{"id":2136,"date":"2023-04-10T21:10:13","date_gmt":"2023-04-10T14:10:13","guid":{"rendered":"https:\/\/hng.co.id\/?p=2136"},"modified":"2023-04-10T21:10:13","modified_gmt":"2023-04-10T14:10:13","slug":"tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hng.co.id\/id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/","title":{"rendered":"Tarif Turun! PPh 23 Royalti Hanya 6% untuk WP OP yang Menggunakan NPPN"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\">Penulis:<\/span> <b><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/aqilabagus\/\">Aqila Bagus Misbahuddin<\/a><\/span><\/b><br \/>\n<\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah resmi menurunkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 royalti untuk wajib pajak (WP) orang pribadi (OP) dalam negeri yang menghitung penghasilan netonya menggunakan norma perhitungan penghasilan neto (NPPN).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-1\/PJ\/2023, tarif PPh 23 untuk WP OP dalam negeri yang menggunakan NPPN adalah 15% dari 40% nilai royalti yang berarti tarif efektifnya 6%.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJumlah bruto \u2026 bagi wajib pajak orang pribadi dalam negeri yang menerapkan penghitungan PPh menggunakan NPPN, yaitu sebesar 40% dari jumlah penghasilan royalti,\u201d bunyi penggalan Pasal 2 ayat (3) <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">PER-1\/PJ\/2023, dikutip pada Selasa (21\/3\/2023).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Syarat agar WP OP mendapatkan tarif 6% adalah harus menyampaikan bukti penerimaan surat pemberitahuan penggunaan NPPN kepada pemotong PPh 23. Bukti penerimaan surat tersebut harus disampaikan sebelum dilakukan pemotongan PPh 23.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penghasilan atas royalti tersebut harus dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan pada bagian penghasilan neto dalam negeri dari pekerjaan bebas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">\u201cJumlah Pajak Penghasilan Pasal 23 yang dipotong \u2026 merupakan kredit pajak dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri,\u201d bunyi Pasal 4 ayat (2) ketentuan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kewajiban pemotong, yaitu\u00a0 membuat bukti pemotongan PPh 23 dan harus memberikan bukti pemotongan dimaksud kepada WP OP dalam negeri, menyetorkan PPh 23 yang telah dipotong ke kas negara<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, dan melaporkan pemotongan PPh 23 dalam SPT Masa PPh Unifikasi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketentuan ini berlaku sejak 16 Maret 2023, \u201c<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Peraturan Direktur Jenderal ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan,\u201d bunyi Pasal 6 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">PER-1\/PJ\/2023.<br \/>\n<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ilustrasi: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/muhammad-irfan-firdaus-ba8b931ba\/\">Muhammad Irfan Firdaus<\/a><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Cek berita dan artikel lainnya di <\/span><a href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/artikel\/\">sini<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Aqila Bagus Misbahuddin JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah resmi menurunkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 royalti untuk wajib pajak (WP) orang pribadi (OP) dalam negeri yang menghitung penghasilan netonya menggunakan norma perhitungan penghasilan neto (NPPN). Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-1\/PJ\/2023, tarif PPh 23 untuk WP OP dalam negeri yang menggunakan NPPN [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":2139,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":true,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[149,150,40],"class_list":["post-2136","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tax","tag-nppn","tag-pajak-royalti","tag-pph-23"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tarif Turun! PPh 23 Royalti Hanya 6% untuk WP OP yang Menggunakan NPPN - HnG Consulting | Tax Consultant<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah resmi menurunkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 royalti untuk wajib pajak (WP) orang pribadi (OP) dalam negeri yang menghitung penghasilan netonya menggunakan norma perhitungan penghasilan neto (NPPN).Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-1\/PJ\/2023, tarif PPh 23 untuk WP OP dalam negeri yang menggunakan NPPN adalah 15% dari 40% nilai royalti yang berarti tarif efektifnya 6%.\u201cJumlah bruto \u2026 bagi wajib pajak orang pribadi dalam negeri yang menerapkan penghitungan PPh menggunakan NPPN, yaitu sebesar 40% dari jumlah penghasilan royalti,\u201d bunyi penggalan Pasal 2 ayat (3) PER-1\/PJ\/2023, dikutip pada Selasa (21\/3\/2023).Syarat agar WP OP mendapatkan tarif 6% adalah harus menyampaikan bukti penerimaan surat pemberitahuan penggunaan NPPN kepada pemotong PPh 23. Bukti penerimaan surat tersebut harus disampaikan sebelum dilakukan pemotongan PPh 23.Penghasilan atas royalti tersebut harus dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan pada bagian penghasilan neto dalam negeri dari pekerjaan bebas.\u201cJumlah Pajak Penghasilan Pasal 23 yang dipotong \u2026 merupakan kredit pajak dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri,\u201d bunyi Pasal 4 ayat (2) ketentuan tersebut.Kewajiban pemotong, yaitu\u00a0 membuat bukti pemotongan PPh 23 dan harus memberikan bukti pemotongan dimaksud kepada WP OP dalam negeri, menyetorkan PPh 23 yang telah dipotong ke kas negara, dan melaporkan pemotongan PPh 23 dalam SPT Masa PPh Unifikasi.Ketentuan ini berlaku sejak 16 Maret 2023, \u201cPeraturan Direktur Jenderal ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan,\u201d bunyi Pasal 6 PER-1\/PJ\/2023.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tarif Turun! PPh 23 Royalti Hanya 6% untuk WP OP yang Menggunakan NPPN - HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah resmi menurunkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 royalti untuk wajib pajak (WP) orang pribadi (OP) dalam negeri yang menghitung penghasilan netonya menggunakan norma perhitungan penghasilan neto (NPPN).Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-1\/PJ\/2023, tarif PPh 23 untuk WP OP dalam negeri yang menggunakan NPPN adalah 15% dari 40% nilai royalti yang berarti tarif efektifnya 6%.\u201cJumlah bruto \u2026 bagi wajib pajak orang pribadi dalam negeri yang menerapkan penghitungan PPh menggunakan NPPN, yaitu sebesar 40% dari jumlah penghasilan royalti,\u201d bunyi penggalan Pasal 2 ayat (3) PER-1\/PJ\/2023, dikutip pada Selasa (21\/3\/2023).Syarat agar WP OP mendapatkan tarif 6% adalah harus menyampaikan bukti penerimaan surat pemberitahuan penggunaan NPPN kepada pemotong PPh 23. Bukti penerimaan surat tersebut harus disampaikan sebelum dilakukan pemotongan PPh 23.Penghasilan atas royalti tersebut harus dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan pada bagian penghasilan neto dalam negeri dari pekerjaan bebas.\u201cJumlah Pajak Penghasilan Pasal 23 yang dipotong \u2026 merupakan kredit pajak dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri,\u201d bunyi Pasal 4 ayat (2) ketentuan tersebut.Kewajiban pemotong, yaitu\u00a0 membuat bukti pemotongan PPh 23 dan harus memberikan bukti pemotongan dimaksud kepada WP OP dalam negeri, menyetorkan PPh 23 yang telah dipotong ke kas negara, dan melaporkan pemotongan PPh 23 dalam SPT Masa PPh Unifikasi.Ketentuan ini berlaku sejak 16 Maret 2023, \u201cPeraturan Direktur Jenderal ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan,\u201d bunyi Pasal 6 PER-1\/PJ\/2023.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-04-10T14:10:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230321_B_Hasil-Design_Tarif-Turun-PPh-23-Royalti-Hanya-6-untuk-WP-OP-yang-Menggunakan-NPPN.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi HnG\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\"},\"headline\":\"Tarif Turun! PPh 23 Royalti Hanya 6% untuk WP OP yang Menggunakan NPPN\",\"datePublished\":\"2023-04-10T14:10:13+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/\"},\"wordCount\":238,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230321_B_Hasil-Design_Tarif-Turun-PPh-23-Royalti-Hanya-6-untuk-WP-OP-yang-Menggunakan-NPPN.png\",\"keywords\":[\"NPPN\",\"Pajak Royalti\",\"PPh 23\"],\"articleSection\":[\"Tax\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/\",\"name\":\"Tarif Turun! PPh 23 Royalti Hanya 6% untuk WP OP yang Menggunakan NPPN - HnG Consulting | Tax Consultant\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230321_B_Hasil-Design_Tarif-Turun-PPh-23-Royalti-Hanya-6-untuk-WP-OP-yang-Menggunakan-NPPN.png\",\"datePublished\":\"2023-04-10T14:10:13+00:00\",\"description\":\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah resmi menurunkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 royalti untuk wajib pajak (WP) orang pribadi (OP) dalam negeri yang menghitung penghasilan netonya menggunakan norma perhitungan penghasilan neto (NPPN).Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-1\/PJ\/2023, tarif PPh 23 untuk WP OP dalam negeri yang menggunakan NPPN adalah 15% dari 40% nilai royalti yang berarti tarif efektifnya 6%.\u201cJumlah bruto \u2026 bagi wajib pajak orang pribadi dalam negeri yang menerapkan penghitungan PPh menggunakan NPPN, yaitu sebesar 40% dari jumlah penghasilan royalti,\u201d bunyi penggalan Pasal 2 ayat (3) PER-1\/PJ\/2023, dikutip pada Selasa (21\/3\/2023).Syarat agar WP OP mendapatkan tarif 6% adalah harus menyampaikan bukti penerimaan surat pemberitahuan penggunaan NPPN kepada pemotong PPh 23. Bukti penerimaan surat tersebut harus disampaikan sebelum dilakukan pemotongan PPh 23.Penghasilan atas royalti tersebut harus dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan pada bagian penghasilan neto dalam negeri dari pekerjaan bebas.\u201cJumlah Pajak Penghasilan Pasal 23 yang dipotong \u2026 merupakan kredit pajak dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri,\u201d bunyi Pasal 4 ayat (2) ketentuan tersebut.Kewajiban pemotong, yaitu\u00a0 membuat bukti pemotongan PPh 23 dan harus memberikan bukti pemotongan dimaksud kepada WP OP dalam negeri, menyetorkan PPh 23 yang telah dipotong ke kas negara, dan melaporkan pemotongan PPh 23 dalam SPT Masa PPh Unifikasi.Ketentuan ini berlaku sejak 16 Maret 2023, \u201cPeraturan Direktur Jenderal ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan,\u201d bunyi Pasal 6 PER-1\/PJ\/2023.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230321_B_Hasil-Design_Tarif-Turun-PPh-23-Royalti-Hanya-6-untuk-WP-OP-yang-Menggunakan-NPPN.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230321_B_Hasil-Design_Tarif-Turun-PPh-23-Royalti-Hanya-6-untuk-WP-OP-yang-Menggunakan-NPPN.png\",\"width\":1920,\"height\":1080},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hng.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tarif Turun! PPh 23 Royalti Hanya 6% untuk WP OP yang Menggunakan NPPN\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"description\":\"Official Website\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"width\":782,\"height\":405,\"caption\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\",\"https:\/\/x.com\/hng_consulting\",\"https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\",\"name\":\"Redaksi HnG\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi HnG\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/hng.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tarif Turun! PPh 23 Royalti Hanya 6% untuk WP OP yang Menggunakan NPPN - HnG Consulting | Tax Consultant","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah resmi menurunkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 royalti untuk wajib pajak (WP) orang pribadi (OP) dalam negeri yang menghitung penghasilan netonya menggunakan norma perhitungan penghasilan neto (NPPN).Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-1\/PJ\/2023, tarif PPh 23 untuk WP OP dalam negeri yang menggunakan NPPN adalah 15% dari 40% nilai royalti yang berarti tarif efektifnya 6%.\u201cJumlah bruto \u2026 bagi wajib pajak orang pribadi dalam negeri yang menerapkan penghitungan PPh menggunakan NPPN, yaitu sebesar 40% dari jumlah penghasilan royalti,\u201d bunyi penggalan Pasal 2 ayat (3) PER-1\/PJ\/2023, dikutip pada Selasa (21\/3\/2023).Syarat agar WP OP mendapatkan tarif 6% adalah harus menyampaikan bukti penerimaan surat pemberitahuan penggunaan NPPN kepada pemotong PPh 23. Bukti penerimaan surat tersebut harus disampaikan sebelum dilakukan pemotongan PPh 23.Penghasilan atas royalti tersebut harus dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan pada bagian penghasilan neto dalam negeri dari pekerjaan bebas.\u201cJumlah Pajak Penghasilan Pasal 23 yang dipotong \u2026 merupakan kredit pajak dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri,\u201d bunyi Pasal 4 ayat (2) ketentuan tersebut.Kewajiban pemotong, yaitu\u00a0 membuat bukti pemotongan PPh 23 dan harus memberikan bukti pemotongan dimaksud kepada WP OP dalam negeri, menyetorkan PPh 23 yang telah dipotong ke kas negara, dan melaporkan pemotongan PPh 23 dalam SPT Masa PPh Unifikasi.Ketentuan ini berlaku sejak 16 Maret 2023, \u201cPeraturan Direktur Jenderal ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan,\u201d bunyi Pasal 6 PER-1\/PJ\/2023.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hng.co.id\/id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tarif Turun! PPh 23 Royalti Hanya 6% untuk WP OP yang Menggunakan NPPN - HnG Consulting | Tax Consultant","og_description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah resmi menurunkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 royalti untuk wajib pajak (WP) orang pribadi (OP) dalam negeri yang menghitung penghasilan netonya menggunakan norma perhitungan penghasilan neto (NPPN).Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-1\/PJ\/2023, tarif PPh 23 untuk WP OP dalam negeri yang menggunakan NPPN adalah 15% dari 40% nilai royalti yang berarti tarif efektifnya 6%.\u201cJumlah bruto \u2026 bagi wajib pajak orang pribadi dalam negeri yang menerapkan penghitungan PPh menggunakan NPPN, yaitu sebesar 40% dari jumlah penghasilan royalti,\u201d bunyi penggalan Pasal 2 ayat (3) PER-1\/PJ\/2023, dikutip pada Selasa (21\/3\/2023).Syarat agar WP OP mendapatkan tarif 6% adalah harus menyampaikan bukti penerimaan surat pemberitahuan penggunaan NPPN kepada pemotong PPh 23. Bukti penerimaan surat tersebut harus disampaikan sebelum dilakukan pemotongan PPh 23.Penghasilan atas royalti tersebut harus dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan pada bagian penghasilan neto dalam negeri dari pekerjaan bebas.\u201cJumlah Pajak Penghasilan Pasal 23 yang dipotong \u2026 merupakan kredit pajak dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri,\u201d bunyi Pasal 4 ayat (2) ketentuan tersebut.Kewajiban pemotong, yaitu\u00a0 membuat bukti pemotongan PPh 23 dan harus memberikan bukti pemotongan dimaksud kepada WP OP dalam negeri, menyetorkan PPh 23 yang telah dipotong ke kas negara, dan melaporkan pemotongan PPh 23 dalam SPT Masa PPh Unifikasi.Ketentuan ini berlaku sejak 16 Maret 2023, \u201cPeraturan Direktur Jenderal ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan,\u201d bunyi Pasal 6 PER-1\/PJ\/2023.","og_url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/","og_site_name":"HnG Consulting | Tax Consultant","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","article_published_time":"2023-04-10T14:10:13+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230321_B_Hasil-Design_Tarif-Turun-PPh-23-Royalti-Hanya-6-untuk-WP-OP-yang-Menggunakan-NPPN.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi HnG","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@hng_consulting","twitter_site":"@hng_consulting","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi HnG","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/"},"author":{"name":"Redaksi HnG","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e"},"headline":"Tarif Turun! PPh 23 Royalti Hanya 6% untuk WP OP yang Menggunakan NPPN","datePublished":"2023-04-10T14:10:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/"},"wordCount":238,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230321_B_Hasil-Design_Tarif-Turun-PPh-23-Royalti-Hanya-6-untuk-WP-OP-yang-Menggunakan-NPPN.png","keywords":["NPPN","Pajak Royalti","PPh 23"],"articleSection":["Tax"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/","name":"Tarif Turun! PPh 23 Royalti Hanya 6% untuk WP OP yang Menggunakan NPPN - HnG Consulting | Tax Consultant","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230321_B_Hasil-Design_Tarif-Turun-PPh-23-Royalti-Hanya-6-untuk-WP-OP-yang-Menggunakan-NPPN.png","datePublished":"2023-04-10T14:10:13+00:00","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Pemerintah resmi menurunkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 royalti untuk wajib pajak (WP) orang pribadi (OP) dalam negeri yang menghitung penghasilan netonya menggunakan norma perhitungan penghasilan neto (NPPN).Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-1\/PJ\/2023, tarif PPh 23 untuk WP OP dalam negeri yang menggunakan NPPN adalah 15% dari 40% nilai royalti yang berarti tarif efektifnya 6%.\u201cJumlah bruto \u2026 bagi wajib pajak orang pribadi dalam negeri yang menerapkan penghitungan PPh menggunakan NPPN, yaitu sebesar 40% dari jumlah penghasilan royalti,\u201d bunyi penggalan Pasal 2 ayat (3) PER-1\/PJ\/2023, dikutip pada Selasa (21\/3\/2023).Syarat agar WP OP mendapatkan tarif 6% adalah harus menyampaikan bukti penerimaan surat pemberitahuan penggunaan NPPN kepada pemotong PPh 23. Bukti penerimaan surat tersebut harus disampaikan sebelum dilakukan pemotongan PPh 23.Penghasilan atas royalti tersebut harus dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan pada bagian penghasilan neto dalam negeri dari pekerjaan bebas.\u201cJumlah Pajak Penghasilan Pasal 23 yang dipotong \u2026 merupakan kredit pajak dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri,\u201d bunyi Pasal 4 ayat (2) ketentuan tersebut.Kewajiban pemotong, yaitu\u00a0 membuat bukti pemotongan PPh 23 dan harus memberikan bukti pemotongan dimaksud kepada WP OP dalam negeri, menyetorkan PPh 23 yang telah dipotong ke kas negara, dan melaporkan pemotongan PPh 23 dalam SPT Masa PPh Unifikasi.Ketentuan ini berlaku sejak 16 Maret 2023, \u201cPeraturan Direktur Jenderal ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan,\u201d bunyi Pasal 6 PER-1\/PJ\/2023.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/#primaryimage","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230321_B_Hasil-Design_Tarif-Turun-PPh-23-Royalti-Hanya-6-untuk-WP-OP-yang-Menggunakan-NPPN.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/230321_B_Hasil-Design_Tarif-Turun-PPh-23-Royalti-Hanya-6-untuk-WP-OP-yang-Menggunakan-NPPN.png","width":1920,"height":1080},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hng.co.id\/tarif-turun-pph-23-royalti-hanya-6-untuk-wp-op-yang-menggunakan-nppn\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hng.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tarif Turun! PPh 23 Royalti Hanya 6% untuk WP OP yang Menggunakan NPPN"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website","url":"https:\/\/hng.co.id\/","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","description":"Official Website","publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","url":"https:\/\/hng.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","width":782,"height":405,"caption":"HnG Consulting | Tax Consultant"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","https:\/\/x.com\/hng_consulting","https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e","name":"Redaksi HnG","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi HnG"},"sameAs":["https:\/\/hng.co.id"],"url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/"}]}},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2136","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2136"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2136\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2139"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2136"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2136"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2136"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}