{"id":2893,"date":"2023-10-10T10:30:54","date_gmt":"2023-10-10T03:30:54","guid":{"rendered":"https:\/\/hng.co.id\/?p=2893"},"modified":"2023-10-10T10:44:15","modified_gmt":"2023-10-10T03:44:15","slug":"target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hng.co.id\/id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/","title":{"rendered":"Target Rasio Pajak Tahun Depan 10,18%, Begini Strategi Pemerintah"},"content":{"rendered":"<p>Penulis:\u00a0<b><a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/aqilabagus\/\">Aqila Bagus Misbahuddin<\/a><\/b><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah menargetkan rasio pajak tahun depan sebesar 9,91% hingga 10,18% melalui Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2024.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam dokumen tersebut, pemerintah mencanangkan target penerimaan perpajakan 2024 di angka Rp2.280,3 triliun hingga Rp2.335,8 triliun. Nilai tersebut tumbuh 12,8% hingga 16,5% dibandingkan target tahun ini sebesar Rp2.021,2 triliun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMelalui reformasi fiskal, diharapkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tax ratio <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">akan terus meningkat dan belanja yang makin berkualitas terefleksi pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">primary balance <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang menuju positif, defisit terkendali, dan rasio hutang dalam batas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">manageable<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">,\u201d tulis pemerintah dalam KEM PPKF 2024, dikutip Minggu (21\/5\/2023).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah juga menyebutkan beberapa kebijakan teknis pajak 2024. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">optimalisasi perluasan basis pemajakan sebagai tindak lanjut Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan (UU HPP).<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">penguatan kegiatan ekstensifikasi pajak dan pengawasan berbasis kewilayahan dalam rangka menjangkau seluruh potensi di tiap wilayah.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menyusun daftar sasaran prioritas pengamanan penerimaan pajak (DSP4) dengan prioritas pengawasan pada wajib pajak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">high wealth individual <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(HWI), wajib pajak grup, transaksi afiliasi, dan ekonomi digital.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Keempat, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">optimalisasi implementasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">core tax system <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dengan menekankan pada perbaikan layanan perpajakan, perngelolaan data yang berbasis risiko, dan tindak lanjut kegiatan interoperabilitas data pihak ketiga.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kelima, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kegiatan penegakan hukum yang berkeadilan melalui optimalisasi pengungkapan ketidakbenaran perbuatan dan pemanfaatan kegiatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">digital forensics.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Keenam, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pemberiaan insentif pajak yang terarah dan terukur dalam rangka mendorong sektor tertentu dan memberikan kemudahan investasi.<\/span><\/p>\n<p>Ilustrasi:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/muhammad-adya-raihan\/\">Muhammad Adya Raihan<\/a><\/p>\n<p><strong>Cek berita dan artikel lainnya di\u00a0<a href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/article\/\">sini<\/a><\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis:\u00a0Aqila Bagus Misbahuddin JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah menargetkan rasio pajak tahun depan sebesar 9,91% hingga 10,18% melalui Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2024. Dalam dokumen tersebut, pemerintah mencanangkan target penerimaan perpajakan 2024 di angka Rp2.280,3 triliun hingga Rp2.335,8 triliun. Nilai tersebut tumbuh 12,8% hingga 16,5% dibandingkan target tahun ini sebesar [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":2898,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[54,225],"class_list":["post-2893","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tax","tag-pajak","tag-rasio-pajak"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Target Rasio Pajak Tahun Depan 10,18%, Begini Strategi Pemerintah - HnG Consulting | Tax Consultant<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah menargetkan rasio pajak tahun depan sebesar 9,91% hingga 10,18% melalui Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2024.Dalam dokumen tersebut, pemerintah mencanangkan target penerimaan perpajakan 2024 di angka Rp2.280,3 triliun hingga Rp2.335,8 triliun. Nilai tersebut tumbuh 12,8% hingga 16,5% dibandingkan target tahun ini sebesar Rp2.021,2 triliun.\u201cMelalui reformasi fiskal, diharapkan tax ratio akan terus meningkat dan belanja yang makin berkualitas terefleksi pada primary balance yang menuju positif, defisit terkendali, dan rasio hutang dalam batas manageable,\u201d tulis pemerintah dalam KEM PPKF 2024, dikutip Minggu (21\/5\/2023).Pemerintah juga menyebutkan beberapa kebijakan teknis pajak 2024. Pertama, optimalisasi perluasan basis pemajakan sebagai tindak lanjut Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan (UU HPP).Kedua, penguatan kegiatan ekstensifikasi pajak dan pengawasan berbasis kewilayahan dalam rangka menjangkau seluruh potensi di tiap wilayah.Ketiga, menyusun daftar sasaran prioritas pengamanan penerimaan pajak (DSP4) dengan prioritas pengawasan pada wajib pajak high wealth individual (HWI), wajib pajak grup, transaksi afiliasi, dan ekonomi digital.Keempat, optimalisasi implementasi core tax system dengan menekankan pada perbaikan layanan perpajakan, perngelolaan data yang berbasis risiko, dan tindak lanjut kegiatan interoperabilitas data pihak ketiga.Kelima, kegiatan penegakan hukum yang berkeadilan melalui optimalisasi pengungkapan ketidakbenaran perbuatan dan pemanfaatan kegiatan digital forensics.Keenam, pemberiaan insentif pajak yang terarah dan terukur dalam rangka mendorong sektor tertentu dan memberikan kemudahan investasi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Target Rasio Pajak Tahun Depan 10,18%, Begini Strategi Pemerintah - HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah menargetkan rasio pajak tahun depan sebesar 9,91% hingga 10,18% melalui Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2024.Dalam dokumen tersebut, pemerintah mencanangkan target penerimaan perpajakan 2024 di angka Rp2.280,3 triliun hingga Rp2.335,8 triliun. Nilai tersebut tumbuh 12,8% hingga 16,5% dibandingkan target tahun ini sebesar Rp2.021,2 triliun.\u201cMelalui reformasi fiskal, diharapkan tax ratio akan terus meningkat dan belanja yang makin berkualitas terefleksi pada primary balance yang menuju positif, defisit terkendali, dan rasio hutang dalam batas manageable,\u201d tulis pemerintah dalam KEM PPKF 2024, dikutip Minggu (21\/5\/2023).Pemerintah juga menyebutkan beberapa kebijakan teknis pajak 2024. Pertama, optimalisasi perluasan basis pemajakan sebagai tindak lanjut Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan (UU HPP).Kedua, penguatan kegiatan ekstensifikasi pajak dan pengawasan berbasis kewilayahan dalam rangka menjangkau seluruh potensi di tiap wilayah.Ketiga, menyusun daftar sasaran prioritas pengamanan penerimaan pajak (DSP4) dengan prioritas pengawasan pada wajib pajak high wealth individual (HWI), wajib pajak grup, transaksi afiliasi, dan ekonomi digital.Keempat, optimalisasi implementasi core tax system dengan menekankan pada perbaikan layanan perpajakan, perngelolaan data yang berbasis risiko, dan tindak lanjut kegiatan interoperabilitas data pihak ketiga.Kelima, kegiatan penegakan hukum yang berkeadilan melalui optimalisasi pengungkapan ketidakbenaran perbuatan dan pemanfaatan kegiatan digital forensics.Keenam, pemberiaan insentif pajak yang terarah dan terukur dalam rangka mendorong sektor tertentu dan memberikan kemudahan investasi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-10-10T03:30:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-10-10T03:44:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/C-Target-Rasio-Pajak-Tahun-Depan-1018-Begini-Strategi-Pemerintah-1024x576.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"576\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi HnG\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\"},\"headline\":\"Target Rasio Pajak Tahun Depan 10,18%, Begini Strategi Pemerintah\",\"datePublished\":\"2023-10-10T03:30:54+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-10T03:44:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/\"},\"wordCount\":228,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/C-Target-Rasio-Pajak-Tahun-Depan-1018-Begini-Strategi-Pemerintah.png\",\"keywords\":[\"Pajak\",\"rasio pajak\"],\"articleSection\":[\"Tax\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/\",\"name\":\"Target Rasio Pajak Tahun Depan 10,18%, Begini Strategi Pemerintah - HnG Consulting | Tax Consultant\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/C-Target-Rasio-Pajak-Tahun-Depan-1018-Begini-Strategi-Pemerintah.png\",\"datePublished\":\"2023-10-10T03:30:54+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-10T03:44:15+00:00\",\"description\":\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah menargetkan rasio pajak tahun depan sebesar 9,91% hingga 10,18% melalui Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2024.Dalam dokumen tersebut, pemerintah mencanangkan target penerimaan perpajakan 2024 di angka Rp2.280,3 triliun hingga Rp2.335,8 triliun. Nilai tersebut tumbuh 12,8% hingga 16,5% dibandingkan target tahun ini sebesar Rp2.021,2 triliun.\u201cMelalui reformasi fiskal, diharapkan tax ratio akan terus meningkat dan belanja yang makin berkualitas terefleksi pada primary balance yang menuju positif, defisit terkendali, dan rasio hutang dalam batas manageable,\u201d tulis pemerintah dalam KEM PPKF 2024, dikutip Minggu (21\/5\/2023).Pemerintah juga menyebutkan beberapa kebijakan teknis pajak 2024. Pertama, optimalisasi perluasan basis pemajakan sebagai tindak lanjut Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan (UU HPP).Kedua, penguatan kegiatan ekstensifikasi pajak dan pengawasan berbasis kewilayahan dalam rangka menjangkau seluruh potensi di tiap wilayah.Ketiga, menyusun daftar sasaran prioritas pengamanan penerimaan pajak (DSP4) dengan prioritas pengawasan pada wajib pajak high wealth individual (HWI), wajib pajak grup, transaksi afiliasi, dan ekonomi digital.Keempat, optimalisasi implementasi core tax system dengan menekankan pada perbaikan layanan perpajakan, perngelolaan data yang berbasis risiko, dan tindak lanjut kegiatan interoperabilitas data pihak ketiga.Kelima, kegiatan penegakan hukum yang berkeadilan melalui optimalisasi pengungkapan ketidakbenaran perbuatan dan pemanfaatan kegiatan digital forensics.Keenam, pemberiaan insentif pajak yang terarah dan terukur dalam rangka mendorong sektor tertentu dan memberikan kemudahan investasi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/C-Target-Rasio-Pajak-Tahun-Depan-1018-Begini-Strategi-Pemerintah.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/C-Target-Rasio-Pajak-Tahun-Depan-1018-Begini-Strategi-Pemerintah.png\",\"width\":1920,\"height\":1080},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hng.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Target Rasio Pajak Tahun Depan 10,18%, Begini Strategi Pemerintah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"description\":\"Official Website\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"width\":782,\"height\":405,\"caption\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\",\"https:\/\/x.com\/hng_consulting\",\"https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\",\"name\":\"Redaksi HnG\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi HnG\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/hng.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Target Rasio Pajak Tahun Depan 10,18%, Begini Strategi Pemerintah - HnG Consulting | Tax Consultant","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah menargetkan rasio pajak tahun depan sebesar 9,91% hingga 10,18% melalui Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2024.Dalam dokumen tersebut, pemerintah mencanangkan target penerimaan perpajakan 2024 di angka Rp2.280,3 triliun hingga Rp2.335,8 triliun. Nilai tersebut tumbuh 12,8% hingga 16,5% dibandingkan target tahun ini sebesar Rp2.021,2 triliun.\u201cMelalui reformasi fiskal, diharapkan tax ratio akan terus meningkat dan belanja yang makin berkualitas terefleksi pada primary balance yang menuju positif, defisit terkendali, dan rasio hutang dalam batas manageable,\u201d tulis pemerintah dalam KEM PPKF 2024, dikutip Minggu (21\/5\/2023).Pemerintah juga menyebutkan beberapa kebijakan teknis pajak 2024. Pertama, optimalisasi perluasan basis pemajakan sebagai tindak lanjut Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan (UU HPP).Kedua, penguatan kegiatan ekstensifikasi pajak dan pengawasan berbasis kewilayahan dalam rangka menjangkau seluruh potensi di tiap wilayah.Ketiga, menyusun daftar sasaran prioritas pengamanan penerimaan pajak (DSP4) dengan prioritas pengawasan pada wajib pajak high wealth individual (HWI), wajib pajak grup, transaksi afiliasi, dan ekonomi digital.Keempat, optimalisasi implementasi core tax system dengan menekankan pada perbaikan layanan perpajakan, perngelolaan data yang berbasis risiko, dan tindak lanjut kegiatan interoperabilitas data pihak ketiga.Kelima, kegiatan penegakan hukum yang berkeadilan melalui optimalisasi pengungkapan ketidakbenaran perbuatan dan pemanfaatan kegiatan digital forensics.Keenam, pemberiaan insentif pajak yang terarah dan terukur dalam rangka mendorong sektor tertentu dan memberikan kemudahan investasi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hng.co.id\/id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Target Rasio Pajak Tahun Depan 10,18%, Begini Strategi Pemerintah - HnG Consulting | Tax Consultant","og_description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah menargetkan rasio pajak tahun depan sebesar 9,91% hingga 10,18% melalui Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2024.Dalam dokumen tersebut, pemerintah mencanangkan target penerimaan perpajakan 2024 di angka Rp2.280,3 triliun hingga Rp2.335,8 triliun. Nilai tersebut tumbuh 12,8% hingga 16,5% dibandingkan target tahun ini sebesar Rp2.021,2 triliun.\u201cMelalui reformasi fiskal, diharapkan tax ratio akan terus meningkat dan belanja yang makin berkualitas terefleksi pada primary balance yang menuju positif, defisit terkendali, dan rasio hutang dalam batas manageable,\u201d tulis pemerintah dalam KEM PPKF 2024, dikutip Minggu (21\/5\/2023).Pemerintah juga menyebutkan beberapa kebijakan teknis pajak 2024. Pertama, optimalisasi perluasan basis pemajakan sebagai tindak lanjut Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan (UU HPP).Kedua, penguatan kegiatan ekstensifikasi pajak dan pengawasan berbasis kewilayahan dalam rangka menjangkau seluruh potensi di tiap wilayah.Ketiga, menyusun daftar sasaran prioritas pengamanan penerimaan pajak (DSP4) dengan prioritas pengawasan pada wajib pajak high wealth individual (HWI), wajib pajak grup, transaksi afiliasi, dan ekonomi digital.Keempat, optimalisasi implementasi core tax system dengan menekankan pada perbaikan layanan perpajakan, perngelolaan data yang berbasis risiko, dan tindak lanjut kegiatan interoperabilitas data pihak ketiga.Kelima, kegiatan penegakan hukum yang berkeadilan melalui optimalisasi pengungkapan ketidakbenaran perbuatan dan pemanfaatan kegiatan digital forensics.Keenam, pemberiaan insentif pajak yang terarah dan terukur dalam rangka mendorong sektor tertentu dan memberikan kemudahan investasi.","og_url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/","og_site_name":"HnG Consulting | Tax Consultant","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","article_published_time":"2023-10-10T03:30:54+00:00","article_modified_time":"2023-10-10T03:44:15+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":576,"url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/C-Target-Rasio-Pajak-Tahun-Depan-1018-Begini-Strategi-Pemerintah-1024x576.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi HnG","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@hng_consulting","twitter_site":"@hng_consulting","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi HnG","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/"},"author":{"name":"Redaksi HnG","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e"},"headline":"Target Rasio Pajak Tahun Depan 10,18%, Begini Strategi Pemerintah","datePublished":"2023-10-10T03:30:54+00:00","dateModified":"2023-10-10T03:44:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/"},"wordCount":228,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/C-Target-Rasio-Pajak-Tahun-Depan-1018-Begini-Strategi-Pemerintah.png","keywords":["Pajak","rasio pajak"],"articleSection":["Tax"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/","name":"Target Rasio Pajak Tahun Depan 10,18%, Begini Strategi Pemerintah - HnG Consulting | Tax Consultant","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/C-Target-Rasio-Pajak-Tahun-Depan-1018-Begini-Strategi-Pemerintah.png","datePublished":"2023-10-10T03:30:54+00:00","dateModified":"2023-10-10T03:44:15+00:00","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah menargetkan rasio pajak tahun depan sebesar 9,91% hingga 10,18% melalui Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2024.Dalam dokumen tersebut, pemerintah mencanangkan target penerimaan perpajakan 2024 di angka Rp2.280,3 triliun hingga Rp2.335,8 triliun. Nilai tersebut tumbuh 12,8% hingga 16,5% dibandingkan target tahun ini sebesar Rp2.021,2 triliun.\u201cMelalui reformasi fiskal, diharapkan tax ratio akan terus meningkat dan belanja yang makin berkualitas terefleksi pada primary balance yang menuju positif, defisit terkendali, dan rasio hutang dalam batas manageable,\u201d tulis pemerintah dalam KEM PPKF 2024, dikutip Minggu (21\/5\/2023).Pemerintah juga menyebutkan beberapa kebijakan teknis pajak 2024. Pertama, optimalisasi perluasan basis pemajakan sebagai tindak lanjut Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan (UU HPP).Kedua, penguatan kegiatan ekstensifikasi pajak dan pengawasan berbasis kewilayahan dalam rangka menjangkau seluruh potensi di tiap wilayah.Ketiga, menyusun daftar sasaran prioritas pengamanan penerimaan pajak (DSP4) dengan prioritas pengawasan pada wajib pajak high wealth individual (HWI), wajib pajak grup, transaksi afiliasi, dan ekonomi digital.Keempat, optimalisasi implementasi core tax system dengan menekankan pada perbaikan layanan perpajakan, perngelolaan data yang berbasis risiko, dan tindak lanjut kegiatan interoperabilitas data pihak ketiga.Kelima, kegiatan penegakan hukum yang berkeadilan melalui optimalisasi pengungkapan ketidakbenaran perbuatan dan pemanfaatan kegiatan digital forensics.Keenam, pemberiaan insentif pajak yang terarah dan terukur dalam rangka mendorong sektor tertentu dan memberikan kemudahan investasi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/#primaryimage","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/C-Target-Rasio-Pajak-Tahun-Depan-1018-Begini-Strategi-Pemerintah.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/C-Target-Rasio-Pajak-Tahun-Depan-1018-Begini-Strategi-Pemerintah.png","width":1920,"height":1080},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hng.co.id\/target-rasio-pajak-tahun-depan-1018-begini-strategi-pemerintah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hng.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Target Rasio Pajak Tahun Depan 10,18%, Begini Strategi Pemerintah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website","url":"https:\/\/hng.co.id\/","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","description":"Official Website","publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","url":"https:\/\/hng.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","width":782,"height":405,"caption":"HnG Consulting | Tax Consultant"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","https:\/\/x.com\/hng_consulting","https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e","name":"Redaksi HnG","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi HnG"},"sameAs":["https:\/\/hng.co.id"],"url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/"}]}},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2893","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2893"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2893\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2903,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2893\/revisions\/2903"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2898"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2893"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2893"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2893"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}