{"id":2999,"date":"2023-12-02T19:00:26","date_gmt":"2023-12-02T12:00:26","guid":{"rendered":"https:\/\/hng.co.id\/?p=2999"},"modified":"2023-11-28T13:08:11","modified_gmt":"2023-11-28T06:08:11","slug":"dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hng.co.id\/id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/","title":{"rendered":"Dua Hal Ini Jadi Faktor Penerimaan Bea Cukai Melambat, Sri Mulyani Buka Suara"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/aqilabagus\/\">Aqila Bagus Misbahuddin<\/a><\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">JAKARTA, HnG Insight \u2013 Kementerian Keuangan mencatat penerimaan bea cukai sampai Mei 2023 mencapai Rp118,36 triliun atau 39,04% dari target APBN.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bea cukai mengalami pertumbuhan negatif 15,64% disebabkan oleh beberapa hal. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">harga komoditas mengalami koreksi, seperti harga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Crude Palm Oil<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (CPO) yang termoderasi.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKedua, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ada beberapa komoditas yang dilarang untuk diekspor sehingga dalam hal ini pertumbuhan bea keluar memang sangat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">policy agreement <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">commodity agreement<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">,\u201d kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN Kita Edisi Juni 2023, dikutip Minggu (2\/7\/2023).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penerimaan bea masuk secara kumulatif sampai Mei Rp20,41 atau triliun tumbuh 7,87%. Hal tersebut didorong menguatnya kurs dollar Amerika Serikat dan pertumbuhan bea masuk dari komoditas industri kendaraan bermotor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun penerimaan bea keluar mengalami penurunan 67,52% atau Rp5,15 triliun. Untuk bea keluar produk sawit turun 64,13%, bea keluar produk tembaga 82,04%, dan bea keluar bauksit turun 82,58%.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sri Mulyani juga menuturkan cukai hasil tembakau (CHT) telah terkumpul Rp89,95 triliun hingga Mei 2023 atau turun 12,45% dibandingkan tahun lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dua golongan teratas mengalami penurunan produksi, yaitu produksi hasil tembakau Golongan 1 turun 29,58% dan Golongan 2 turun 12,42%. Sedangkan, Golongan 3 justru naik hingga 24,68%.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJangan sampai produksi turun ke Golongan 3 sehingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">policy <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk mengendalikan produksi menjadi tidak efektif,\u201d tambahnya.<\/span><\/p>\n<p><strong>Cek berita dan artikel lainnya di\u00a0<a href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/article\/\">sini<\/a><\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis:\u00a0Aqila Bagus Misbahuddin JAKARTA, HnG Insight \u2013 Kementerian Keuangan mencatat penerimaan bea cukai sampai Mei 2023 mencapai Rp118,36 triliun atau 39,04% dari target APBN. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bea cukai mengalami pertumbuhan negatif 15,64% disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, harga komoditas mengalami koreksi, seperti harga Crude Palm Oil (CPO) yang termoderasi. \u201cKedua, ada beberapa [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3000,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[91],"class_list":["post-2999","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tax","tag-bea-cukai"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dua Hal Ini Jadi Faktor Penerimaan Bea Cukai Melambat, Sri Mulyani Buka Suara - HnG Consulting | Tax Consultant<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Kementerian Keuangan mencatat penerimaan bea cukai sampai Mei 2023 mencapai Rp118,36 triliun atau 39,04% dari target APBN.Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bea cukai mengalami pertumbuhan negatif 15,64% disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, harga komoditas mengalami koreksi, seperti harga Crude Palm Oil (CPO) yang termoderasi.\u201cKedua, ada beberapa komoditas yang dilarang untuk diekspor sehingga dalam hal ini pertumbuhan bea keluar memang sangat policy agreement dan commodity agreement,\u201d kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN Kita Edisi Juni 2023, dikutip Minggu (2\/7\/2023).Penerimaan bea masuk secara kumulatif sampai Mei Rp20,41 atau triliun tumbuh 7,87%. Hal tersebut didorong menguatnya kurs dollar Amerika Serikat dan pertumbuhan bea masuk dari komoditas industri kendaraan bermotor.Adapun penerimaan bea keluar mengalami penurunan 67,52% atau Rp5,15 triliun. Untuk bea keluar produk sawit turun 64,13%, bea keluar produk tembaga 82,04%, dan bea keluar bauksit turun 82,58%.Sri Mulyani juga menuturkan cukai hasil tembakau (CHT) telah terkumpul Rp89,95 triliun hingga Mei 2023 atau turun 12,45% dibandingkan tahun lalu.Dua golongan teratas mengalami penurunan produksi, yaitu produksi hasil tembakau Golongan 1 turun 29,58% dan Golongan 2 turun 12,42%. Sedangkan, Golongan 3 justru naik hingga 24,68%.\u201cJangan sampai produksi turun ke Golongan 3 sehingga policy untuk mengendalikan produksi menjadi tidak efektif,\u201d tambahnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dua Hal Ini Jadi Faktor Penerimaan Bea Cukai Melambat, Sri Mulyani Buka Suara - HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Kementerian Keuangan mencatat penerimaan bea cukai sampai Mei 2023 mencapai Rp118,36 triliun atau 39,04% dari target APBN.Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bea cukai mengalami pertumbuhan negatif 15,64% disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, harga komoditas mengalami koreksi, seperti harga Crude Palm Oil (CPO) yang termoderasi.\u201cKedua, ada beberapa komoditas yang dilarang untuk diekspor sehingga dalam hal ini pertumbuhan bea keluar memang sangat policy agreement dan commodity agreement,\u201d kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN Kita Edisi Juni 2023, dikutip Minggu (2\/7\/2023).Penerimaan bea masuk secara kumulatif sampai Mei Rp20,41 atau triliun tumbuh 7,87%. Hal tersebut didorong menguatnya kurs dollar Amerika Serikat dan pertumbuhan bea masuk dari komoditas industri kendaraan bermotor.Adapun penerimaan bea keluar mengalami penurunan 67,52% atau Rp5,15 triliun. Untuk bea keluar produk sawit turun 64,13%, bea keluar produk tembaga 82,04%, dan bea keluar bauksit turun 82,58%.Sri Mulyani juga menuturkan cukai hasil tembakau (CHT) telah terkumpul Rp89,95 triliun hingga Mei 2023 atau turun 12,45% dibandingkan tahun lalu.Dua golongan teratas mengalami penurunan produksi, yaitu produksi hasil tembakau Golongan 1 turun 29,58% dan Golongan 2 turun 12,42%. Sedangkan, Golongan 3 justru naik hingga 24,68%.\u201cJangan sampai produksi turun ke Golongan 3 sehingga policy untuk mengendalikan produksi menjadi tidak efektif,\u201d tambahnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-02T12:00:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/N-Dua-Hal-Ini-Jadi-Faktor-Penerimaan-Bea-Cukai-Melambat-Sri-Mulyani-Buka-Suara-1024x576.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"576\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi HnG\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\"},\"headline\":\"Dua Hal Ini Jadi Faktor Penerimaan Bea Cukai Melambat, Sri Mulyani Buka Suara\",\"datePublished\":\"2023-12-02T12:00:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/\"},\"wordCount\":209,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/N-Dua-Hal-Ini-Jadi-Faktor-Penerimaan-Bea-Cukai-Melambat-Sri-Mulyani-Buka-Suara-e1698414194438.png\",\"keywords\":[\"Bea Cukai\"],\"articleSection\":[\"Tax\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/\",\"name\":\"Dua Hal Ini Jadi Faktor Penerimaan Bea Cukai Melambat, Sri Mulyani Buka Suara - HnG Consulting | Tax Consultant\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/N-Dua-Hal-Ini-Jadi-Faktor-Penerimaan-Bea-Cukai-Melambat-Sri-Mulyani-Buka-Suara-e1698414194438.png\",\"datePublished\":\"2023-12-02T12:00:26+00:00\",\"description\":\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Kementerian Keuangan mencatat penerimaan bea cukai sampai Mei 2023 mencapai Rp118,36 triliun atau 39,04% dari target APBN.Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bea cukai mengalami pertumbuhan negatif 15,64% disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, harga komoditas mengalami koreksi, seperti harga Crude Palm Oil (CPO) yang termoderasi.\u201cKedua, ada beberapa komoditas yang dilarang untuk diekspor sehingga dalam hal ini pertumbuhan bea keluar memang sangat policy agreement dan commodity agreement,\u201d kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN Kita Edisi Juni 2023, dikutip Minggu (2\/7\/2023).Penerimaan bea masuk secara kumulatif sampai Mei Rp20,41 atau triliun tumbuh 7,87%. Hal tersebut didorong menguatnya kurs dollar Amerika Serikat dan pertumbuhan bea masuk dari komoditas industri kendaraan bermotor.Adapun penerimaan bea keluar mengalami penurunan 67,52% atau Rp5,15 triliun. Untuk bea keluar produk sawit turun 64,13%, bea keluar produk tembaga 82,04%, dan bea keluar bauksit turun 82,58%.Sri Mulyani juga menuturkan cukai hasil tembakau (CHT) telah terkumpul Rp89,95 triliun hingga Mei 2023 atau turun 12,45% dibandingkan tahun lalu.Dua golongan teratas mengalami penurunan produksi, yaitu produksi hasil tembakau Golongan 1 turun 29,58% dan Golongan 2 turun 12,42%. Sedangkan, Golongan 3 justru naik hingga 24,68%.\u201cJangan sampai produksi turun ke Golongan 3 sehingga policy untuk mengendalikan produksi menjadi tidak efektif,\u201d tambahnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/N-Dua-Hal-Ini-Jadi-Faktor-Penerimaan-Bea-Cukai-Melambat-Sri-Mulyani-Buka-Suara-e1698414194438.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/N-Dua-Hal-Ini-Jadi-Faktor-Penerimaan-Bea-Cukai-Melambat-Sri-Mulyani-Buka-Suara-e1698414194438.png\",\"width\":880,\"height\":495},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hng.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dua Hal Ini Jadi Faktor Penerimaan Bea Cukai Melambat, Sri Mulyani Buka Suara\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"description\":\"Official Website\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"width\":782,\"height\":405,\"caption\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\",\"https:\/\/x.com\/hng_consulting\",\"https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\",\"name\":\"Redaksi HnG\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi HnG\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/hng.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dua Hal Ini Jadi Faktor Penerimaan Bea Cukai Melambat, Sri Mulyani Buka Suara - HnG Consulting | Tax Consultant","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Kementerian Keuangan mencatat penerimaan bea cukai sampai Mei 2023 mencapai Rp118,36 triliun atau 39,04% dari target APBN.Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bea cukai mengalami pertumbuhan negatif 15,64% disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, harga komoditas mengalami koreksi, seperti harga Crude Palm Oil (CPO) yang termoderasi.\u201cKedua, ada beberapa komoditas yang dilarang untuk diekspor sehingga dalam hal ini pertumbuhan bea keluar memang sangat policy agreement dan commodity agreement,\u201d kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN Kita Edisi Juni 2023, dikutip Minggu (2\/7\/2023).Penerimaan bea masuk secara kumulatif sampai Mei Rp20,41 atau triliun tumbuh 7,87%. Hal tersebut didorong menguatnya kurs dollar Amerika Serikat dan pertumbuhan bea masuk dari komoditas industri kendaraan bermotor.Adapun penerimaan bea keluar mengalami penurunan 67,52% atau Rp5,15 triliun. Untuk bea keluar produk sawit turun 64,13%, bea keluar produk tembaga 82,04%, dan bea keluar bauksit turun 82,58%.Sri Mulyani juga menuturkan cukai hasil tembakau (CHT) telah terkumpul Rp89,95 triliun hingga Mei 2023 atau turun 12,45% dibandingkan tahun lalu.Dua golongan teratas mengalami penurunan produksi, yaitu produksi hasil tembakau Golongan 1 turun 29,58% dan Golongan 2 turun 12,42%. Sedangkan, Golongan 3 justru naik hingga 24,68%.\u201cJangan sampai produksi turun ke Golongan 3 sehingga policy untuk mengendalikan produksi menjadi tidak efektif,\u201d tambahnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hng.co.id\/id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dua Hal Ini Jadi Faktor Penerimaan Bea Cukai Melambat, Sri Mulyani Buka Suara - HnG Consulting | Tax Consultant","og_description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Kementerian Keuangan mencatat penerimaan bea cukai sampai Mei 2023 mencapai Rp118,36 triliun atau 39,04% dari target APBN.Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bea cukai mengalami pertumbuhan negatif 15,64% disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, harga komoditas mengalami koreksi, seperti harga Crude Palm Oil (CPO) yang termoderasi.\u201cKedua, ada beberapa komoditas yang dilarang untuk diekspor sehingga dalam hal ini pertumbuhan bea keluar memang sangat policy agreement dan commodity agreement,\u201d kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN Kita Edisi Juni 2023, dikutip Minggu (2\/7\/2023).Penerimaan bea masuk secara kumulatif sampai Mei Rp20,41 atau triliun tumbuh 7,87%. Hal tersebut didorong menguatnya kurs dollar Amerika Serikat dan pertumbuhan bea masuk dari komoditas industri kendaraan bermotor.Adapun penerimaan bea keluar mengalami penurunan 67,52% atau Rp5,15 triliun. Untuk bea keluar produk sawit turun 64,13%, bea keluar produk tembaga 82,04%, dan bea keluar bauksit turun 82,58%.Sri Mulyani juga menuturkan cukai hasil tembakau (CHT) telah terkumpul Rp89,95 triliun hingga Mei 2023 atau turun 12,45% dibandingkan tahun lalu.Dua golongan teratas mengalami penurunan produksi, yaitu produksi hasil tembakau Golongan 1 turun 29,58% dan Golongan 2 turun 12,42%. Sedangkan, Golongan 3 justru naik hingga 24,68%.\u201cJangan sampai produksi turun ke Golongan 3 sehingga policy untuk mengendalikan produksi menjadi tidak efektif,\u201d tambahnya.","og_url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/","og_site_name":"HnG Consulting | Tax Consultant","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","article_published_time":"2023-12-02T12:00:26+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":576,"url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/N-Dua-Hal-Ini-Jadi-Faktor-Penerimaan-Bea-Cukai-Melambat-Sri-Mulyani-Buka-Suara-1024x576.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi HnG","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@hng_consulting","twitter_site":"@hng_consulting","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi HnG","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/"},"author":{"name":"Redaksi HnG","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e"},"headline":"Dua Hal Ini Jadi Faktor Penerimaan Bea Cukai Melambat, Sri Mulyani Buka Suara","datePublished":"2023-12-02T12:00:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/"},"wordCount":209,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/N-Dua-Hal-Ini-Jadi-Faktor-Penerimaan-Bea-Cukai-Melambat-Sri-Mulyani-Buka-Suara-e1698414194438.png","keywords":["Bea Cukai"],"articleSection":["Tax"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/","name":"Dua Hal Ini Jadi Faktor Penerimaan Bea Cukai Melambat, Sri Mulyani Buka Suara - HnG Consulting | Tax Consultant","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/N-Dua-Hal-Ini-Jadi-Faktor-Penerimaan-Bea-Cukai-Melambat-Sri-Mulyani-Buka-Suara-e1698414194438.png","datePublished":"2023-12-02T12:00:26+00:00","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Kementerian Keuangan mencatat penerimaan bea cukai sampai Mei 2023 mencapai Rp118,36 triliun atau 39,04% dari target APBN.Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bea cukai mengalami pertumbuhan negatif 15,64% disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, harga komoditas mengalami koreksi, seperti harga Crude Palm Oil (CPO) yang termoderasi.\u201cKedua, ada beberapa komoditas yang dilarang untuk diekspor sehingga dalam hal ini pertumbuhan bea keluar memang sangat policy agreement dan commodity agreement,\u201d kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN Kita Edisi Juni 2023, dikutip Minggu (2\/7\/2023).Penerimaan bea masuk secara kumulatif sampai Mei Rp20,41 atau triliun tumbuh 7,87%. Hal tersebut didorong menguatnya kurs dollar Amerika Serikat dan pertumbuhan bea masuk dari komoditas industri kendaraan bermotor.Adapun penerimaan bea keluar mengalami penurunan 67,52% atau Rp5,15 triliun. Untuk bea keluar produk sawit turun 64,13%, bea keluar produk tembaga 82,04%, dan bea keluar bauksit turun 82,58%.Sri Mulyani juga menuturkan cukai hasil tembakau (CHT) telah terkumpul Rp89,95 triliun hingga Mei 2023 atau turun 12,45% dibandingkan tahun lalu.Dua golongan teratas mengalami penurunan produksi, yaitu produksi hasil tembakau Golongan 1 turun 29,58% dan Golongan 2 turun 12,42%. Sedangkan, Golongan 3 justru naik hingga 24,68%.\u201cJangan sampai produksi turun ke Golongan 3 sehingga policy untuk mengendalikan produksi menjadi tidak efektif,\u201d tambahnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/#primaryimage","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/N-Dua-Hal-Ini-Jadi-Faktor-Penerimaan-Bea-Cukai-Melambat-Sri-Mulyani-Buka-Suara-e1698414194438.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/N-Dua-Hal-Ini-Jadi-Faktor-Penerimaan-Bea-Cukai-Melambat-Sri-Mulyani-Buka-Suara-e1698414194438.png","width":880,"height":495},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hng.co.id\/dua-hal-ini-jadi-faktor-penerimaan-bea-cukai-melambat-sri-mulyani-buka-suara\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hng.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dua Hal Ini Jadi Faktor Penerimaan Bea Cukai Melambat, Sri Mulyani Buka Suara"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website","url":"https:\/\/hng.co.id\/","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","description":"Official Website","publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","url":"https:\/\/hng.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","width":782,"height":405,"caption":"HnG Consulting | Tax Consultant"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","https:\/\/x.com\/hng_consulting","https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e","name":"Redaksi HnG","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi HnG"},"sameAs":["https:\/\/hng.co.id"],"url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/"}]}},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2999","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2999"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2999\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3021,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2999\/revisions\/3021"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3000"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2999"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2999"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2999"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}