeriksaan minimal setahun. Namun, kini pengembalian pendahuluan diberikan paling lama 15 hari kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari ketiga faktor utama tersebut, Sri Mulyani menilai kinerja penerimaan pajak hingga semester I-2023 masih cukup baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Secara keseluruhan, kinerja APBN hingga akhir Juni 2023 tetap solid dan baik. Hal itu ditandai dengan total pendapatan negara (pajak, bea cukai, dan penerimaan negara bukan pajak\/PNBP) mencapai Rp 1.407,9 triliun atau 57,2 persen dari total target pertumbuhannya juga cukup tinggi, yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">double digit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">,\u201d jelasnya.<\/span><\/p>\n<p><strong>Cek berita dan artikel lainnya di\u00a0<a href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/article\/\">sini<\/a><\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis:\u00a0Natalie Syaina Abitta JAKARTA, HnG Insight \u2013 Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat terdapat perlambatan pertumbuhan penerimaan pada semester I-2023 sebesar 9,9%. Realisasi penerimaan pajak hingga semester I-2023 telah mencapai 970,2 triliun atau 56,74 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN. Sri Mulyani memaparkan terdapat 3 faktor utama penyebab perlambatan. \u201cKinerja penerimaan pajak semester I-2023 [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3134,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[158],"class_list":["post-3133","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tax","tag-penerimaan-pajak"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penerimaan Pajak Alami Perlambatan, Ada 3 Faktor - HnG Consulting | Tax Consultant<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat terdapat perlambatan pertumbuhan penerimaan pada semester I-2023 sebesar 9,9%.Realisasi penerimaan pajak hingga semester I-2023 telah mencapai 970,2 triliun atau 56,74 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN. Sri Mulyani memaparkan terdapat 3 faktor utama penyebab perlambatan.\u201cKinerja penerimaan pajak semester I-2023 masih tumbuh positif tapi rate of growth-nya terus mengalami normalisasi atau penurunan. Perlambatan dipengaruhi oleh faktor-faktor,\u201d ungkap Sri Mulyani, dikutip Minggu (30\/07\/2023).Pertama, penerimaan pajak yang tinggi tahun 2022 sangat didorong oleh Program Pengungkapan Sukarela (PPS). Ketidakadaan program PPS di tahun 2023 menyebabkan realisasi PPh final mengalami kontraksi sekitar 47%.Kedua, tren perlambatan juga dipengaruhi oleh penurunan harga minyak bumi. Penurunan harga tersebut menyebabkan kinerja PPh migas terkontraksi sebesar 3,86 persen.\u00a0Akibatnya turut terjadi penurunan impor yang memicu kontraksi penerimaan PPh 22 impor sebesar 2,4% dan PPN impor senilai 0,4%.\u201cPenurunan impor ini sejalan dengan perlambatan pertumbuhan sektor industri pengolahan dan perdagangan. Pada saat yang sama, sektor perdagangan juga melambat akibat penurunan harga komoditas,\u201d jelas Sri Mulyani.Ketiga, adanya kebijakan restitusi yang dipercepat turut mempengaruhi perlambatan penerimaan. Pada aturan sebelumnya, fasilitas restitusi dipercepat memerlukan pemeriksaan minimal setahun. Namun, kini pengembalian pendahuluan diberikan paling lama 15 hari kerja.Terlepas dari ketiga faktor utama tersebut, Sri Mulyani menilai kinerja penerimaan pajak hingga semester I-2023 masih cukup baik.\u201cSecara keseluruhan, kinerja APBN hingga akhir Juni 2023 tetap solid dan baik. Hal itu ditandai dengan total pendapatan negara (pajak, bea cukai, dan penerimaan negara bukan pajak\/PNBP) mencapai Rp 1.407,9 triliun atau 57,2 persen dari total target pertumbuhannya juga cukup tinggi, yaitu double digit,\u201d jelasnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penerimaan Pajak Alami Perlambatan, Ada 3 Faktor - HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat terdapat perlambatan pertumbuhan penerimaan pada semester I-2023 sebesar 9,9%.Realisasi penerimaan pajak hingga semester I-2023 telah mencapai 970,2 triliun atau 56,74 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN. Sri Mulyani memaparkan terdapat 3 faktor utama penyebab perlambatan.\u201cKinerja penerimaan pajak semester I-2023 masih tumbuh positif tapi rate of growth-nya terus mengalami normalisasi atau penurunan. Perlambatan dipengaruhi oleh faktor-faktor,\u201d ungkap Sri Mulyani, dikutip Minggu (30\/07\/2023).Pertama, penerimaan pajak yang tinggi tahun 2022 sangat didorong oleh Program Pengungkapan Sukarela (PPS). Ketidakadaan program PPS di tahun 2023 menyebabkan realisasi PPh final mengalami kontraksi sekitar 47%.Kedua, tren perlambatan juga dipengaruhi oleh penurunan harga minyak bumi. Penurunan harga tersebut menyebabkan kinerja PPh migas terkontraksi sebesar 3,86 persen.\u00a0Akibatnya turut terjadi penurunan impor yang memicu kontraksi penerimaan PPh 22 impor sebesar 2,4% dan PPN impor senilai 0,4%.\u201cPenurunan impor ini sejalan dengan perlambatan pertumbuhan sektor industri pengolahan dan perdagangan. Pada saat yang sama, sektor perdagangan juga melambat akibat penurunan harga komoditas,\u201d jelas Sri Mulyani.Ketiga, adanya kebijakan restitusi yang dipercepat turut mempengaruhi perlambatan penerimaan. Pada aturan sebelumnya, fasilitas restitusi dipercepat memerlukan pemeriksaan minimal setahun. Namun, kini pengembalian pendahuluan diberikan paling lama 15 hari kerja.Terlepas dari ketiga faktor utama tersebut, Sri Mulyani menilai kinerja penerimaan pajak hingga semester I-2023 masih cukup baik.\u201cSecara keseluruhan, kinerja APBN hingga akhir Juni 2023 tetap solid dan baik. Hal itu ditandai dengan total pendapatan negara (pajak, bea cukai, dan penerimaan negara bukan pajak\/PNBP) mencapai Rp 1.407,9 triliun atau 57,2 persen dari total target pertumbuhannya juga cukup tinggi, yaitu double digit,\u201d jelasnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-22T12:00:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Penerimaan-Pajak-Alami-Perlambatan-Ada-3-Faktor-1024x576.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"576\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi HnG\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\"},\"headline\":\"Penerimaan Pajak Alami Perlambatan, Ada 3 Faktor\",\"datePublished\":\"2023-12-22T12:00:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/\"},\"wordCount\":264,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Penerimaan-Pajak-Alami-Perlambatan-Ada-3-Faktor-e1701756057516.png\",\"keywords\":[\"Penerimaan Pajak\"],\"articleSection\":[\"Tax\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/\",\"name\":\"Penerimaan Pajak Alami Perlambatan, Ada 3 Faktor - HnG Consulting | Tax Consultant\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Penerimaan-Pajak-Alami-Perlambatan-Ada-3-Faktor-e1701756057516.png\",\"datePublished\":\"2023-12-22T12:00:35+00:00\",\"description\":\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat terdapat perlambatan pertumbuhan penerimaan pada semester I-2023 sebesar 9,9%.Realisasi penerimaan pajak hingga semester I-2023 telah mencapai 970,2 triliun atau 56,74 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN. Sri Mulyani memaparkan terdapat 3 faktor utama penyebab perlambatan.\u201cKinerja penerimaan pajak semester I-2023 masih tumbuh positif tapi rate of growth-nya terus mengalami normalisasi atau penurunan. Perlambatan dipengaruhi oleh faktor-faktor,\u201d ungkap Sri Mulyani, dikutip Minggu (30\/07\/2023).Pertama, penerimaan pajak yang tinggi tahun 2022 sangat didorong oleh Program Pengungkapan Sukarela (PPS). Ketidakadaan program PPS di tahun 2023 menyebabkan realisasi PPh final mengalami kontraksi sekitar 47%.Kedua, tren perlambatan juga dipengaruhi oleh penurunan harga minyak bumi. Penurunan harga tersebut menyebabkan kinerja PPh migas terkontraksi sebesar 3,86 persen.\u00a0Akibatnya turut terjadi penurunan impor yang memicu kontraksi penerimaan PPh 22 impor sebesar 2,4% dan PPN impor senilai 0,4%.\u201cPenurunan impor ini sejalan dengan perlambatan pertumbuhan sektor industri pengolahan dan perdagangan. Pada saat yang sama, sektor perdagangan juga melambat akibat penurunan harga komoditas,\u201d jelas Sri Mulyani.Ketiga, adanya kebijakan restitusi yang dipercepat turut mempengaruhi perlambatan penerimaan. Pada aturan sebelumnya, fasilitas restitusi dipercepat memerlukan pemeriksaan minimal setahun. Namun, kini pengembalian pendahuluan diberikan paling lama 15 hari kerja.Terlepas dari ketiga faktor utama tersebut, Sri Mulyani menilai kinerja penerimaan pajak hingga semester I-2023 masih cukup baik.\u201cSecara keseluruhan, kinerja APBN hingga akhir Juni 2023 tetap solid dan baik. Hal itu ditandai dengan total pendapatan negara (pajak, bea cukai, dan penerimaan negara bukan pajak\/PNBP) mencapai Rp 1.407,9 triliun atau 57,2 persen dari total target pertumbuhannya juga cukup tinggi, yaitu double digit,\u201d jelasnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Penerimaan-Pajak-Alami-Perlambatan-Ada-3-Faktor-e1701756057516.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Penerimaan-Pajak-Alami-Perlambatan-Ada-3-Faktor-e1701756057516.png\",\"width\":880,\"height\":495},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hng.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penerimaan Pajak Alami Perlambatan, Ada 3 Faktor\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"description\":\"Official Website\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"width\":782,\"height\":405,\"caption\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\",\"https:\/\/x.com\/hng_consulting\",\"https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\",\"name\":\"Redaksi HnG\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi HnG\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/hng.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penerimaan Pajak Alami Perlambatan, Ada 3 Faktor - HnG Consulting | Tax Consultant","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat terdapat perlambatan pertumbuhan penerimaan pada semester I-2023 sebesar 9,9%.Realisasi penerimaan pajak hingga semester I-2023 telah mencapai 970,2 triliun atau 56,74 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN. Sri Mulyani memaparkan terdapat 3 faktor utama penyebab perlambatan.\u201cKinerja penerimaan pajak semester I-2023 masih tumbuh positif tapi rate of growth-nya terus mengalami normalisasi atau penurunan. Perlambatan dipengaruhi oleh faktor-faktor,\u201d ungkap Sri Mulyani, dikutip Minggu (30\/07\/2023).Pertama, penerimaan pajak yang tinggi tahun 2022 sangat didorong oleh Program Pengungkapan Sukarela (PPS). Ketidakadaan program PPS di tahun 2023 menyebabkan realisasi PPh final mengalami kontraksi sekitar 47%.Kedua, tren perlambatan juga dipengaruhi oleh penurunan harga minyak bumi. Penurunan harga tersebut menyebabkan kinerja PPh migas terkontraksi sebesar 3,86 persen.\u00a0Akibatnya turut terjadi penurunan impor yang memicu kontraksi penerimaan PPh 22 impor sebesar 2,4% dan PPN impor senilai 0,4%.\u201cPenurunan impor ini sejalan dengan perlambatan pertumbuhan sektor industri pengolahan dan perdagangan. Pada saat yang sama, sektor perdagangan juga melambat akibat penurunan harga komoditas,\u201d jelas Sri Mulyani.Ketiga, adanya kebijakan restitusi yang dipercepat turut mempengaruhi perlambatan penerimaan. Pada aturan sebelumnya, fasilitas restitusi dipercepat memerlukan pemeriksaan minimal setahun. Namun, kini pengembalian pendahuluan diberikan paling lama 15 hari kerja.Terlepas dari ketiga faktor utama tersebut, Sri Mulyani menilai kinerja penerimaan pajak hingga semester I-2023 masih cukup baik.\u201cSecara keseluruhan, kinerja APBN hingga akhir Juni 2023 tetap solid dan baik. Hal itu ditandai dengan total pendapatan negara (pajak, bea cukai, dan penerimaan negara bukan pajak\/PNBP) mencapai Rp 1.407,9 triliun atau 57,2 persen dari total target pertumbuhannya juga cukup tinggi, yaitu double digit,\u201d jelasnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hng.co.id\/id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Penerimaan Pajak Alami Perlambatan, Ada 3 Faktor - HnG Consulting | Tax Consultant","og_description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat terdapat perlambatan pertumbuhan penerimaan pada semester I-2023 sebesar 9,9%.Realisasi penerimaan pajak hingga semester I-2023 telah mencapai 970,2 triliun atau 56,74 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN. Sri Mulyani memaparkan terdapat 3 faktor utama penyebab perlambatan.\u201cKinerja penerimaan pajak semester I-2023 masih tumbuh positif tapi rate of growth-nya terus mengalami normalisasi atau penurunan. Perlambatan dipengaruhi oleh faktor-faktor,\u201d ungkap Sri Mulyani, dikutip Minggu (30\/07\/2023).Pertama, penerimaan pajak yang tinggi tahun 2022 sangat didorong oleh Program Pengungkapan Sukarela (PPS). Ketidakadaan program PPS di tahun 2023 menyebabkan realisasi PPh final mengalami kontraksi sekitar 47%.Kedua, tren perlambatan juga dipengaruhi oleh penurunan harga minyak bumi. Penurunan harga tersebut menyebabkan kinerja PPh migas terkontraksi sebesar 3,86 persen.\u00a0Akibatnya turut terjadi penurunan impor yang memicu kontraksi penerimaan PPh 22 impor sebesar 2,4% dan PPN impor senilai 0,4%.\u201cPenurunan impor ini sejalan dengan perlambatan pertumbuhan sektor industri pengolahan dan perdagangan. Pada saat yang sama, sektor perdagangan juga melambat akibat penurunan harga komoditas,\u201d jelas Sri Mulyani.Ketiga, adanya kebijakan restitusi yang dipercepat turut mempengaruhi perlambatan penerimaan. Pada aturan sebelumnya, fasilitas restitusi dipercepat memerlukan pemeriksaan minimal setahun. Namun, kini pengembalian pendahuluan diberikan paling lama 15 hari kerja.Terlepas dari ketiga faktor utama tersebut, Sri Mulyani menilai kinerja penerimaan pajak hingga semester I-2023 masih cukup baik.\u201cSecara keseluruhan, kinerja APBN hingga akhir Juni 2023 tetap solid dan baik. Hal itu ditandai dengan total pendapatan negara (pajak, bea cukai, dan penerimaan negara bukan pajak\/PNBP) mencapai Rp 1.407,9 triliun atau 57,2 persen dari total target pertumbuhannya juga cukup tinggi, yaitu double digit,\u201d jelasnya.","og_url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/","og_site_name":"HnG Consulting | Tax Consultant","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","article_published_time":"2023-12-22T12:00:35+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":576,"url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Penerimaan-Pajak-Alami-Perlambatan-Ada-3-Faktor-1024x576.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi HnG","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@hng_consulting","twitter_site":"@hng_consulting","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi HnG","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/"},"author":{"name":"Redaksi HnG","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e"},"headline":"Penerimaan Pajak Alami Perlambatan, Ada 3 Faktor","datePublished":"2023-12-22T12:00:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/"},"wordCount":264,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Penerimaan-Pajak-Alami-Perlambatan-Ada-3-Faktor-e1701756057516.png","keywords":["Penerimaan Pajak"],"articleSection":["Tax"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/","name":"Penerimaan Pajak Alami Perlambatan, Ada 3 Faktor - HnG Consulting | Tax Consultant","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Penerimaan-Pajak-Alami-Perlambatan-Ada-3-Faktor-e1701756057516.png","datePublished":"2023-12-22T12:00:35+00:00","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat terdapat perlambatan pertumbuhan penerimaan pada semester I-2023 sebesar 9,9%.Realisasi penerimaan pajak hingga semester I-2023 telah mencapai 970,2 triliun atau 56,74 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN. Sri Mulyani memaparkan terdapat 3 faktor utama penyebab perlambatan.\u201cKinerja penerimaan pajak semester I-2023 masih tumbuh positif tapi rate of growth-nya terus mengalami normalisasi atau penurunan. Perlambatan dipengaruhi oleh faktor-faktor,\u201d ungkap Sri Mulyani, dikutip Minggu (30\/07\/2023).Pertama, penerimaan pajak yang tinggi tahun 2022 sangat didorong oleh Program Pengungkapan Sukarela (PPS). Ketidakadaan program PPS di tahun 2023 menyebabkan realisasi PPh final mengalami kontraksi sekitar 47%.Kedua, tren perlambatan juga dipengaruhi oleh penurunan harga minyak bumi. Penurunan harga tersebut menyebabkan kinerja PPh migas terkontraksi sebesar 3,86 persen.\u00a0Akibatnya turut terjadi penurunan impor yang memicu kontraksi penerimaan PPh 22 impor sebesar 2,4% dan PPN impor senilai 0,4%.\u201cPenurunan impor ini sejalan dengan perlambatan pertumbuhan sektor industri pengolahan dan perdagangan. Pada saat yang sama, sektor perdagangan juga melambat akibat penurunan harga komoditas,\u201d jelas Sri Mulyani.Ketiga, adanya kebijakan restitusi yang dipercepat turut mempengaruhi perlambatan penerimaan. Pada aturan sebelumnya, fasilitas restitusi dipercepat memerlukan pemeriksaan minimal setahun. Namun, kini pengembalian pendahuluan diberikan paling lama 15 hari kerja.Terlepas dari ketiga faktor utama tersebut, Sri Mulyani menilai kinerja penerimaan pajak hingga semester I-2023 masih cukup baik.\u201cSecara keseluruhan, kinerja APBN hingga akhir Juni 2023 tetap solid dan baik. Hal itu ditandai dengan total pendapatan negara (pajak, bea cukai, dan penerimaan negara bukan pajak\/PNBP) mencapai Rp 1.407,9 triliun atau 57,2 persen dari total target pertumbuhannya juga cukup tinggi, yaitu double digit,\u201d jelasnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/#primaryimage","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Penerimaan-Pajak-Alami-Perlambatan-Ada-3-Faktor-e1701756057516.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Penerimaan-Pajak-Alami-Perlambatan-Ada-3-Faktor-e1701756057516.png","width":880,"height":495},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hng.co.id\/penerimaan-pajak-alami-perlambatan-ada-3-faktor\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hng.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penerimaan Pajak Alami Perlambatan, Ada 3 Faktor"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website","url":"https:\/\/hng.co.id\/","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","description":"Official Website","publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","url":"https:\/\/hng.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","width":782,"height":405,"caption":"HnG Consulting | Tax Consultant"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","https:\/\/x.com\/hng_consulting","https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e","name":"Redaksi HnG","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi HnG"},"sameAs":["https:\/\/hng.co.id"],"url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/"}]}},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3133","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3133"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3133\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3143,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3133\/revisions\/3143"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3134"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3133"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3133"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3133"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}