{"id":2171,"date":"2023-04-22T19:00:17","date_gmt":"2023-04-22T12:00:17","guid":{"rendered":"https:\/\/hng.co.id\/?p=2171"},"modified":"2023-04-22T19:00:17","modified_gmt":"2023-04-22T12:00:17","slug":"nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hng.co.id\/id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/","title":{"rendered":"Nama KIHT Sudah Tidak Berlaku, Sekarang \u2018Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau\u2019"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\">Penulis:<\/span> <b><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/aqilabagus\/\">Aqila Bagus Misbahuddin<\/a><\/span><\/b><\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah baru saja mengubah penamaan kawasan industri hasil tembakau (KIHT) menjadi menjadi aglomerasi pabrik hasil tembakau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui PMK 22\/2023, pemerintah resmi mengatur aglomerasi pabrik tembakau. Ketentuan tersebut pula mencabut PMK 21\/2020 tentang KIHT agar <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">daya saing produksi hasil tembakau pada skala industri kecil dan menengah (IKM) dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkat.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cUntuk meningkatkan daya saing, pembinaan, pelayanan, dan pengawasan serta memberikan kemudahan berusaha bagi Pengusaha Pabrik hasil tembakau pada skala (IKM) dan (UMKM) perlu dilakukan pengumpulan atau pemusatan pabrik hasil tembakau<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">,\u201d <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bunyi pada pertimbangan PMK 22\/2023, dikutip pada Rabu (22\/3\/23).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam Pasal 1 angka 7 ketentuan ini, aglomerasi pabrik adalah pengumpulan atau pemusatan Pabrik dalam suatu tempat, lokasi, atau kawasan tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyelenggaraan aglomerasi pabrik tersebut di tempat kawasan industri, kawasan industri tertentu, sentra industri kecil dan menengah, dan tempat pemusatan industri tembakau lainnya yang memiliki kesesuaian dengan tata ruang wilayah. Tempat tersebut tempat yang peruntukan utamanya bagi industri hasil tembakau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kemudahan yang didapat untuk pengusaha pabrik yang menjalankan kegiatan di tempat diselenggarakannya aglomerasi pabrik, seperti perizinan di bidang cukai, produksi barang kena cukai (BKC), dan pembayaran cukai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kemudahan perizinan di bidang cukai berupa pengecualian dari ketentuan memiliki luas lokasi, bangunan, atau tempat usaha, yang akan digunakan sebagai Pabrik hasil tembakau, yang diatur dalam peraturan perundang-undangan mengenai Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kemudahan produksi BKC berupa kerja sama yang dilakukan untuk menghasilkan BKC berupa hasil tembakau. Kerja sama tersebut dilakukan oleh pengusaha pabrik hasil tembakau yang berada di dalam 1 tempat aglomerasi pabrik dan berdasarkan perjanjian kerja sama.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kemudahan pembayaran cukai berupa penundaan pembayaran cukai yang diberikan dalam jangka waktu penundaan 90 hari terhitung sejak tanggal pemesanan pita cukai.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ilustrasi: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/muhammad-irfan-firdaus-ba8b931ba\/\">Muhammad Irfan Firdaus<\/a><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Cek berita dan artikel lainnya di <\/span><a href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/artikel\/\">sini<\/a><\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Aqila Bagus Misbahuddin JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah baru saja mengubah penamaan kawasan industri hasil tembakau (KIHT) menjadi menjadi aglomerasi pabrik hasil tembakau. Melalui PMK 22\/2023, pemerintah resmi mengatur aglomerasi pabrik tembakau. Ketentuan tersebut pula mencabut PMK 21\/2020 tentang KIHT agar daya saing produksi hasil tembakau pada skala industri kecil dan menengah (IKM) dan [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":2172,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[165,166,167,168],"class_list":["post-2171","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tax","tag-bkc","tag-kiht","tag-pmk-22-2023","tag-tembakau"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Nama KIHT Sudah Tidak Berlaku, Sekarang \u2018Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau\u2019 - HnG Consulting | Tax Consultant<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah baru saja mengubah penamaan kawasan industri hasil tembakau (KIHT) menjadi menjadi aglomerasi pabrik hasil tembakau.Melalui PMK 22\/2023, pemerintah resmi mengatur aglomerasi pabrik tembakau. Ketentuan tersebut pula mencabut PMK 21\/2020 tentang KIHT agar daya saing produksi hasil tembakau pada skala industri kecil dan menengah (IKM) dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkat.\u201cUntuk meningkatkan daya saing, pembinaan, pelayanan, dan pengawasan serta memberikan kemudahan berusaha bagi Pengusaha Pabrik hasil tembakau pada skala (IKM) dan (UMKM) perlu dilakukan pengumpulan atau pemusatan pabrik hasil tembakau,\u201d bunyi pada pertimbangan PMK 22\/2023, dikutip pada Rabu (22\/3\/23).Dalam Pasal 1 angka 7 ketentuan ini, aglomerasi pabrik adalah pengumpulan atau pemusatan Pabrik dalam suatu tempat, lokasi, atau kawasan tertentu.Penyelenggaraan aglomerasi pabrik tersebut di tempat kawasan industri, kawasan industri tertentu, sentra industri kecil dan menengah, dan tempat pemusatan industri tembakau lainnya yang memiliki kesesuaian dengan tata ruang wilayah. Tempat tersebut tempat yang peruntukan utamanya bagi industri hasil tembakau.Kemudahan yang didapat untuk pengusaha pabrik yang menjalankan kegiatan di tempat diselenggarakannya aglomerasi pabrik, seperti perizinan di bidang cukai, produksi barang kena cukai (BKC), dan pembayaran cukai.Pertama, kemudahan perizinan di bidang cukai berupa pengecualian dari ketentuan memiliki luas lokasi, bangunan, atau tempat usaha, yang akan digunakan sebagai Pabrik hasil tembakau, yang diatur dalam peraturan perundang-undangan mengenai Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC).Kedua, kemudahan produksi BKC berupa kerja sama yang dilakukan untuk menghasilkan BKC berupa hasil tembakau. Kerja sama tersebut dilakukan oleh pengusaha pabrik hasil tembakau yang berada di dalam 1 tempat aglomerasi pabrik dan berdasarkan perjanjian kerja sama.Ketiga, kemudahan pembayaran cukai berupa penundaan pembayaran cukai yang diberikan dalam jangka waktu penundaan 90 hari terhitung sejak tanggal pemesanan pita cukai.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Nama KIHT Sudah Tidak Berlaku, Sekarang \u2018Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau\u2019 - HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah baru saja mengubah penamaan kawasan industri hasil tembakau (KIHT) menjadi menjadi aglomerasi pabrik hasil tembakau.Melalui PMK 22\/2023, pemerintah resmi mengatur aglomerasi pabrik tembakau. Ketentuan tersebut pula mencabut PMK 21\/2020 tentang KIHT agar daya saing produksi hasil tembakau pada skala industri kecil dan menengah (IKM) dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkat.\u201cUntuk meningkatkan daya saing, pembinaan, pelayanan, dan pengawasan serta memberikan kemudahan berusaha bagi Pengusaha Pabrik hasil tembakau pada skala (IKM) dan (UMKM) perlu dilakukan pengumpulan atau pemusatan pabrik hasil tembakau,\u201d bunyi pada pertimbangan PMK 22\/2023, dikutip pada Rabu (22\/3\/23).Dalam Pasal 1 angka 7 ketentuan ini, aglomerasi pabrik adalah pengumpulan atau pemusatan Pabrik dalam suatu tempat, lokasi, atau kawasan tertentu.Penyelenggaraan aglomerasi pabrik tersebut di tempat kawasan industri, kawasan industri tertentu, sentra industri kecil dan menengah, dan tempat pemusatan industri tembakau lainnya yang memiliki kesesuaian dengan tata ruang wilayah. Tempat tersebut tempat yang peruntukan utamanya bagi industri hasil tembakau.Kemudahan yang didapat untuk pengusaha pabrik yang menjalankan kegiatan di tempat diselenggarakannya aglomerasi pabrik, seperti perizinan di bidang cukai, produksi barang kena cukai (BKC), dan pembayaran cukai.Pertama, kemudahan perizinan di bidang cukai berupa pengecualian dari ketentuan memiliki luas lokasi, bangunan, atau tempat usaha, yang akan digunakan sebagai Pabrik hasil tembakau, yang diatur dalam peraturan perundang-undangan mengenai Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC).Kedua, kemudahan produksi BKC berupa kerja sama yang dilakukan untuk menghasilkan BKC berupa hasil tembakau. Kerja sama tersebut dilakukan oleh pengusaha pabrik hasil tembakau yang berada di dalam 1 tempat aglomerasi pabrik dan berdasarkan perjanjian kerja sama.Ketiga, kemudahan pembayaran cukai berupa penundaan pembayaran cukai yang diberikan dalam jangka waktu penundaan 90 hari terhitung sejak tanggal pemesanan pita cukai.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-04-22T12:00:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230322_B_Hasil-Design_Nama-KIHT-Sudah-Tidak-Berlaku-Sekarang-\u2018Aglomerasi-Pabrik-Hasil-Tembakau-1024x576.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"576\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi HnG\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\"},\"headline\":\"Nama KIHT Sudah Tidak Berlaku, Sekarang \u2018Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau\u2019\",\"datePublished\":\"2023-04-22T12:00:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/\"},\"wordCount\":296,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230322_B_Hasil-Design_Nama-KIHT-Sudah-Tidak-Berlaku-Sekarang-\u2018Aglomerasi-Pabrik-Hasil-Tembakau.png\",\"keywords\":[\"BKC\",\"KIHT\",\"PMK 22\/2023\",\"Tembakau\"],\"articleSection\":[\"Tax\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/\",\"name\":\"Nama KIHT Sudah Tidak Berlaku, Sekarang \u2018Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau\u2019 - HnG Consulting | Tax Consultant\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230322_B_Hasil-Design_Nama-KIHT-Sudah-Tidak-Berlaku-Sekarang-\u2018Aglomerasi-Pabrik-Hasil-Tembakau.png\",\"datePublished\":\"2023-04-22T12:00:17+00:00\",\"description\":\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah baru saja mengubah penamaan kawasan industri hasil tembakau (KIHT) menjadi menjadi aglomerasi pabrik hasil tembakau.Melalui PMK 22\/2023, pemerintah resmi mengatur aglomerasi pabrik tembakau. Ketentuan tersebut pula mencabut PMK 21\/2020 tentang KIHT agar daya saing produksi hasil tembakau pada skala industri kecil dan menengah (IKM) dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkat.\u201cUntuk meningkatkan daya saing, pembinaan, pelayanan, dan pengawasan serta memberikan kemudahan berusaha bagi Pengusaha Pabrik hasil tembakau pada skala (IKM) dan (UMKM) perlu dilakukan pengumpulan atau pemusatan pabrik hasil tembakau,\u201d bunyi pada pertimbangan PMK 22\/2023, dikutip pada Rabu (22\/3\/23).Dalam Pasal 1 angka 7 ketentuan ini, aglomerasi pabrik adalah pengumpulan atau pemusatan Pabrik dalam suatu tempat, lokasi, atau kawasan tertentu.Penyelenggaraan aglomerasi pabrik tersebut di tempat kawasan industri, kawasan industri tertentu, sentra industri kecil dan menengah, dan tempat pemusatan industri tembakau lainnya yang memiliki kesesuaian dengan tata ruang wilayah. Tempat tersebut tempat yang peruntukan utamanya bagi industri hasil tembakau.Kemudahan yang didapat untuk pengusaha pabrik yang menjalankan kegiatan di tempat diselenggarakannya aglomerasi pabrik, seperti perizinan di bidang cukai, produksi barang kena cukai (BKC), dan pembayaran cukai.Pertama, kemudahan perizinan di bidang cukai berupa pengecualian dari ketentuan memiliki luas lokasi, bangunan, atau tempat usaha, yang akan digunakan sebagai Pabrik hasil tembakau, yang diatur dalam peraturan perundang-undangan mengenai Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC).Kedua, kemudahan produksi BKC berupa kerja sama yang dilakukan untuk menghasilkan BKC berupa hasil tembakau. Kerja sama tersebut dilakukan oleh pengusaha pabrik hasil tembakau yang berada di dalam 1 tempat aglomerasi pabrik dan berdasarkan perjanjian kerja sama.Ketiga, kemudahan pembayaran cukai berupa penundaan pembayaran cukai yang diberikan dalam jangka waktu penundaan 90 hari terhitung sejak tanggal pemesanan pita cukai.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230322_B_Hasil-Design_Nama-KIHT-Sudah-Tidak-Berlaku-Sekarang-\u2018Aglomerasi-Pabrik-Hasil-Tembakau.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230322_B_Hasil-Design_Nama-KIHT-Sudah-Tidak-Berlaku-Sekarang-\u2018Aglomerasi-Pabrik-Hasil-Tembakau.png\",\"width\":1920,\"height\":1080},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hng.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Nama KIHT Sudah Tidak Berlaku, Sekarang \u2018Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau\u2019\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"description\":\"Official Website\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"width\":782,\"height\":405,\"caption\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\",\"https:\/\/x.com\/hng_consulting\",\"https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\",\"name\":\"Redaksi HnG\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi HnG\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/hng.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Nama KIHT Sudah Tidak Berlaku, Sekarang \u2018Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau\u2019 - HnG Consulting | Tax Consultant","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah baru saja mengubah penamaan kawasan industri hasil tembakau (KIHT) menjadi menjadi aglomerasi pabrik hasil tembakau.Melalui PMK 22\/2023, pemerintah resmi mengatur aglomerasi pabrik tembakau. Ketentuan tersebut pula mencabut PMK 21\/2020 tentang KIHT agar daya saing produksi hasil tembakau pada skala industri kecil dan menengah (IKM) dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkat.\u201cUntuk meningkatkan daya saing, pembinaan, pelayanan, dan pengawasan serta memberikan kemudahan berusaha bagi Pengusaha Pabrik hasil tembakau pada skala (IKM) dan (UMKM) perlu dilakukan pengumpulan atau pemusatan pabrik hasil tembakau,\u201d bunyi pada pertimbangan PMK 22\/2023, dikutip pada Rabu (22\/3\/23).Dalam Pasal 1 angka 7 ketentuan ini, aglomerasi pabrik adalah pengumpulan atau pemusatan Pabrik dalam suatu tempat, lokasi, atau kawasan tertentu.Penyelenggaraan aglomerasi pabrik tersebut di tempat kawasan industri, kawasan industri tertentu, sentra industri kecil dan menengah, dan tempat pemusatan industri tembakau lainnya yang memiliki kesesuaian dengan tata ruang wilayah. Tempat tersebut tempat yang peruntukan utamanya bagi industri hasil tembakau.Kemudahan yang didapat untuk pengusaha pabrik yang menjalankan kegiatan di tempat diselenggarakannya aglomerasi pabrik, seperti perizinan di bidang cukai, produksi barang kena cukai (BKC), dan pembayaran cukai.Pertama, kemudahan perizinan di bidang cukai berupa pengecualian dari ketentuan memiliki luas lokasi, bangunan, atau tempat usaha, yang akan digunakan sebagai Pabrik hasil tembakau, yang diatur dalam peraturan perundang-undangan mengenai Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC).Kedua, kemudahan produksi BKC berupa kerja sama yang dilakukan untuk menghasilkan BKC berupa hasil tembakau. Kerja sama tersebut dilakukan oleh pengusaha pabrik hasil tembakau yang berada di dalam 1 tempat aglomerasi pabrik dan berdasarkan perjanjian kerja sama.Ketiga, kemudahan pembayaran cukai berupa penundaan pembayaran cukai yang diberikan dalam jangka waktu penundaan 90 hari terhitung sejak tanggal pemesanan pita cukai.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hng.co.id\/id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Nama KIHT Sudah Tidak Berlaku, Sekarang \u2018Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau\u2019 - HnG Consulting | Tax Consultant","og_description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah baru saja mengubah penamaan kawasan industri hasil tembakau (KIHT) menjadi menjadi aglomerasi pabrik hasil tembakau.Melalui PMK 22\/2023, pemerintah resmi mengatur aglomerasi pabrik tembakau. Ketentuan tersebut pula mencabut PMK 21\/2020 tentang KIHT agar daya saing produksi hasil tembakau pada skala industri kecil dan menengah (IKM) dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkat.\u201cUntuk meningkatkan daya saing, pembinaan, pelayanan, dan pengawasan serta memberikan kemudahan berusaha bagi Pengusaha Pabrik hasil tembakau pada skala (IKM) dan (UMKM) perlu dilakukan pengumpulan atau pemusatan pabrik hasil tembakau,\u201d bunyi pada pertimbangan PMK 22\/2023, dikutip pada Rabu (22\/3\/23).Dalam Pasal 1 angka 7 ketentuan ini, aglomerasi pabrik adalah pengumpulan atau pemusatan Pabrik dalam suatu tempat, lokasi, atau kawasan tertentu.Penyelenggaraan aglomerasi pabrik tersebut di tempat kawasan industri, kawasan industri tertentu, sentra industri kecil dan menengah, dan tempat pemusatan industri tembakau lainnya yang memiliki kesesuaian dengan tata ruang wilayah. Tempat tersebut tempat yang peruntukan utamanya bagi industri hasil tembakau.Kemudahan yang didapat untuk pengusaha pabrik yang menjalankan kegiatan di tempat diselenggarakannya aglomerasi pabrik, seperti perizinan di bidang cukai, produksi barang kena cukai (BKC), dan pembayaran cukai.Pertama, kemudahan perizinan di bidang cukai berupa pengecualian dari ketentuan memiliki luas lokasi, bangunan, atau tempat usaha, yang akan digunakan sebagai Pabrik hasil tembakau, yang diatur dalam peraturan perundang-undangan mengenai Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC).Kedua, kemudahan produksi BKC berupa kerja sama yang dilakukan untuk menghasilkan BKC berupa hasil tembakau. Kerja sama tersebut dilakukan oleh pengusaha pabrik hasil tembakau yang berada di dalam 1 tempat aglomerasi pabrik dan berdasarkan perjanjian kerja sama.Ketiga, kemudahan pembayaran cukai berupa penundaan pembayaran cukai yang diberikan dalam jangka waktu penundaan 90 hari terhitung sejak tanggal pemesanan pita cukai.","og_url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/","og_site_name":"HnG Consulting | Tax Consultant","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","article_published_time":"2023-04-22T12:00:17+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":576,"url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230322_B_Hasil-Design_Nama-KIHT-Sudah-Tidak-Berlaku-Sekarang-\u2018Aglomerasi-Pabrik-Hasil-Tembakau-1024x576.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi HnG","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@hng_consulting","twitter_site":"@hng_consulting","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi HnG","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/"},"author":{"name":"Redaksi HnG","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e"},"headline":"Nama KIHT Sudah Tidak Berlaku, Sekarang \u2018Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau\u2019","datePublished":"2023-04-22T12:00:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/"},"wordCount":296,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230322_B_Hasil-Design_Nama-KIHT-Sudah-Tidak-Berlaku-Sekarang-\u2018Aglomerasi-Pabrik-Hasil-Tembakau.png","keywords":["BKC","KIHT","PMK 22\/2023","Tembakau"],"articleSection":["Tax"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/","name":"Nama KIHT Sudah Tidak Berlaku, Sekarang \u2018Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau\u2019 - HnG Consulting | Tax Consultant","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230322_B_Hasil-Design_Nama-KIHT-Sudah-Tidak-Berlaku-Sekarang-\u2018Aglomerasi-Pabrik-Hasil-Tembakau.png","datePublished":"2023-04-22T12:00:17+00:00","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah baru saja mengubah penamaan kawasan industri hasil tembakau (KIHT) menjadi menjadi aglomerasi pabrik hasil tembakau.Melalui PMK 22\/2023, pemerintah resmi mengatur aglomerasi pabrik tembakau. Ketentuan tersebut pula mencabut PMK 21\/2020 tentang KIHT agar daya saing produksi hasil tembakau pada skala industri kecil dan menengah (IKM) dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkat.\u201cUntuk meningkatkan daya saing, pembinaan, pelayanan, dan pengawasan serta memberikan kemudahan berusaha bagi Pengusaha Pabrik hasil tembakau pada skala (IKM) dan (UMKM) perlu dilakukan pengumpulan atau pemusatan pabrik hasil tembakau,\u201d bunyi pada pertimbangan PMK 22\/2023, dikutip pada Rabu (22\/3\/23).Dalam Pasal 1 angka 7 ketentuan ini, aglomerasi pabrik adalah pengumpulan atau pemusatan Pabrik dalam suatu tempat, lokasi, atau kawasan tertentu.Penyelenggaraan aglomerasi pabrik tersebut di tempat kawasan industri, kawasan industri tertentu, sentra industri kecil dan menengah, dan tempat pemusatan industri tembakau lainnya yang memiliki kesesuaian dengan tata ruang wilayah. Tempat tersebut tempat yang peruntukan utamanya bagi industri hasil tembakau.Kemudahan yang didapat untuk pengusaha pabrik yang menjalankan kegiatan di tempat diselenggarakannya aglomerasi pabrik, seperti perizinan di bidang cukai, produksi barang kena cukai (BKC), dan pembayaran cukai.Pertama, kemudahan perizinan di bidang cukai berupa pengecualian dari ketentuan memiliki luas lokasi, bangunan, atau tempat usaha, yang akan digunakan sebagai Pabrik hasil tembakau, yang diatur dalam peraturan perundang-undangan mengenai Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC).Kedua, kemudahan produksi BKC berupa kerja sama yang dilakukan untuk menghasilkan BKC berupa hasil tembakau. Kerja sama tersebut dilakukan oleh pengusaha pabrik hasil tembakau yang berada di dalam 1 tempat aglomerasi pabrik dan berdasarkan perjanjian kerja sama.Ketiga, kemudahan pembayaran cukai berupa penundaan pembayaran cukai yang diberikan dalam jangka waktu penundaan 90 hari terhitung sejak tanggal pemesanan pita cukai.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/#primaryimage","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230322_B_Hasil-Design_Nama-KIHT-Sudah-Tidak-Berlaku-Sekarang-\u2018Aglomerasi-Pabrik-Hasil-Tembakau.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230322_B_Hasil-Design_Nama-KIHT-Sudah-Tidak-Berlaku-Sekarang-\u2018Aglomerasi-Pabrik-Hasil-Tembakau.png","width":1920,"height":1080},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hng.co.id\/nama-kiht-sudah-tidak-berlaku-sekarang-aglomerasi-pabrik-hasil-tembakau\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hng.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Nama KIHT Sudah Tidak Berlaku, Sekarang \u2018Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau\u2019"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website","url":"https:\/\/hng.co.id\/","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","description":"Official Website","publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","url":"https:\/\/hng.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","width":782,"height":405,"caption":"HnG Consulting | Tax Consultant"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","https:\/\/x.com\/hng_consulting","https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e","name":"Redaksi HnG","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi HnG"},"sameAs":["https:\/\/hng.co.id"],"url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/"}]}},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2171","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2171"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2171\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2172"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2171"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2171"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2171"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}