{"id":2158,"date":"2023-04-18T20:00:03","date_gmt":"2023-04-18T13:00:03","guid":{"rendered":"https:\/\/hng.co.id\/?p=2158"},"modified":"2023-04-18T20:00:03","modified_gmt":"2023-04-18T13:00:03","slug":"ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hng.co.id\/id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/","title":{"rendered":"Ngeri! Empat Serangkai Dominasi Penerimaan Pajak Dua Bulan Pertama"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\">Penulis:<\/span> <b><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/aqilabagus\/\">Aqila Bagus Misbahuddin<\/a><\/span><\/b><br \/>\n<\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">JAKARTA, HnG Insight \u2013penerimaan pajak dua bulan pertama tahun ini, ada empat jenis pajak yang menjadi kontributor utama, yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri (DN), Pajak Penghasilan (PPh) Badan, PPN Impor, dan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan masing-masing memiliki persentase kontribusi yang besar, yakni PPN DN sebesar 28,8%, PPh Badan sebesar 15,1%, PPN Impor sebesar\u00a0 13,9%, dan PPh Pasal 21 sebesar 12,4%.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">\u201cIni adalah berbagai penerimaan yang memang kontribusinya besar dan situasi kondisi mereka sangat baik, masih sangat kuat,\u201d katanya dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Maret 2023, dikutip pada Rabu (15\/3\/2023).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kemudian, di bawah PPh Pasal 21 ada PPh Final yang menyumbang 6,9% dari total penerimaan pajak. Penerimaan itu tergolong meningkat 5,9% setelah tahun lalu mengalami kontraksi karena adanya Program Pengungkapan Sukarela (PPS).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PPh Pasal 26 tepat di bawah PPh Final dengan kontribusi 4,4% dengan pertumbuhan yang menunjukkan tren positif dibandingkan tahun lalu selisih 26,4%.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Lebih lanjut, PPh 22 Impor hanya berada di angka 4,2% karena kondisi eksternal yang melemah sehingga berujung pada aktivitas impor yang mulai melambat. Pertumbuhan tahun ini hanya sebesar 6,6% tergolong menurun mengingat tahun lalu pertumbuhannya 75,9%.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk PPh orang pribadi (OP) menempati posisi paling bawah dengan kontribusi 0,4%. Walaupun terbilang kecil, tetapi pertumbuhannya meningkat hingga 22,3% dibanding tahun lalu yang berada pada angka 7,4%.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\">\u201cKontribusinya keseluruhan dari penerimaan pajak memang kecil 0,4%, tetapi kita menganggap ini [PPh OP] adalah penting bagi penerimaan perpajakan,\u201d tambahnya.<\/span><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ilustrasi: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/muhammad-irfan-firdaus-ba8b931ba\/\">Muhammad Irfan Firdaus<\/a><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Cek berita dan artikel lainnya di <\/span><a href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/artikel\/\">sini<\/a><\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Aqila Bagus Misbahuddin JAKARTA, HnG Insight \u2013penerimaan pajak dua bulan pertama tahun ini, ada empat jenis pajak yang menjadi kontributor utama, yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri (DN), Pajak Penghasilan (PPh) Badan, PPN Impor, dan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan masing-masing memiliki persentase kontribusi yang besar, yakni [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":2159,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[86,158],"class_list":["post-2158","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tax","tag-djp","tag-penerimaan-pajak"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ngeri! Empat Serangkai Dominasi Penerimaan Pajak Dua Bulan Pertama - HnG Consulting | Tax Consultant<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013penerimaan pajak dua bulan pertama tahun ini, ada empat jenis pajak yang menjadi kontributor utama, yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri (DN), Pajak Penghasilan (PPh) Badan, PPN Impor, dan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21.Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan masing-masing memiliki persentase kontribusi yang besar, yakni PPN DN sebesar 28,8%, PPh Badan sebesar 15,1%, PPN Impor sebesar\u00a0 13,9%, dan PPh Pasal 21 sebesar 12,4%.\u201cIni adalah berbagai penerimaan yang memang kontribusinya besar dan situasi kondisi mereka sangat baik, masih sangat kuat,\u201d katanya dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Maret 2023, dikutip pada Rabu (15\/3\/2023).Kemudian, di bawah PPh Pasal 21 ada PPh Final yang menyumbang 6,9% dari total penerimaan pajak. Penerimaan itu tergolong meningkat 5,9% setelah tahun lalu mengalami kontraksi karena adanya Program Pengungkapan Sukarela (PPS).PPh Pasal 26 tepat di bawah PPh Final dengan kontribusi 4,4% dengan pertumbuhan yang menunjukkan tren positif dibandingkan tahun lalu selisih 26,4%.Lebih lanjut, PPh 22 Impor hanya berada di angka 4,2% karena kondisi eksternal yang melemah sehingga berujung pada aktivitas impor yang mulai melambat. Pertumbuhan tahun ini hanya sebesar 6,6% tergolong menurun mengingat tahun lalu pertumbuhannya 75,9%.Untuk PPh orang pribadi (OP) menempati posisi paling bawah dengan kontribusi 0,4%. Walaupun terbilang kecil, tetapi pertumbuhannya meningkat hingga 22,3% dibanding tahun lalu yang berada pada angka 7,4%.\u201cKontribusinya keseluruhan dari penerimaan pajak memang kecil 0,4%, tetapi kita menganggap ini [PPh OP] adalah penting bagi penerimaan perpajakan,\u201d tambahnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ngeri! Empat Serangkai Dominasi Penerimaan Pajak Dua Bulan Pertama - HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013penerimaan pajak dua bulan pertama tahun ini, ada empat jenis pajak yang menjadi kontributor utama, yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri (DN), Pajak Penghasilan (PPh) Badan, PPN Impor, dan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21.Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan masing-masing memiliki persentase kontribusi yang besar, yakni PPN DN sebesar 28,8%, PPh Badan sebesar 15,1%, PPN Impor sebesar\u00a0 13,9%, dan PPh Pasal 21 sebesar 12,4%.\u201cIni adalah berbagai penerimaan yang memang kontribusinya besar dan situasi kondisi mereka sangat baik, masih sangat kuat,\u201d katanya dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Maret 2023, dikutip pada Rabu (15\/3\/2023).Kemudian, di bawah PPh Pasal 21 ada PPh Final yang menyumbang 6,9% dari total penerimaan pajak. Penerimaan itu tergolong meningkat 5,9% setelah tahun lalu mengalami kontraksi karena adanya Program Pengungkapan Sukarela (PPS).PPh Pasal 26 tepat di bawah PPh Final dengan kontribusi 4,4% dengan pertumbuhan yang menunjukkan tren positif dibandingkan tahun lalu selisih 26,4%.Lebih lanjut, PPh 22 Impor hanya berada di angka 4,2% karena kondisi eksternal yang melemah sehingga berujung pada aktivitas impor yang mulai melambat. Pertumbuhan tahun ini hanya sebesar 6,6% tergolong menurun mengingat tahun lalu pertumbuhannya 75,9%.Untuk PPh orang pribadi (OP) menempati posisi paling bawah dengan kontribusi 0,4%. Walaupun terbilang kecil, tetapi pertumbuhannya meningkat hingga 22,3% dibanding tahun lalu yang berada pada angka 7,4%.\u201cKontribusinya keseluruhan dari penerimaan pajak memang kecil 0,4%, tetapi kita menganggap ini [PPh OP] adalah penting bagi penerimaan perpajakan,\u201d tambahnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-04-18T13:00:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/TMNT-1024x576.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"576\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi HnG\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\"},\"headline\":\"Ngeri! Empat Serangkai Dominasi Penerimaan Pajak Dua Bulan Pertama\",\"datePublished\":\"2023-04-18T13:00:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/\"},\"wordCount\":239,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/TMNT.png\",\"keywords\":[\"DJP\",\"Penerimaan Pajak\"],\"articleSection\":[\"Tax\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/\",\"name\":\"Ngeri! Empat Serangkai Dominasi Penerimaan Pajak Dua Bulan Pertama - HnG Consulting | Tax Consultant\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/TMNT.png\",\"datePublished\":\"2023-04-18T13:00:03+00:00\",\"description\":\"JAKARTA, HnG Insight \u2013penerimaan pajak dua bulan pertama tahun ini, ada empat jenis pajak yang menjadi kontributor utama, yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri (DN), Pajak Penghasilan (PPh) Badan, PPN Impor, dan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21.Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan masing-masing memiliki persentase kontribusi yang besar, yakni PPN DN sebesar 28,8%, PPh Badan sebesar 15,1%, PPN Impor sebesar\u00a0 13,9%, dan PPh Pasal 21 sebesar 12,4%.\u201cIni adalah berbagai penerimaan yang memang kontribusinya besar dan situasi kondisi mereka sangat baik, masih sangat kuat,\u201d katanya dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Maret 2023, dikutip pada Rabu (15\/3\/2023).Kemudian, di bawah PPh Pasal 21 ada PPh Final yang menyumbang 6,9% dari total penerimaan pajak. Penerimaan itu tergolong meningkat 5,9% setelah tahun lalu mengalami kontraksi karena adanya Program Pengungkapan Sukarela (PPS).PPh Pasal 26 tepat di bawah PPh Final dengan kontribusi 4,4% dengan pertumbuhan yang menunjukkan tren positif dibandingkan tahun lalu selisih 26,4%.Lebih lanjut, PPh 22 Impor hanya berada di angka 4,2% karena kondisi eksternal yang melemah sehingga berujung pada aktivitas impor yang mulai melambat. Pertumbuhan tahun ini hanya sebesar 6,6% tergolong menurun mengingat tahun lalu pertumbuhannya 75,9%.Untuk PPh orang pribadi (OP) menempati posisi paling bawah dengan kontribusi 0,4%. Walaupun terbilang kecil, tetapi pertumbuhannya meningkat hingga 22,3% dibanding tahun lalu yang berada pada angka 7,4%.\u201cKontribusinya keseluruhan dari penerimaan pajak memang kecil 0,4%, tetapi kita menganggap ini [PPh OP] adalah penting bagi penerimaan perpajakan,\u201d tambahnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/TMNT.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/TMNT.png\",\"width\":1920,\"height\":1080},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hng.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ngeri! Empat Serangkai Dominasi Penerimaan Pajak Dua Bulan Pertama\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"description\":\"Official Website\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"width\":782,\"height\":405,\"caption\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\",\"https:\/\/x.com\/hng_consulting\",\"https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\",\"name\":\"Redaksi HnG\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi HnG\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/hng.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ngeri! Empat Serangkai Dominasi Penerimaan Pajak Dua Bulan Pertama - HnG Consulting | Tax Consultant","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013penerimaan pajak dua bulan pertama tahun ini, ada empat jenis pajak yang menjadi kontributor utama, yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri (DN), Pajak Penghasilan (PPh) Badan, PPN Impor, dan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21.Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan masing-masing memiliki persentase kontribusi yang besar, yakni PPN DN sebesar 28,8%, PPh Badan sebesar 15,1%, PPN Impor sebesar\u00a0 13,9%, dan PPh Pasal 21 sebesar 12,4%.\u201cIni adalah berbagai penerimaan yang memang kontribusinya besar dan situasi kondisi mereka sangat baik, masih sangat kuat,\u201d katanya dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Maret 2023, dikutip pada Rabu (15\/3\/2023).Kemudian, di bawah PPh Pasal 21 ada PPh Final yang menyumbang 6,9% dari total penerimaan pajak. Penerimaan itu tergolong meningkat 5,9% setelah tahun lalu mengalami kontraksi karena adanya Program Pengungkapan Sukarela (PPS).PPh Pasal 26 tepat di bawah PPh Final dengan kontribusi 4,4% dengan pertumbuhan yang menunjukkan tren positif dibandingkan tahun lalu selisih 26,4%.Lebih lanjut, PPh 22 Impor hanya berada di angka 4,2% karena kondisi eksternal yang melemah sehingga berujung pada aktivitas impor yang mulai melambat. Pertumbuhan tahun ini hanya sebesar 6,6% tergolong menurun mengingat tahun lalu pertumbuhannya 75,9%.Untuk PPh orang pribadi (OP) menempati posisi paling bawah dengan kontribusi 0,4%. Walaupun terbilang kecil, tetapi pertumbuhannya meningkat hingga 22,3% dibanding tahun lalu yang berada pada angka 7,4%.\u201cKontribusinya keseluruhan dari penerimaan pajak memang kecil 0,4%, tetapi kita menganggap ini [PPh OP] adalah penting bagi penerimaan perpajakan,\u201d tambahnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hng.co.id\/id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ngeri! Empat Serangkai Dominasi Penerimaan Pajak Dua Bulan Pertama - HnG Consulting | Tax Consultant","og_description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013penerimaan pajak dua bulan pertama tahun ini, ada empat jenis pajak yang menjadi kontributor utama, yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri (DN), Pajak Penghasilan (PPh) Badan, PPN Impor, dan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21.Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan masing-masing memiliki persentase kontribusi yang besar, yakni PPN DN sebesar 28,8%, PPh Badan sebesar 15,1%, PPN Impor sebesar\u00a0 13,9%, dan PPh Pasal 21 sebesar 12,4%.\u201cIni adalah berbagai penerimaan yang memang kontribusinya besar dan situasi kondisi mereka sangat baik, masih sangat kuat,\u201d katanya dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Maret 2023, dikutip pada Rabu (15\/3\/2023).Kemudian, di bawah PPh Pasal 21 ada PPh Final yang menyumbang 6,9% dari total penerimaan pajak. Penerimaan itu tergolong meningkat 5,9% setelah tahun lalu mengalami kontraksi karena adanya Program Pengungkapan Sukarela (PPS).PPh Pasal 26 tepat di bawah PPh Final dengan kontribusi 4,4% dengan pertumbuhan yang menunjukkan tren positif dibandingkan tahun lalu selisih 26,4%.Lebih lanjut, PPh 22 Impor hanya berada di angka 4,2% karena kondisi eksternal yang melemah sehingga berujung pada aktivitas impor yang mulai melambat. Pertumbuhan tahun ini hanya sebesar 6,6% tergolong menurun mengingat tahun lalu pertumbuhannya 75,9%.Untuk PPh orang pribadi (OP) menempati posisi paling bawah dengan kontribusi 0,4%. Walaupun terbilang kecil, tetapi pertumbuhannya meningkat hingga 22,3% dibanding tahun lalu yang berada pada angka 7,4%.\u201cKontribusinya keseluruhan dari penerimaan pajak memang kecil 0,4%, tetapi kita menganggap ini [PPh OP] adalah penting bagi penerimaan perpajakan,\u201d tambahnya.","og_url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/","og_site_name":"HnG Consulting | Tax Consultant","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","article_published_time":"2023-04-18T13:00:03+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":576,"url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/TMNT-1024x576.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi HnG","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@hng_consulting","twitter_site":"@hng_consulting","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi HnG","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/"},"author":{"name":"Redaksi HnG","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e"},"headline":"Ngeri! Empat Serangkai Dominasi Penerimaan Pajak Dua Bulan Pertama","datePublished":"2023-04-18T13:00:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/"},"wordCount":239,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/TMNT.png","keywords":["DJP","Penerimaan Pajak"],"articleSection":["Tax"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/","name":"Ngeri! Empat Serangkai Dominasi Penerimaan Pajak Dua Bulan Pertama - HnG Consulting | Tax Consultant","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/TMNT.png","datePublished":"2023-04-18T13:00:03+00:00","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013penerimaan pajak dua bulan pertama tahun ini, ada empat jenis pajak yang menjadi kontributor utama, yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri (DN), Pajak Penghasilan (PPh) Badan, PPN Impor, dan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21.Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan masing-masing memiliki persentase kontribusi yang besar, yakni PPN DN sebesar 28,8%, PPh Badan sebesar 15,1%, PPN Impor sebesar\u00a0 13,9%, dan PPh Pasal 21 sebesar 12,4%.\u201cIni adalah berbagai penerimaan yang memang kontribusinya besar dan situasi kondisi mereka sangat baik, masih sangat kuat,\u201d katanya dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Maret 2023, dikutip pada Rabu (15\/3\/2023).Kemudian, di bawah PPh Pasal 21 ada PPh Final yang menyumbang 6,9% dari total penerimaan pajak. Penerimaan itu tergolong meningkat 5,9% setelah tahun lalu mengalami kontraksi karena adanya Program Pengungkapan Sukarela (PPS).PPh Pasal 26 tepat di bawah PPh Final dengan kontribusi 4,4% dengan pertumbuhan yang menunjukkan tren positif dibandingkan tahun lalu selisih 26,4%.Lebih lanjut, PPh 22 Impor hanya berada di angka 4,2% karena kondisi eksternal yang melemah sehingga berujung pada aktivitas impor yang mulai melambat. Pertumbuhan tahun ini hanya sebesar 6,6% tergolong menurun mengingat tahun lalu pertumbuhannya 75,9%.Untuk PPh orang pribadi (OP) menempati posisi paling bawah dengan kontribusi 0,4%. Walaupun terbilang kecil, tetapi pertumbuhannya meningkat hingga 22,3% dibanding tahun lalu yang berada pada angka 7,4%.\u201cKontribusinya keseluruhan dari penerimaan pajak memang kecil 0,4%, tetapi kita menganggap ini [PPh OP] adalah penting bagi penerimaan perpajakan,\u201d tambahnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/#primaryimage","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/TMNT.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/TMNT.png","width":1920,"height":1080},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hng.co.id\/ngeri-empat-serangkai-dominasi-penerimaan-pajak-dua-bulan-pertama\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hng.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ngeri! Empat Serangkai Dominasi Penerimaan Pajak Dua Bulan Pertama"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website","url":"https:\/\/hng.co.id\/","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","description":"Official Website","publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","url":"https:\/\/hng.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","width":782,"height":405,"caption":"HnG Consulting | Tax Consultant"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","https:\/\/x.com\/hng_consulting","https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e","name":"Redaksi HnG","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi HnG"},"sameAs":["https:\/\/hng.co.id"],"url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/"}]}},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2158","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2158"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2158\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2158"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2158"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2158"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}