{"id":2289,"date":"2023-06-27T19:00:53","date_gmt":"2023-06-27T12:00:53","guid":{"rendered":"https:\/\/hng.co.id\/?p=2289"},"modified":"2023-06-27T19:00:53","modified_gmt":"2023-06-27T12:00:53","slug":"marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hng.co.id\/id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/","title":{"rendered":"Marak Pakaian Bekas Impor, Pemerintah Hapus Ribuan Link e-Commerce"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\">Penulis: <\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/natalie-syaina-abitta-a877321a6\/\">Natalie Syaina Abitta<\/a><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah melakukan penghapusan 64.583 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">link<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> penjualan pakaian bekas di berbagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tata Tertib Niaga Kemendag Moga Simatupang memaparkan hal ini diterapkan untuk terus membatasi impor pakaian bekas. Penghapusan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">link<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut dilakukan pada saat patroli siber Kementerian Perdagangan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKemendag dan Kominfo juga menghapus 81 iklan elektronik melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti Facebook dan Instagram serta memblokir 5 situs ritel daring yang berjualan pakaian bekas impor,\u201d imbuh Moga, dikutip Kamis (18\/05\/2023).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila dirinci, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">link <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang dihapus mencakup 28.462 di Shopee, 28.000 di Tokopedia, 6.468 di Bukalapak, 3.897 di TikTok Shop dan 300 Tautan di Lazada. Selain itu, terdapat 31<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">di Facebook, 27 di TikTok dan 23 di Instagram.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penghapusan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">link<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga dilakukan pada 5 website penjual pakaian bekas yakni Shopiest Thrift, Trans Fashion Batam, Nice Thrift dan Bal Segel Import, Ball Media ID dan Kyra Ball Import.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebagaimana tertuang dalam PP 80\/2019, penjual barang impor pakaian bekas tidak diperbolehkan untuk memasang iklan dan menjual melalui sistem elektronik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hal ini juga sesuai dengan larangan Jokowi mengenai bahaya impor pakaian bekas terhadap ketahanan industri UMKM.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk itu pelaku usaha <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> diharapkan untuk tidak menjual serta mengiklankan produk impor pakaian bekas. Produk yang dijual hendaknya tidak bertentangan dengan undang-undang yang berlaku.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ilustrasi: <\/span><a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/muhammad-adya-raihan\/\">Muhammad Adya Raihan<\/a><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Cek berita dan artikel lainnya di <\/span><a href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/artikel\/\">sini<\/a><\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Natalie Syaina Abitta JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah melakukan penghapusan 64.583 link penjualan pakaian bekas di berbagai e-commerce. Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tata Tertib Niaga Kemendag Moga Simatupang memaparkan hal ini diterapkan untuk terus membatasi impor pakaian bekas. Penghapusan link tersebut dilakukan pada saat patroli siber Kementerian Perdagangan. \u201cKemendag dan Kominfo juga menghapus 81 [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":2290,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[190,155,84],"class_list":["post-2289","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-general","tag-e-commerce","tag-impor-bekas","tag-umkm"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Marak Pakaian Bekas Impor, Pemerintah Hapus Ribuan Link e-Commerce - HnG Consulting | Tax Consultant<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah melakukan penghapusan 64.583 link penjualan pakaian bekas di berbagai e-commerce.Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tata Tertib Niaga Kemendag Moga Simatupang memaparkan hal ini diterapkan untuk terus membatasi impor pakaian bekas. Penghapusan link tersebut dilakukan pada saat patroli siber Kementerian Perdagangan.\u201cKemendag dan Kominfo juga menghapus 81 iklan elektronik melalui e-commerce seperti Facebook dan Instagram serta memblokir 5 situs ritel daring yang berjualan pakaian bekas impor,\u201d imbuh Moga, dikutip Kamis (18\/05\/2023).Apabila dirinci, link yang dihapus mencakup 28.462 di Shopee, 28.000 di Tokopedia, 6.468 di Bukalapak, 3.897 di TikTok Shop dan 300 Tautan di Lazada. Selain itu, terdapat 31 di Facebook, 27 di TikTok dan 23 di Instagram.Penghapusan link juga dilakukan pada 5 website penjual pakaian bekas yakni Shopiest Thrift, Trans Fashion Batam, Nice Thrift dan Bal Segel Import, Ball Media ID dan Kyra Ball Import.Sebagaimana tertuang dalam PP 80\/2019, penjual barang impor pakaian bekas tidak diperbolehkan untuk memasang iklan dan menjual melalui sistem elektronik.Hal ini juga sesuai dengan larangan Jokowi mengenai bahaya impor pakaian bekas terhadap ketahanan industri UMKM.Untuk itu pelaku usaha e-commerce diharapkan untuk tidak menjual serta mengiklankan produk impor pakaian bekas. Produk yang dijual hendaknya tidak bertentangan dengan undang-undang yang berlaku.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Marak Pakaian Bekas Impor, Pemerintah Hapus Ribuan Link e-Commerce - HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah melakukan penghapusan 64.583 link penjualan pakaian bekas di berbagai e-commerce.Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tata Tertib Niaga Kemendag Moga Simatupang memaparkan hal ini diterapkan untuk terus membatasi impor pakaian bekas. Penghapusan link tersebut dilakukan pada saat patroli siber Kementerian Perdagangan.\u201cKemendag dan Kominfo juga menghapus 81 iklan elektronik melalui e-commerce seperti Facebook dan Instagram serta memblokir 5 situs ritel daring yang berjualan pakaian bekas impor,\u201d imbuh Moga, dikutip Kamis (18\/05\/2023).Apabila dirinci, link yang dihapus mencakup 28.462 di Shopee, 28.000 di Tokopedia, 6.468 di Bukalapak, 3.897 di TikTok Shop dan 300 Tautan di Lazada. Selain itu, terdapat 31 di Facebook, 27 di TikTok dan 23 di Instagram.Penghapusan link juga dilakukan pada 5 website penjual pakaian bekas yakni Shopiest Thrift, Trans Fashion Batam, Nice Thrift dan Bal Segel Import, Ball Media ID dan Kyra Ball Import.Sebagaimana tertuang dalam PP 80\/2019, penjual barang impor pakaian bekas tidak diperbolehkan untuk memasang iklan dan menjual melalui sistem elektronik.Hal ini juga sesuai dengan larangan Jokowi mengenai bahaya impor pakaian bekas terhadap ketahanan industri UMKM.Untuk itu pelaku usaha e-commerce diharapkan untuk tidak menjual serta mengiklankan produk impor pakaian bekas. Produk yang dijual hendaknya tidak bertentangan dengan undang-undang yang berlaku.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-06-27T12:00:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Marak-Pakaian-Bekas-Impor-Pemerintah-Hapus-Ribuan-Link-e-Commerce-1024x576.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"576\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi HnG\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\"},\"headline\":\"Marak Pakaian Bekas Impor, Pemerintah Hapus Ribuan Link e-Commerce\",\"datePublished\":\"2023-06-27T12:00:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/\"},\"wordCount\":211,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Marak-Pakaian-Bekas-Impor-Pemerintah-Hapus-Ribuan-Link-e-Commerce.png\",\"keywords\":[\"e-commerce\",\"Impor bekas\",\"UMKM\"],\"articleSection\":[\"General\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/\",\"name\":\"Marak Pakaian Bekas Impor, Pemerintah Hapus Ribuan Link e-Commerce - HnG Consulting | Tax Consultant\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Marak-Pakaian-Bekas-Impor-Pemerintah-Hapus-Ribuan-Link-e-Commerce.png\",\"datePublished\":\"2023-06-27T12:00:53+00:00\",\"description\":\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah melakukan penghapusan 64.583 link penjualan pakaian bekas di berbagai e-commerce.Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tata Tertib Niaga Kemendag Moga Simatupang memaparkan hal ini diterapkan untuk terus membatasi impor pakaian bekas. Penghapusan link tersebut dilakukan pada saat patroli siber Kementerian Perdagangan.\u201cKemendag dan Kominfo juga menghapus 81 iklan elektronik melalui e-commerce seperti Facebook dan Instagram serta memblokir 5 situs ritel daring yang berjualan pakaian bekas impor,\u201d imbuh Moga, dikutip Kamis (18\/05\/2023).Apabila dirinci, link yang dihapus mencakup 28.462 di Shopee, 28.000 di Tokopedia, 6.468 di Bukalapak, 3.897 di TikTok Shop dan 300 Tautan di Lazada. Selain itu, terdapat 31 di Facebook, 27 di TikTok dan 23 di Instagram.Penghapusan link juga dilakukan pada 5 website penjual pakaian bekas yakni Shopiest Thrift, Trans Fashion Batam, Nice Thrift dan Bal Segel Import, Ball Media ID dan Kyra Ball Import.Sebagaimana tertuang dalam PP 80\/2019, penjual barang impor pakaian bekas tidak diperbolehkan untuk memasang iklan dan menjual melalui sistem elektronik.Hal ini juga sesuai dengan larangan Jokowi mengenai bahaya impor pakaian bekas terhadap ketahanan industri UMKM.Untuk itu pelaku usaha e-commerce diharapkan untuk tidak menjual serta mengiklankan produk impor pakaian bekas. Produk yang dijual hendaknya tidak bertentangan dengan undang-undang yang berlaku.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Marak-Pakaian-Bekas-Impor-Pemerintah-Hapus-Ribuan-Link-e-Commerce.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Marak-Pakaian-Bekas-Impor-Pemerintah-Hapus-Ribuan-Link-e-Commerce.png\",\"width\":1920,\"height\":1080},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hng.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Marak Pakaian Bekas Impor, Pemerintah Hapus Ribuan Link e-Commerce\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"description\":\"Official Website\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"width\":782,\"height\":405,\"caption\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\",\"https:\/\/x.com\/hng_consulting\",\"https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\",\"name\":\"Redaksi HnG\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi HnG\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/hng.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Marak Pakaian Bekas Impor, Pemerintah Hapus Ribuan Link e-Commerce - HnG Consulting | Tax Consultant","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah melakukan penghapusan 64.583 link penjualan pakaian bekas di berbagai e-commerce.Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tata Tertib Niaga Kemendag Moga Simatupang memaparkan hal ini diterapkan untuk terus membatasi impor pakaian bekas. Penghapusan link tersebut dilakukan pada saat patroli siber Kementerian Perdagangan.\u201cKemendag dan Kominfo juga menghapus 81 iklan elektronik melalui e-commerce seperti Facebook dan Instagram serta memblokir 5 situs ritel daring yang berjualan pakaian bekas impor,\u201d imbuh Moga, dikutip Kamis (18\/05\/2023).Apabila dirinci, link yang dihapus mencakup 28.462 di Shopee, 28.000 di Tokopedia, 6.468 di Bukalapak, 3.897 di TikTok Shop dan 300 Tautan di Lazada. Selain itu, terdapat 31 di Facebook, 27 di TikTok dan 23 di Instagram.Penghapusan link juga dilakukan pada 5 website penjual pakaian bekas yakni Shopiest Thrift, Trans Fashion Batam, Nice Thrift dan Bal Segel Import, Ball Media ID dan Kyra Ball Import.Sebagaimana tertuang dalam PP 80\/2019, penjual barang impor pakaian bekas tidak diperbolehkan untuk memasang iklan dan menjual melalui sistem elektronik.Hal ini juga sesuai dengan larangan Jokowi mengenai bahaya impor pakaian bekas terhadap ketahanan industri UMKM.Untuk itu pelaku usaha e-commerce diharapkan untuk tidak menjual serta mengiklankan produk impor pakaian bekas. Produk yang dijual hendaknya tidak bertentangan dengan undang-undang yang berlaku.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hng.co.id\/id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Marak Pakaian Bekas Impor, Pemerintah Hapus Ribuan Link e-Commerce - HnG Consulting | Tax Consultant","og_description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah melakukan penghapusan 64.583 link penjualan pakaian bekas di berbagai e-commerce.Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tata Tertib Niaga Kemendag Moga Simatupang memaparkan hal ini diterapkan untuk terus membatasi impor pakaian bekas. Penghapusan link tersebut dilakukan pada saat patroli siber Kementerian Perdagangan.\u201cKemendag dan Kominfo juga menghapus 81 iklan elektronik melalui e-commerce seperti Facebook dan Instagram serta memblokir 5 situs ritel daring yang berjualan pakaian bekas impor,\u201d imbuh Moga, dikutip Kamis (18\/05\/2023).Apabila dirinci, link yang dihapus mencakup 28.462 di Shopee, 28.000 di Tokopedia, 6.468 di Bukalapak, 3.897 di TikTok Shop dan 300 Tautan di Lazada. Selain itu, terdapat 31 di Facebook, 27 di TikTok dan 23 di Instagram.Penghapusan link juga dilakukan pada 5 website penjual pakaian bekas yakni Shopiest Thrift, Trans Fashion Batam, Nice Thrift dan Bal Segel Import, Ball Media ID dan Kyra Ball Import.Sebagaimana tertuang dalam PP 80\/2019, penjual barang impor pakaian bekas tidak diperbolehkan untuk memasang iklan dan menjual melalui sistem elektronik.Hal ini juga sesuai dengan larangan Jokowi mengenai bahaya impor pakaian bekas terhadap ketahanan industri UMKM.Untuk itu pelaku usaha e-commerce diharapkan untuk tidak menjual serta mengiklankan produk impor pakaian bekas. Produk yang dijual hendaknya tidak bertentangan dengan undang-undang yang berlaku.","og_url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/","og_site_name":"HnG Consulting | Tax Consultant","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","article_published_time":"2023-06-27T12:00:53+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":576,"url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Marak-Pakaian-Bekas-Impor-Pemerintah-Hapus-Ribuan-Link-e-Commerce-1024x576.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi HnG","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@hng_consulting","twitter_site":"@hng_consulting","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi HnG","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/"},"author":{"name":"Redaksi HnG","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e"},"headline":"Marak Pakaian Bekas Impor, Pemerintah Hapus Ribuan Link e-Commerce","datePublished":"2023-06-27T12:00:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/"},"wordCount":211,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Marak-Pakaian-Bekas-Impor-Pemerintah-Hapus-Ribuan-Link-e-Commerce.png","keywords":["e-commerce","Impor bekas","UMKM"],"articleSection":["General"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/","name":"Marak Pakaian Bekas Impor, Pemerintah Hapus Ribuan Link e-Commerce - HnG Consulting | Tax Consultant","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Marak-Pakaian-Bekas-Impor-Pemerintah-Hapus-Ribuan-Link-e-Commerce.png","datePublished":"2023-06-27T12:00:53+00:00","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah melakukan penghapusan 64.583 link penjualan pakaian bekas di berbagai e-commerce.Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tata Tertib Niaga Kemendag Moga Simatupang memaparkan hal ini diterapkan untuk terus membatasi impor pakaian bekas. Penghapusan link tersebut dilakukan pada saat patroli siber Kementerian Perdagangan.\u201cKemendag dan Kominfo juga menghapus 81 iklan elektronik melalui e-commerce seperti Facebook dan Instagram serta memblokir 5 situs ritel daring yang berjualan pakaian bekas impor,\u201d imbuh Moga, dikutip Kamis (18\/05\/2023).Apabila dirinci, link yang dihapus mencakup 28.462 di Shopee, 28.000 di Tokopedia, 6.468 di Bukalapak, 3.897 di TikTok Shop dan 300 Tautan di Lazada. Selain itu, terdapat 31 di Facebook, 27 di TikTok dan 23 di Instagram.Penghapusan link juga dilakukan pada 5 website penjual pakaian bekas yakni Shopiest Thrift, Trans Fashion Batam, Nice Thrift dan Bal Segel Import, Ball Media ID dan Kyra Ball Import.Sebagaimana tertuang dalam PP 80\/2019, penjual barang impor pakaian bekas tidak diperbolehkan untuk memasang iklan dan menjual melalui sistem elektronik.Hal ini juga sesuai dengan larangan Jokowi mengenai bahaya impor pakaian bekas terhadap ketahanan industri UMKM.Untuk itu pelaku usaha e-commerce diharapkan untuk tidak menjual serta mengiklankan produk impor pakaian bekas. Produk yang dijual hendaknya tidak bertentangan dengan undang-undang yang berlaku.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/#primaryimage","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Marak-Pakaian-Bekas-Impor-Pemerintah-Hapus-Ribuan-Link-e-Commerce.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Marak-Pakaian-Bekas-Impor-Pemerintah-Hapus-Ribuan-Link-e-Commerce.png","width":1920,"height":1080},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hng.co.id\/marak-pakaian-bekas-impor-pemerintah-hapus-ribuan-link-e-commerce-2\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hng.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Marak Pakaian Bekas Impor, Pemerintah Hapus Ribuan Link e-Commerce"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website","url":"https:\/\/hng.co.id\/","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","description":"Official Website","publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","url":"https:\/\/hng.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","width":782,"height":405,"caption":"HnG Consulting | Tax Consultant"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","https:\/\/x.com\/hng_consulting","https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e","name":"Redaksi HnG","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi HnG"},"sameAs":["https:\/\/hng.co.id"],"url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/"}]}},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2289","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2289"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2289\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2290"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2289"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2289"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2289"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}