{"id":3029,"date":"2023-11-25T19:00:38","date_gmt":"2023-11-25T12:00:38","guid":{"rendered":"https:\/\/hng.co.id\/?p=3029"},"modified":"2023-11-24T14:11:53","modified_gmt":"2023-11-24T07:11:53","slug":"bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hng.co.id\/id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/","title":{"rendered":"BPK Temukan Piutang Pajak 7,2 Triliun, DJP Dinilai Belum Optimal"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/natalie-syaina-abitta-a877321a6\/\">Natalie Syaina Abitta<\/a><\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">JAKARTA, HnG Insight \u2013 Badan Pemeriksa Keuangan kembali temukan adanya piutang macet dan daluwarsa yang belum ditagih secara optimal oleh Ditjen Pajak (DJP).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui LHP SPI dan Kepatuhan 2022, terdapat Rp7,2 triliun piutang macet dan Rp808,1 miliar piutang daluwarsa yang belum ditagih secara optimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHal itu disebabkan kantor pelayanan pajak (KPP) DJP terkait tidak cermat melakukan pengawasan terhadap upaya penagihan di unit kerjanya,\u201d tulis BPK dalam LHP SPI dan Kepatuhan 2022, dikutip Minggu (25\/06\/2023).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Piutang macet sebesar Rp7,2 triliun terdiri dari 351 ketetapan sejumlah Rp1,39 triliun belum ditagih, 86 ketetapan senilai Rp39,58 miliar baru diterbitkan surat teguran dan 863 ketetapan senilai Rp5,76 triliun telah diterbitkan surat paksa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, piutang daluwarsa senilai Rp808,1 miliar berasal dari 239 ketetapan senilai Rp355,31 miliar belum ditagih dan 97 ketetapan senilai Rp452,86 miliar yang sudah diterbikan surat paksa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun piutang macet dan daluwarsa tersebut belum dilakukan penyitaan aset milik wajib pajak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demi membereskan hal tersebut, BPK merekomendasikan agar Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk untuk menginventarisasi piutang macet dan belum daluwarsa. Penagihan aktif harus dilakukan secara efektif dan efisien.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, Kantor Wilayah DJP disarankan agar mengawasi dan mengendalikan kegiatan penagihan KPP.<\/span><\/p>\n<p><strong>Cek berita dan artikel lainnya di\u00a0<a href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/article\/\">sini<\/a><\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis:\u00a0Natalie Syaina Abitta JAKARTA, HnG Insight \u2013 Badan Pemeriksa Keuangan kembali temukan adanya piutang macet dan daluwarsa yang belum ditagih secara optimal oleh Ditjen Pajak (DJP). Melalui LHP SPI dan Kepatuhan 2022, terdapat Rp7,2 triliun piutang macet dan Rp808,1 miliar piutang daluwarsa yang belum ditagih secara optimal. \u201cHal itu disebabkan kantor pelayanan pajak (KPP) DJP [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3058,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[243],"class_list":["post-3029","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tax","tag-piutang-pajak"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>BPK Temukan Piutang Pajak 7,2 Triliun, DJP Dinilai Belum Optimal - HnG Consulting | Tax Consultant<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Badan Pemeriksa Keuangan kembali temukan adanya piutang macet dan daluwarsa yang belum ditagih secara optimal oleh Ditjen Pajak (DJP).Melalui LHP SPI dan Kepatuhan 2022, terdapat Rp7,2 triliun piutang macet dan Rp808,1 miliar piutang daluwarsa yang belum ditagih secara optimal.\u201cHal itu disebabkan kantor pelayanan pajak (KPP) DJP terkait tidak cermat melakukan pengawasan terhadap upaya penagihan di unit kerjanya,\u201d tulis BPK dalam LHP SPI dan Kepatuhan 2022, dikutip Minggu (25\/06\/2023).Piutang macet sebesar Rp7,2 triliun terdiri dari 351 ketetapan sejumlah Rp1,39 triliun belum ditagih, 86 ketetapan senilai Rp39,58 miliar baru diterbitkan surat teguran dan 863 ketetapan senilai Rp5,76 triliun telah diterbitkan surat paksa.Di sisi lain, piutang daluwarsa senilai Rp808,1 miliar berasal dari 239 ketetapan senilai Rp355,31 miliar belum ditagih dan 97 ketetapan senilai Rp452,86 miliar yang sudah diterbikan surat paksa.Adapun piutang macet dan daluwarsa tersebut belum dilakukan penyitaan aset milik wajib pajak.Demi membereskan hal tersebut, BPK merekomendasikan agar Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk untuk menginventarisasi piutang macet dan belum daluwarsa. Penagihan aktif harus dilakukan secara efektif dan efisien.Selain itu, Kantor Wilayah DJP disarankan agar mengawasi dan mengendalikan kegiatan penagihan KPP.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"BPK Temukan Piutang Pajak 7,2 Triliun, DJP Dinilai Belum Optimal - HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Badan Pemeriksa Keuangan kembali temukan adanya piutang macet dan daluwarsa yang belum ditagih secara optimal oleh Ditjen Pajak (DJP).Melalui LHP SPI dan Kepatuhan 2022, terdapat Rp7,2 triliun piutang macet dan Rp808,1 miliar piutang daluwarsa yang belum ditagih secara optimal.\u201cHal itu disebabkan kantor pelayanan pajak (KPP) DJP terkait tidak cermat melakukan pengawasan terhadap upaya penagihan di unit kerjanya,\u201d tulis BPK dalam LHP SPI dan Kepatuhan 2022, dikutip Minggu (25\/06\/2023).Piutang macet sebesar Rp7,2 triliun terdiri dari 351 ketetapan sejumlah Rp1,39 triliun belum ditagih, 86 ketetapan senilai Rp39,58 miliar baru diterbitkan surat teguran dan 863 ketetapan senilai Rp5,76 triliun telah diterbitkan surat paksa.Di sisi lain, piutang daluwarsa senilai Rp808,1 miliar berasal dari 239 ketetapan senilai Rp355,31 miliar belum ditagih dan 97 ketetapan senilai Rp452,86 miliar yang sudah diterbikan surat paksa.Adapun piutang macet dan daluwarsa tersebut belum dilakukan penyitaan aset milik wajib pajak.Demi membereskan hal tersebut, BPK merekomendasikan agar Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk untuk menginventarisasi piutang macet dan belum daluwarsa. Penagihan aktif harus dilakukan secara efektif dan efisien.Selain itu, Kantor Wilayah DJP disarankan agar mengawasi dan mengendalikan kegiatan penagihan KPP.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-11-25T12:00:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/BPK-Temukan-Piutang-Pajak-72-Triliun-DJP-Dinilai-Belum-Optimal-e1700809897176.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"880\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"495\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi HnG\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\"},\"headline\":\"BPK Temukan Piutang Pajak 7,2 Triliun, DJP Dinilai Belum Optimal\",\"datePublished\":\"2023-11-25T12:00:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/\"},\"wordCount\":199,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/BPK-Temukan-Piutang-Pajak-72-Triliun-DJP-Dinilai-Belum-Optimal-e1700809897176.png\",\"keywords\":[\"Piutang Pajak\"],\"articleSection\":[\"Tax\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/\",\"name\":\"BPK Temukan Piutang Pajak 7,2 Triliun, DJP Dinilai Belum Optimal - HnG Consulting | Tax Consultant\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/BPK-Temukan-Piutang-Pajak-72-Triliun-DJP-Dinilai-Belum-Optimal-e1700809897176.png\",\"datePublished\":\"2023-11-25T12:00:38+00:00\",\"description\":\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Badan Pemeriksa Keuangan kembali temukan adanya piutang macet dan daluwarsa yang belum ditagih secara optimal oleh Ditjen Pajak (DJP).Melalui LHP SPI dan Kepatuhan 2022, terdapat Rp7,2 triliun piutang macet dan Rp808,1 miliar piutang daluwarsa yang belum ditagih secara optimal.\u201cHal itu disebabkan kantor pelayanan pajak (KPP) DJP terkait tidak cermat melakukan pengawasan terhadap upaya penagihan di unit kerjanya,\u201d tulis BPK dalam LHP SPI dan Kepatuhan 2022, dikutip Minggu (25\/06\/2023).Piutang macet sebesar Rp7,2 triliun terdiri dari 351 ketetapan sejumlah Rp1,39 triliun belum ditagih, 86 ketetapan senilai Rp39,58 miliar baru diterbitkan surat teguran dan 863 ketetapan senilai Rp5,76 triliun telah diterbitkan surat paksa.Di sisi lain, piutang daluwarsa senilai Rp808,1 miliar berasal dari 239 ketetapan senilai Rp355,31 miliar belum ditagih dan 97 ketetapan senilai Rp452,86 miliar yang sudah diterbikan surat paksa.Adapun piutang macet dan daluwarsa tersebut belum dilakukan penyitaan aset milik wajib pajak.Demi membereskan hal tersebut, BPK merekomendasikan agar Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk untuk menginventarisasi piutang macet dan belum daluwarsa. Penagihan aktif harus dilakukan secara efektif dan efisien.Selain itu, Kantor Wilayah DJP disarankan agar mengawasi dan mengendalikan kegiatan penagihan KPP.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/BPK-Temukan-Piutang-Pajak-72-Triliun-DJP-Dinilai-Belum-Optimal-e1700809897176.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/BPK-Temukan-Piutang-Pajak-72-Triliun-DJP-Dinilai-Belum-Optimal-e1700809897176.png\",\"width\":880,\"height\":495},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hng.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"BPK Temukan Piutang Pajak 7,2 Triliun, DJP Dinilai Belum Optimal\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"description\":\"Official Website\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"width\":782,\"height\":405,\"caption\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\",\"https:\/\/x.com\/hng_consulting\",\"https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\",\"name\":\"Redaksi HnG\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi HnG\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/hng.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"BPK Temukan Piutang Pajak 7,2 Triliun, DJP Dinilai Belum Optimal - HnG Consulting | Tax Consultant","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Badan Pemeriksa Keuangan kembali temukan adanya piutang macet dan daluwarsa yang belum ditagih secara optimal oleh Ditjen Pajak (DJP).Melalui LHP SPI dan Kepatuhan 2022, terdapat Rp7,2 triliun piutang macet dan Rp808,1 miliar piutang daluwarsa yang belum ditagih secara optimal.\u201cHal itu disebabkan kantor pelayanan pajak (KPP) DJP terkait tidak cermat melakukan pengawasan terhadap upaya penagihan di unit kerjanya,\u201d tulis BPK dalam LHP SPI dan Kepatuhan 2022, dikutip Minggu (25\/06\/2023).Piutang macet sebesar Rp7,2 triliun terdiri dari 351 ketetapan sejumlah Rp1,39 triliun belum ditagih, 86 ketetapan senilai Rp39,58 miliar baru diterbitkan surat teguran dan 863 ketetapan senilai Rp5,76 triliun telah diterbitkan surat paksa.Di sisi lain, piutang daluwarsa senilai Rp808,1 miliar berasal dari 239 ketetapan senilai Rp355,31 miliar belum ditagih dan 97 ketetapan senilai Rp452,86 miliar yang sudah diterbikan surat paksa.Adapun piutang macet dan daluwarsa tersebut belum dilakukan penyitaan aset milik wajib pajak.Demi membereskan hal tersebut, BPK merekomendasikan agar Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk untuk menginventarisasi piutang macet dan belum daluwarsa. Penagihan aktif harus dilakukan secara efektif dan efisien.Selain itu, Kantor Wilayah DJP disarankan agar mengawasi dan mengendalikan kegiatan penagihan KPP.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hng.co.id\/id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"BPK Temukan Piutang Pajak 7,2 Triliun, DJP Dinilai Belum Optimal - HnG Consulting | Tax Consultant","og_description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Badan Pemeriksa Keuangan kembali temukan adanya piutang macet dan daluwarsa yang belum ditagih secara optimal oleh Ditjen Pajak (DJP).Melalui LHP SPI dan Kepatuhan 2022, terdapat Rp7,2 triliun piutang macet dan Rp808,1 miliar piutang daluwarsa yang belum ditagih secara optimal.\u201cHal itu disebabkan kantor pelayanan pajak (KPP) DJP terkait tidak cermat melakukan pengawasan terhadap upaya penagihan di unit kerjanya,\u201d tulis BPK dalam LHP SPI dan Kepatuhan 2022, dikutip Minggu (25\/06\/2023).Piutang macet sebesar Rp7,2 triliun terdiri dari 351 ketetapan sejumlah Rp1,39 triliun belum ditagih, 86 ketetapan senilai Rp39,58 miliar baru diterbitkan surat teguran dan 863 ketetapan senilai Rp5,76 triliun telah diterbitkan surat paksa.Di sisi lain, piutang daluwarsa senilai Rp808,1 miliar berasal dari 239 ketetapan senilai Rp355,31 miliar belum ditagih dan 97 ketetapan senilai Rp452,86 miliar yang sudah diterbikan surat paksa.Adapun piutang macet dan daluwarsa tersebut belum dilakukan penyitaan aset milik wajib pajak.Demi membereskan hal tersebut, BPK merekomendasikan agar Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk untuk menginventarisasi piutang macet dan belum daluwarsa. Penagihan aktif harus dilakukan secara efektif dan efisien.Selain itu, Kantor Wilayah DJP disarankan agar mengawasi dan mengendalikan kegiatan penagihan KPP.","og_url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/","og_site_name":"HnG Consulting | Tax Consultant","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","article_published_time":"2023-11-25T12:00:38+00:00","og_image":[{"width":880,"height":495,"url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/BPK-Temukan-Piutang-Pajak-72-Triliun-DJP-Dinilai-Belum-Optimal-e1700809897176.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi HnG","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@hng_consulting","twitter_site":"@hng_consulting","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi HnG","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/"},"author":{"name":"Redaksi HnG","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e"},"headline":"BPK Temukan Piutang Pajak 7,2 Triliun, DJP Dinilai Belum Optimal","datePublished":"2023-11-25T12:00:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/"},"wordCount":199,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/BPK-Temukan-Piutang-Pajak-72-Triliun-DJP-Dinilai-Belum-Optimal-e1700809897176.png","keywords":["Piutang Pajak"],"articleSection":["Tax"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/","name":"BPK Temukan Piutang Pajak 7,2 Triliun, DJP Dinilai Belum Optimal - HnG Consulting | Tax Consultant","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/BPK-Temukan-Piutang-Pajak-72-Triliun-DJP-Dinilai-Belum-Optimal-e1700809897176.png","datePublished":"2023-11-25T12:00:38+00:00","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Badan Pemeriksa Keuangan kembali temukan adanya piutang macet dan daluwarsa yang belum ditagih secara optimal oleh Ditjen Pajak (DJP).Melalui LHP SPI dan Kepatuhan 2022, terdapat Rp7,2 triliun piutang macet dan Rp808,1 miliar piutang daluwarsa yang belum ditagih secara optimal.\u201cHal itu disebabkan kantor pelayanan pajak (KPP) DJP terkait tidak cermat melakukan pengawasan terhadap upaya penagihan di unit kerjanya,\u201d tulis BPK dalam LHP SPI dan Kepatuhan 2022, dikutip Minggu (25\/06\/2023).Piutang macet sebesar Rp7,2 triliun terdiri dari 351 ketetapan sejumlah Rp1,39 triliun belum ditagih, 86 ketetapan senilai Rp39,58 miliar baru diterbitkan surat teguran dan 863 ketetapan senilai Rp5,76 triliun telah diterbitkan surat paksa.Di sisi lain, piutang daluwarsa senilai Rp808,1 miliar berasal dari 239 ketetapan senilai Rp355,31 miliar belum ditagih dan 97 ketetapan senilai Rp452,86 miliar yang sudah diterbikan surat paksa.Adapun piutang macet dan daluwarsa tersebut belum dilakukan penyitaan aset milik wajib pajak.Demi membereskan hal tersebut, BPK merekomendasikan agar Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk untuk menginventarisasi piutang macet dan belum daluwarsa. Penagihan aktif harus dilakukan secara efektif dan efisien.Selain itu, Kantor Wilayah DJP disarankan agar mengawasi dan mengendalikan kegiatan penagihan KPP.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/#primaryimage","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/BPK-Temukan-Piutang-Pajak-72-Triliun-DJP-Dinilai-Belum-Optimal-e1700809897176.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/BPK-Temukan-Piutang-Pajak-72-Triliun-DJP-Dinilai-Belum-Optimal-e1700809897176.png","width":880,"height":495},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hng.co.id\/bpk-temukan-piutang-pajak-72-triliun-djp-dinilai-belum-optimal\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hng.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"BPK Temukan Piutang Pajak 7,2 Triliun, DJP Dinilai Belum Optimal"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website","url":"https:\/\/hng.co.id\/","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","description":"Official Website","publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","url":"https:\/\/hng.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","width":782,"height":405,"caption":"HnG Consulting | Tax Consultant"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","https:\/\/x.com\/hng_consulting","https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e","name":"Redaksi HnG","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi HnG"},"sameAs":["https:\/\/hng.co.id"],"url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/"}]}},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3029","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3029"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3029\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3031,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3029\/revisions\/3031"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3058"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3029"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3029"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3029"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}