{"id":2164,"date":"2023-04-20T19:00:04","date_gmt":"2023-04-20T12:00:04","guid":{"rendered":"https:\/\/hng.co.id\/?p=2164"},"modified":"2023-04-20T19:00:04","modified_gmt":"2023-04-20T12:00:04","slug":"masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hng.co.id\/id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/","title":{"rendered":"Masih Kuat! Penerimaan Pajak Tumbuh Terus, Simak Penjelasan Menkeu"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\">Penulis:<\/span> <b><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/aqilabagus\/\">Aqila Bagus Misbahuddin<\/a><\/span><\/b><\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">JAKARTA, HnG Insight \u2013 Penerimaan pajak hingga akhir Februari lalu mencapai Rp279,98 triliun atau tumbuh sebesar 40,35%. Angka pertumbuhan penerimaan pajak tersebut melewati capaian tahun lalu dalam periode yang sama di angka 36,5%.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan kinerja penerimaan pajak yang sangat baik ini dipengaruhi oleh tiga hal. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> harga komoditas yang masih lebih tinggi dibandingkan dua bulan pertama tahun lalu.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">aktivitas ekonomi membaik dari masyarakat dan investasi. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) yang sudah mulai kita implementasikan memberikan kontribusi,\u201d kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Maret 2023, dikutip pada Rabu (15\/3\/2023).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penerimaan pajak dikategorikan menjadi empat kelompok. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pajak penghasilan (PPh) Non Migas yang telah terkumpul Rp137,09 triliun atau 15,69% dari target tahun ini. Perolehan tersebut naik 24,35% dibandingkan tahun lalu.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pajak pertambahan nilai (PPN) &amp; pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) berhasil terkumpul hingga Rp128,27 triliun per akhir Februari. Artinya, 17,27% dari target tahun ini dan kenaikannya sangat tinggi mencapai 72,87%.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">penerimaan pajak dari pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pajak lainnya hingga Rp1,95 triliun yang naik 29,33% dibanding tahun lalu. Hasil terebut merupakan 4,87% dari target tahun ini.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Keempat, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">PPh Migas menjadi satu-satunya penerimaan yang mengalami kontraksi hingga 6,36%. Angka yang didapat dua bulan ini sebesar Rp12,67 triliun atau 20,62% dari target.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTadi kita punya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lifting <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menurun dan harga minyak dunia mengalami penurunan sehingga PPh Migas mengalami kontraksi,\u201d imbuhnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ilustrasi: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/muhammad-irfan-firdaus-ba8b931ba\/\">Muhammad Irfan Firdaus<\/a><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Cek berita dan artikel lainnya di <\/span><a href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/artikel\/\">sini<\/a><\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Aqila Bagus Misbahuddin JAKARTA, HnG Insight \u2013 Penerimaan pajak hingga akhir Februari lalu mencapai Rp279,98 triliun atau tumbuh sebesar 40,35%. Angka pertumbuhan penerimaan pajak tersebut melewati capaian tahun lalu dalam periode yang sama di angka 36,5%. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan kinerja penerimaan pajak yang sangat baik ini dipengaruhi oleh tiga hal. Pertama, [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":2165,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[68,158,78,159,156,160],"class_list":["post-2164","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tax","tag-pbb","tag-penerimaan-pajak","tag-pph","tag-pph-migas","tag-ppn","tag-ppnbm"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Masih Kuat! Penerimaan Pajak Tumbuh Terus, Simak Penjelasan Menkeu - HnG Consulting | Tax Consultant<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Penerimaan pajak hingga akhir Februari lalu mencapai Rp279,98 triliun atau tumbuh sebesar 40,35%. Angka pertumbuhan penerimaan pajak tersebut melewati capaian tahun lalu dalam periode yang sama di angka 36,5%.Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan kinerja penerimaan pajak yang sangat baik ini dipengaruhi oleh tiga hal. Pertama, harga komoditas yang masih lebih tinggi dibandingkan dua bulan pertama tahun lalu.\u201dKedua, aktivitas ekonomi membaik dari masyarakat dan investasi. Ketiga, Undang-Udang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) yang sudah mulai kita implementasikan memberikan kontribusi,\u201d kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Maret 2023, dikutip pada Rabu (15\/3\/2023).Penerimaan pajak dikategorikan menjadi empat kelompok. Pertama, pajak penghasilan (PPh) Non Migas yang telah terkumpul Rp137,09 triliun atau 15,69% dari target tahun ini. Perolehan tersebut naik 24,35% dibandingkan tahun lalu.Kedua, pajak pertambahan nilai (PPN) &amp; pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) berhasil terkumpul hingga Rp128,27 triliun per akhir Februari. Artinya, 17,27% dari target tahun ini dan kenaikannya sangat tinggi mencapai 72,87%.Ketiga, penerimaan pajak dari pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pajak lainnya hingga Rp1,95 triliun yang naik 29,33% dibanding tahun lalu. Hasil terebut merupakan 4,87% dari target tahun ini.Keempat, PPh Migas menjadi satu-satunya penerimaan yang mengalami kontraksi hingga 6,36%. Angka yang didapat dua bulan ini sebesar Rp12,67 triliun atau 20,62% dari target.\u201cTadi kita punya lifting menurun dan harga minyak dunia mengalami penurunan sehingga PPh Migas mengalami kontraksi,\u201d imbuhnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Masih Kuat! Penerimaan Pajak Tumbuh Terus, Simak Penjelasan Menkeu - HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Penerimaan pajak hingga akhir Februari lalu mencapai Rp279,98 triliun atau tumbuh sebesar 40,35%. Angka pertumbuhan penerimaan pajak tersebut melewati capaian tahun lalu dalam periode yang sama di angka 36,5%.Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan kinerja penerimaan pajak yang sangat baik ini dipengaruhi oleh tiga hal. Pertama, harga komoditas yang masih lebih tinggi dibandingkan dua bulan pertama tahun lalu.\u201dKedua, aktivitas ekonomi membaik dari masyarakat dan investasi. Ketiga, Undang-Udang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) yang sudah mulai kita implementasikan memberikan kontribusi,\u201d kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Maret 2023, dikutip pada Rabu (15\/3\/2023).Penerimaan pajak dikategorikan menjadi empat kelompok. Pertama, pajak penghasilan (PPh) Non Migas yang telah terkumpul Rp137,09 triliun atau 15,69% dari target tahun ini. Perolehan tersebut naik 24,35% dibandingkan tahun lalu.Kedua, pajak pertambahan nilai (PPN) &amp; pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) berhasil terkumpul hingga Rp128,27 triliun per akhir Februari. Artinya, 17,27% dari target tahun ini dan kenaikannya sangat tinggi mencapai 72,87%.Ketiga, penerimaan pajak dari pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pajak lainnya hingga Rp1,95 triliun yang naik 29,33% dibanding tahun lalu. Hasil terebut merupakan 4,87% dari target tahun ini.Keempat, PPh Migas menjadi satu-satunya penerimaan yang mengalami kontraksi hingga 6,36%. Angka yang didapat dua bulan ini sebesar Rp12,67 triliun atau 20,62% dari target.\u201cTadi kita punya lifting menurun dan harga minyak dunia mengalami penurunan sehingga PPh Migas mengalami kontraksi,\u201d imbuhnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-04-20T12:00:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230315_B_Hasil-Design_Masih-Kuat-Penerimaan-Pajak-Tumbuh-Terus-Simak-Penjelasan-Menkeu.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi HnG\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\"},\"headline\":\"Masih Kuat! Penerimaan Pajak Tumbuh Terus, Simak Penjelasan Menkeu\",\"datePublished\":\"2023-04-20T12:00:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/\"},\"wordCount\":243,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230315_B_Hasil-Design_Masih-Kuat-Penerimaan-Pajak-Tumbuh-Terus-Simak-Penjelasan-Menkeu.png\",\"keywords\":[\"PBB\",\"Penerimaan Pajak\",\"PPh\",\"PPh Migas\",\"PPN\",\"PPnBM\"],\"articleSection\":[\"Tax\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/\",\"name\":\"Masih Kuat! Penerimaan Pajak Tumbuh Terus, Simak Penjelasan Menkeu - HnG Consulting | Tax Consultant\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230315_B_Hasil-Design_Masih-Kuat-Penerimaan-Pajak-Tumbuh-Terus-Simak-Penjelasan-Menkeu.png\",\"datePublished\":\"2023-04-20T12:00:04+00:00\",\"description\":\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Penerimaan pajak hingga akhir Februari lalu mencapai Rp279,98 triliun atau tumbuh sebesar 40,35%. Angka pertumbuhan penerimaan pajak tersebut melewati capaian tahun lalu dalam periode yang sama di angka 36,5%.Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan kinerja penerimaan pajak yang sangat baik ini dipengaruhi oleh tiga hal. Pertama, harga komoditas yang masih lebih tinggi dibandingkan dua bulan pertama tahun lalu.\u201dKedua, aktivitas ekonomi membaik dari masyarakat dan investasi. Ketiga, Undang-Udang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) yang sudah mulai kita implementasikan memberikan kontribusi,\u201d kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Maret 2023, dikutip pada Rabu (15\/3\/2023).Penerimaan pajak dikategorikan menjadi empat kelompok. Pertama, pajak penghasilan (PPh) Non Migas yang telah terkumpul Rp137,09 triliun atau 15,69% dari target tahun ini. Perolehan tersebut naik 24,35% dibandingkan tahun lalu.Kedua, pajak pertambahan nilai (PPN) & pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) berhasil terkumpul hingga Rp128,27 triliun per akhir Februari. Artinya, 17,27% dari target tahun ini dan kenaikannya sangat tinggi mencapai 72,87%.Ketiga, penerimaan pajak dari pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pajak lainnya hingga Rp1,95 triliun yang naik 29,33% dibanding tahun lalu. Hasil terebut merupakan 4,87% dari target tahun ini.Keempat, PPh Migas menjadi satu-satunya penerimaan yang mengalami kontraksi hingga 6,36%. Angka yang didapat dua bulan ini sebesar Rp12,67 triliun atau 20,62% dari target.\u201cTadi kita punya lifting menurun dan harga minyak dunia mengalami penurunan sehingga PPh Migas mengalami kontraksi,\u201d imbuhnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230315_B_Hasil-Design_Masih-Kuat-Penerimaan-Pajak-Tumbuh-Terus-Simak-Penjelasan-Menkeu.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230315_B_Hasil-Design_Masih-Kuat-Penerimaan-Pajak-Tumbuh-Terus-Simak-Penjelasan-Menkeu.png\",\"width\":1920,\"height\":1080},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hng.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Masih Kuat! Penerimaan Pajak Tumbuh Terus, Simak Penjelasan Menkeu\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"description\":\"Official Website\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"width\":782,\"height\":405,\"caption\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\",\"https:\/\/x.com\/hng_consulting\",\"https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\",\"name\":\"Redaksi HnG\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi HnG\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/hng.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Masih Kuat! Penerimaan Pajak Tumbuh Terus, Simak Penjelasan Menkeu - HnG Consulting | Tax Consultant","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Penerimaan pajak hingga akhir Februari lalu mencapai Rp279,98 triliun atau tumbuh sebesar 40,35%. Angka pertumbuhan penerimaan pajak tersebut melewati capaian tahun lalu dalam periode yang sama di angka 36,5%.Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan kinerja penerimaan pajak yang sangat baik ini dipengaruhi oleh tiga hal. Pertama, harga komoditas yang masih lebih tinggi dibandingkan dua bulan pertama tahun lalu.\u201dKedua, aktivitas ekonomi membaik dari masyarakat dan investasi. Ketiga, Undang-Udang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) yang sudah mulai kita implementasikan memberikan kontribusi,\u201d kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Maret 2023, dikutip pada Rabu (15\/3\/2023).Penerimaan pajak dikategorikan menjadi empat kelompok. Pertama, pajak penghasilan (PPh) Non Migas yang telah terkumpul Rp137,09 triliun atau 15,69% dari target tahun ini. Perolehan tersebut naik 24,35% dibandingkan tahun lalu.Kedua, pajak pertambahan nilai (PPN) & pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) berhasil terkumpul hingga Rp128,27 triliun per akhir Februari. Artinya, 17,27% dari target tahun ini dan kenaikannya sangat tinggi mencapai 72,87%.Ketiga, penerimaan pajak dari pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pajak lainnya hingga Rp1,95 triliun yang naik 29,33% dibanding tahun lalu. Hasil terebut merupakan 4,87% dari target tahun ini.Keempat, PPh Migas menjadi satu-satunya penerimaan yang mengalami kontraksi hingga 6,36%. Angka yang didapat dua bulan ini sebesar Rp12,67 triliun atau 20,62% dari target.\u201cTadi kita punya lifting menurun dan harga minyak dunia mengalami penurunan sehingga PPh Migas mengalami kontraksi,\u201d imbuhnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hng.co.id\/id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Masih Kuat! Penerimaan Pajak Tumbuh Terus, Simak Penjelasan Menkeu - HnG Consulting | Tax Consultant","og_description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Penerimaan pajak hingga akhir Februari lalu mencapai Rp279,98 triliun atau tumbuh sebesar 40,35%. Angka pertumbuhan penerimaan pajak tersebut melewati capaian tahun lalu dalam periode yang sama di angka 36,5%.Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan kinerja penerimaan pajak yang sangat baik ini dipengaruhi oleh tiga hal. Pertama, harga komoditas yang masih lebih tinggi dibandingkan dua bulan pertama tahun lalu.\u201dKedua, aktivitas ekonomi membaik dari masyarakat dan investasi. Ketiga, Undang-Udang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) yang sudah mulai kita implementasikan memberikan kontribusi,\u201d kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Maret 2023, dikutip pada Rabu (15\/3\/2023).Penerimaan pajak dikategorikan menjadi empat kelompok. Pertama, pajak penghasilan (PPh) Non Migas yang telah terkumpul Rp137,09 triliun atau 15,69% dari target tahun ini. Perolehan tersebut naik 24,35% dibandingkan tahun lalu.Kedua, pajak pertambahan nilai (PPN) & pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) berhasil terkumpul hingga Rp128,27 triliun per akhir Februari. Artinya, 17,27% dari target tahun ini dan kenaikannya sangat tinggi mencapai 72,87%.Ketiga, penerimaan pajak dari pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pajak lainnya hingga Rp1,95 triliun yang naik 29,33% dibanding tahun lalu. Hasil terebut merupakan 4,87% dari target tahun ini.Keempat, PPh Migas menjadi satu-satunya penerimaan yang mengalami kontraksi hingga 6,36%. Angka yang didapat dua bulan ini sebesar Rp12,67 triliun atau 20,62% dari target.\u201cTadi kita punya lifting menurun dan harga minyak dunia mengalami penurunan sehingga PPh Migas mengalami kontraksi,\u201d imbuhnya.","og_url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/","og_site_name":"HnG Consulting | Tax Consultant","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","article_published_time":"2023-04-20T12:00:04+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230315_B_Hasil-Design_Masih-Kuat-Penerimaan-Pajak-Tumbuh-Terus-Simak-Penjelasan-Menkeu.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi HnG","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@hng_consulting","twitter_site":"@hng_consulting","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi HnG","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/"},"author":{"name":"Redaksi HnG","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e"},"headline":"Masih Kuat! Penerimaan Pajak Tumbuh Terus, Simak Penjelasan Menkeu","datePublished":"2023-04-20T12:00:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/"},"wordCount":243,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230315_B_Hasil-Design_Masih-Kuat-Penerimaan-Pajak-Tumbuh-Terus-Simak-Penjelasan-Menkeu.png","keywords":["PBB","Penerimaan Pajak","PPh","PPh Migas","PPN","PPnBM"],"articleSection":["Tax"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/","name":"Masih Kuat! Penerimaan Pajak Tumbuh Terus, Simak Penjelasan Menkeu - HnG Consulting | Tax Consultant","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230315_B_Hasil-Design_Masih-Kuat-Penerimaan-Pajak-Tumbuh-Terus-Simak-Penjelasan-Menkeu.png","datePublished":"2023-04-20T12:00:04+00:00","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Penerimaan pajak hingga akhir Februari lalu mencapai Rp279,98 triliun atau tumbuh sebesar 40,35%. Angka pertumbuhan penerimaan pajak tersebut melewati capaian tahun lalu dalam periode yang sama di angka 36,5%.Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan kinerja penerimaan pajak yang sangat baik ini dipengaruhi oleh tiga hal. Pertama, harga komoditas yang masih lebih tinggi dibandingkan dua bulan pertama tahun lalu.\u201dKedua, aktivitas ekonomi membaik dari masyarakat dan investasi. Ketiga, Undang-Udang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) yang sudah mulai kita implementasikan memberikan kontribusi,\u201d kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Maret 2023, dikutip pada Rabu (15\/3\/2023).Penerimaan pajak dikategorikan menjadi empat kelompok. Pertama, pajak penghasilan (PPh) Non Migas yang telah terkumpul Rp137,09 triliun atau 15,69% dari target tahun ini. Perolehan tersebut naik 24,35% dibandingkan tahun lalu.Kedua, pajak pertambahan nilai (PPN) & pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) berhasil terkumpul hingga Rp128,27 triliun per akhir Februari. Artinya, 17,27% dari target tahun ini dan kenaikannya sangat tinggi mencapai 72,87%.Ketiga, penerimaan pajak dari pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pajak lainnya hingga Rp1,95 triliun yang naik 29,33% dibanding tahun lalu. Hasil terebut merupakan 4,87% dari target tahun ini.Keempat, PPh Migas menjadi satu-satunya penerimaan yang mengalami kontraksi hingga 6,36%. Angka yang didapat dua bulan ini sebesar Rp12,67 triliun atau 20,62% dari target.\u201cTadi kita punya lifting menurun dan harga minyak dunia mengalami penurunan sehingga PPh Migas mengalami kontraksi,\u201d imbuhnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/#primaryimage","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230315_B_Hasil-Design_Masih-Kuat-Penerimaan-Pajak-Tumbuh-Terus-Simak-Penjelasan-Menkeu.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230315_B_Hasil-Design_Masih-Kuat-Penerimaan-Pajak-Tumbuh-Terus-Simak-Penjelasan-Menkeu.png","width":1920,"height":1080},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hng.co.id\/masih-kuat-penerimaan-pajak-tumbuh-terus-simak-penjelasan-menkeu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hng.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Masih Kuat! Penerimaan Pajak Tumbuh Terus, Simak Penjelasan Menkeu"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website","url":"https:\/\/hng.co.id\/","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","description":"Official Website","publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","url":"https:\/\/hng.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","width":782,"height":405,"caption":"HnG Consulting | Tax Consultant"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","https:\/\/x.com\/hng_consulting","https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e","name":"Redaksi HnG","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi HnG"},"sameAs":["https:\/\/hng.co.id"],"url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/"}]}},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2164","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2164"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2164\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2165"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2164"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2164"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2164"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}