{"id":2112,"date":"2023-03-22T16:00:54","date_gmt":"2023-03-22T09:00:54","guid":{"rendered":"https:\/\/hng.co.id\/?p=2112"},"modified":"2023-03-22T16:00:54","modified_gmt":"2023-03-22T09:00:54","slug":"ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hng.co.id\/id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/","title":{"rendered":"Ramai Seruan Boikot Pajak, Begini Pendapat Pengamat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\">Penulis: <\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/natalie-syaina-abitta-a877321a6\/\">Natalie Syaina Abitta<\/a><\/span><\/span><br \/>\n<\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">JAKARTA, HnG Insight \u2013\u00a0 Tengah ramai seruan boikot pajak akibat kekecewaan masyarakat terhadap pejabat pajak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ketidakpercayaan masyarakat terus meningkat usai kasus pejabat pajak yang kerap pamer harta. Melihat hal tersebut, Pengamat Pajak Prianto Budi berpendapat peningkatan pelayanan dalam administrasi pajak berperan besar dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPelayanan diperbaiki dan ditingkatkan serta komunikasi yang lancar akan memunculkan rasa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">trust<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Service<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">trust<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah dua hal yang berpasangan\u201d, ungkapnya dalam B-Talk, dikutip Minggu (5\/2\/2023).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Taxation without representation<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">is robbery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pajak tanpa undang-undang adalah perampokan. Menurutnya, sifat pajak yang memaksa membuat masyarakat enggan membayar pajak. Rasa enggan tersebut kemudian berlanjut menambah ketidakpercayaan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam mengatasi rasa enggan dalam membayar pajak, terdapat 2 cara dalam proses administrasinya yakni <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cop and robber <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">service and trust<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Paradigma <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cop and robber<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> cenderung menempatkan pegawai pajak sebagai polisi dan wajib pajak sebagai perampok yang tidak membayar pajak. Paradigma seperti ini harus segera ditinggalkan karena akan menciptakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">enforce compliance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yakni kepatuhan yang muncul akibat paksaan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, paradigma <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">service and trust<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi sebuah keharusan. Kemudahan yang didapat masyarakat dari pelayanan yang baik akan menimbulkan kepercayaan dan akan berujung pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">voluntary compliance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yakni kepatuhan yang timbul karena adanya rasa percaya pada otoritas pajak.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\">Namun, lanjut Prianto, pengawasan harus tetap dilaksanakan khususnya pada para pengemplang pajak. Pada wajib pajak yang patuh wajib terus diberikan fasilitas serta kemudahan pajak demi mendukung terciptanya kepercayaan akan otoritas pajak.<\/span><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ilustrasi:<\/span> <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/valerie-evangeline\/\">Valerie Evangeline<\/a><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Cek berita dan artikel lainnya di<\/span> <a href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/artikel\/\">sini<\/a><\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Natalie Syaina Abitta JAKARTA, HnG Insight \u2013\u00a0 Tengah ramai seruan boikot pajak akibat kekecewaan masyarakat terhadap pejabat pajak. Ketidakpercayaan masyarakat terus meningkat usai kasus pejabat pajak yang kerap pamer harta. Melihat hal tersebut, Pengamat Pajak Prianto Budi berpendapat peningkatan pelayanan dalam administrasi pajak berperan besar dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat. \u201cPelayanan diperbaiki dan ditingkatkan serta [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":2113,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[137,54],"class_list":["post-2112","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tax","tag-boikot-pajak","tag-pajak"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ramai Seruan Boikot Pajak, Begini Pendapat Pengamat - HnG Consulting | Tax Consultant<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013\u00a0 Tengah ramai seruan boikot pajak akibat kekecewaan masyarakat terhadap pejabat pajak.Ketidakpercayaan masyarakat terus meningkat usai kasus pejabat pajak yang kerap pamer harta. Melihat hal tersebut, Pengamat Pajak Prianto Budi berpendapat peningkatan pelayanan dalam administrasi pajak berperan besar dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat.\u201cPelayanan diperbaiki dan ditingkatkan serta komunikasi yang lancar akan memunculkan rasa trust. Service dan trust adalah dua hal yang berpasangan\u201d, ungkapnya dalam B-Talk, dikutip Minggu (5\/2\/2023).Taxation without representation is robbery, pajak tanpa undang-undang adalah perampokan. Menurutnya, sifat pajak yang memaksa membuat masyarakat enggan membayar pajak. Rasa enggan tersebut kemudian berlanjut menambah ketidakpercayaan.Dalam mengatasi rasa enggan dalam membayar pajak, terdapat 2 cara dalam proses administrasinya yakni cop and robber dan service and trust.\u00a0Paradigma cop and robber cenderung menempatkan pegawai pajak sebagai polisi dan wajib pajak sebagai perampok yang tidak membayar pajak. Paradigma seperti ini harus segera ditinggalkan karena akan menciptakan enforce compliance yakni kepatuhan yang muncul akibat paksaan.Sebaliknya, paradigma service and trust menjadi sebuah keharusan. Kemudahan yang didapat masyarakat dari pelayanan yang baik akan menimbulkan kepercayaan dan akan berujung pada voluntary compliance yakni kepatuhan yang timbul karena adanya rasa percaya pada otoritas pajak.Namun, lanjut Prianto, pengawasan harus tetap dilaksanakan khususnya pada para pengemplang pajak. Pada wajib pajak yang patuh wajib terus diberikan fasilitas serta kemudahan pajak demi mendukung terciptanya kepercayaan akan otoritas pajak.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ramai Seruan Boikot Pajak, Begini Pendapat Pengamat - HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013\u00a0 Tengah ramai seruan boikot pajak akibat kekecewaan masyarakat terhadap pejabat pajak.Ketidakpercayaan masyarakat terus meningkat usai kasus pejabat pajak yang kerap pamer harta. Melihat hal tersebut, Pengamat Pajak Prianto Budi berpendapat peningkatan pelayanan dalam administrasi pajak berperan besar dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat.\u201cPelayanan diperbaiki dan ditingkatkan serta komunikasi yang lancar akan memunculkan rasa trust. Service dan trust adalah dua hal yang berpasangan\u201d, ungkapnya dalam B-Talk, dikutip Minggu (5\/2\/2023).Taxation without representation is robbery, pajak tanpa undang-undang adalah perampokan. Menurutnya, sifat pajak yang memaksa membuat masyarakat enggan membayar pajak. Rasa enggan tersebut kemudian berlanjut menambah ketidakpercayaan.Dalam mengatasi rasa enggan dalam membayar pajak, terdapat 2 cara dalam proses administrasinya yakni cop and robber dan service and trust.\u00a0Paradigma cop and robber cenderung menempatkan pegawai pajak sebagai polisi dan wajib pajak sebagai perampok yang tidak membayar pajak. Paradigma seperti ini harus segera ditinggalkan karena akan menciptakan enforce compliance yakni kepatuhan yang muncul akibat paksaan.Sebaliknya, paradigma service and trust menjadi sebuah keharusan. Kemudahan yang didapat masyarakat dari pelayanan yang baik akan menimbulkan kepercayaan dan akan berujung pada voluntary compliance yakni kepatuhan yang timbul karena adanya rasa percaya pada otoritas pajak.Namun, lanjut Prianto, pengawasan harus tetap dilaksanakan khususnya pada para pengemplang pajak. Pada wajib pajak yang patuh wajib terus diberikan fasilitas serta kemudahan pajak demi mendukung terciptanya kepercayaan akan otoritas pajak.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-03-22T09:00:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/230317_B_Hasil-Design_Ramai-Seruan-Boikot-Pajak-Begini-Pendapat-Pengamat-Pajak.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi HnG\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\"},\"headline\":\"Ramai Seruan Boikot Pajak, Begini Pendapat Pengamat\",\"datePublished\":\"2023-03-22T09:00:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/\"},\"wordCount\":241,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/230317_B_Hasil-Design_Ramai-Seruan-Boikot-Pajak-Begini-Pendapat-Pengamat-Pajak.png\",\"keywords\":[\"Boikot Pajak\",\"Pajak\"],\"articleSection\":[\"Tax\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/\",\"name\":\"Ramai Seruan Boikot Pajak, Begini Pendapat Pengamat - HnG Consulting | Tax Consultant\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/230317_B_Hasil-Design_Ramai-Seruan-Boikot-Pajak-Begini-Pendapat-Pengamat-Pajak.png\",\"datePublished\":\"2023-03-22T09:00:54+00:00\",\"description\":\"JAKARTA, HnG Insight \u2013\u00a0 Tengah ramai seruan boikot pajak akibat kekecewaan masyarakat terhadap pejabat pajak.Ketidakpercayaan masyarakat terus meningkat usai kasus pejabat pajak yang kerap pamer harta. Melihat hal tersebut, Pengamat Pajak Prianto Budi berpendapat peningkatan pelayanan dalam administrasi pajak berperan besar dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat.\u201cPelayanan diperbaiki dan ditingkatkan serta komunikasi yang lancar akan memunculkan rasa trust. Service dan trust adalah dua hal yang berpasangan\u201d, ungkapnya dalam B-Talk, dikutip Minggu (5\/2\/2023).Taxation without representation is robbery, pajak tanpa undang-undang adalah perampokan. Menurutnya, sifat pajak yang memaksa membuat masyarakat enggan membayar pajak. Rasa enggan tersebut kemudian berlanjut menambah ketidakpercayaan.Dalam mengatasi rasa enggan dalam membayar pajak, terdapat 2 cara dalam proses administrasinya yakni cop and robber dan service and trust.\u00a0Paradigma cop and robber cenderung menempatkan pegawai pajak sebagai polisi dan wajib pajak sebagai perampok yang tidak membayar pajak. Paradigma seperti ini harus segera ditinggalkan karena akan menciptakan enforce compliance yakni kepatuhan yang muncul akibat paksaan.Sebaliknya, paradigma service and trust menjadi sebuah keharusan. Kemudahan yang didapat masyarakat dari pelayanan yang baik akan menimbulkan kepercayaan dan akan berujung pada voluntary compliance yakni kepatuhan yang timbul karena adanya rasa percaya pada otoritas pajak.Namun, lanjut Prianto, pengawasan harus tetap dilaksanakan khususnya pada para pengemplang pajak. Pada wajib pajak yang patuh wajib terus diberikan fasilitas serta kemudahan pajak demi mendukung terciptanya kepercayaan akan otoritas pajak.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/230317_B_Hasil-Design_Ramai-Seruan-Boikot-Pajak-Begini-Pendapat-Pengamat-Pajak.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/230317_B_Hasil-Design_Ramai-Seruan-Boikot-Pajak-Begini-Pendapat-Pengamat-Pajak.png\",\"width\":1920,\"height\":1080},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hng.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ramai Seruan Boikot Pajak, Begini Pendapat Pengamat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"description\":\"Official Website\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"width\":782,\"height\":405,\"caption\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\",\"https:\/\/x.com\/hng_consulting\",\"https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\",\"name\":\"Redaksi HnG\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi HnG\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/hng.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ramai Seruan Boikot Pajak, Begini Pendapat Pengamat - HnG Consulting | Tax Consultant","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013\u00a0 Tengah ramai seruan boikot pajak akibat kekecewaan masyarakat terhadap pejabat pajak.Ketidakpercayaan masyarakat terus meningkat usai kasus pejabat pajak yang kerap pamer harta. Melihat hal tersebut, Pengamat Pajak Prianto Budi berpendapat peningkatan pelayanan dalam administrasi pajak berperan besar dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat.\u201cPelayanan diperbaiki dan ditingkatkan serta komunikasi yang lancar akan memunculkan rasa trust. Service dan trust adalah dua hal yang berpasangan\u201d, ungkapnya dalam B-Talk, dikutip Minggu (5\/2\/2023).Taxation without representation is robbery, pajak tanpa undang-undang adalah perampokan. Menurutnya, sifat pajak yang memaksa membuat masyarakat enggan membayar pajak. Rasa enggan tersebut kemudian berlanjut menambah ketidakpercayaan.Dalam mengatasi rasa enggan dalam membayar pajak, terdapat 2 cara dalam proses administrasinya yakni cop and robber dan service and trust.\u00a0Paradigma cop and robber cenderung menempatkan pegawai pajak sebagai polisi dan wajib pajak sebagai perampok yang tidak membayar pajak. Paradigma seperti ini harus segera ditinggalkan karena akan menciptakan enforce compliance yakni kepatuhan yang muncul akibat paksaan.Sebaliknya, paradigma service and trust menjadi sebuah keharusan. Kemudahan yang didapat masyarakat dari pelayanan yang baik akan menimbulkan kepercayaan dan akan berujung pada voluntary compliance yakni kepatuhan yang timbul karena adanya rasa percaya pada otoritas pajak.Namun, lanjut Prianto, pengawasan harus tetap dilaksanakan khususnya pada para pengemplang pajak. Pada wajib pajak yang patuh wajib terus diberikan fasilitas serta kemudahan pajak demi mendukung terciptanya kepercayaan akan otoritas pajak.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hng.co.id\/id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ramai Seruan Boikot Pajak, Begini Pendapat Pengamat - HnG Consulting | Tax Consultant","og_description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013\u00a0 Tengah ramai seruan boikot pajak akibat kekecewaan masyarakat terhadap pejabat pajak.Ketidakpercayaan masyarakat terus meningkat usai kasus pejabat pajak yang kerap pamer harta. Melihat hal tersebut, Pengamat Pajak Prianto Budi berpendapat peningkatan pelayanan dalam administrasi pajak berperan besar dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat.\u201cPelayanan diperbaiki dan ditingkatkan serta komunikasi yang lancar akan memunculkan rasa trust. Service dan trust adalah dua hal yang berpasangan\u201d, ungkapnya dalam B-Talk, dikutip Minggu (5\/2\/2023).Taxation without representation is robbery, pajak tanpa undang-undang adalah perampokan. Menurutnya, sifat pajak yang memaksa membuat masyarakat enggan membayar pajak. Rasa enggan tersebut kemudian berlanjut menambah ketidakpercayaan.Dalam mengatasi rasa enggan dalam membayar pajak, terdapat 2 cara dalam proses administrasinya yakni cop and robber dan service and trust.\u00a0Paradigma cop and robber cenderung menempatkan pegawai pajak sebagai polisi dan wajib pajak sebagai perampok yang tidak membayar pajak. Paradigma seperti ini harus segera ditinggalkan karena akan menciptakan enforce compliance yakni kepatuhan yang muncul akibat paksaan.Sebaliknya, paradigma service and trust menjadi sebuah keharusan. Kemudahan yang didapat masyarakat dari pelayanan yang baik akan menimbulkan kepercayaan dan akan berujung pada voluntary compliance yakni kepatuhan yang timbul karena adanya rasa percaya pada otoritas pajak.Namun, lanjut Prianto, pengawasan harus tetap dilaksanakan khususnya pada para pengemplang pajak. Pada wajib pajak yang patuh wajib terus diberikan fasilitas serta kemudahan pajak demi mendukung terciptanya kepercayaan akan otoritas pajak.","og_url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/","og_site_name":"HnG Consulting | Tax Consultant","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","article_published_time":"2023-03-22T09:00:54+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/230317_B_Hasil-Design_Ramai-Seruan-Boikot-Pajak-Begini-Pendapat-Pengamat-Pajak.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi HnG","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@hng_consulting","twitter_site":"@hng_consulting","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi HnG","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/"},"author":{"name":"Redaksi HnG","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e"},"headline":"Ramai Seruan Boikot Pajak, Begini Pendapat Pengamat","datePublished":"2023-03-22T09:00:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/"},"wordCount":241,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/230317_B_Hasil-Design_Ramai-Seruan-Boikot-Pajak-Begini-Pendapat-Pengamat-Pajak.png","keywords":["Boikot Pajak","Pajak"],"articleSection":["Tax"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/","name":"Ramai Seruan Boikot Pajak, Begini Pendapat Pengamat - HnG Consulting | Tax Consultant","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/230317_B_Hasil-Design_Ramai-Seruan-Boikot-Pajak-Begini-Pendapat-Pengamat-Pajak.png","datePublished":"2023-03-22T09:00:54+00:00","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013\u00a0 Tengah ramai seruan boikot pajak akibat kekecewaan masyarakat terhadap pejabat pajak.Ketidakpercayaan masyarakat terus meningkat usai kasus pejabat pajak yang kerap pamer harta. Melihat hal tersebut, Pengamat Pajak Prianto Budi berpendapat peningkatan pelayanan dalam administrasi pajak berperan besar dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat.\u201cPelayanan diperbaiki dan ditingkatkan serta komunikasi yang lancar akan memunculkan rasa trust. Service dan trust adalah dua hal yang berpasangan\u201d, ungkapnya dalam B-Talk, dikutip Minggu (5\/2\/2023).Taxation without representation is robbery, pajak tanpa undang-undang adalah perampokan. Menurutnya, sifat pajak yang memaksa membuat masyarakat enggan membayar pajak. Rasa enggan tersebut kemudian berlanjut menambah ketidakpercayaan.Dalam mengatasi rasa enggan dalam membayar pajak, terdapat 2 cara dalam proses administrasinya yakni cop and robber dan service and trust.\u00a0Paradigma cop and robber cenderung menempatkan pegawai pajak sebagai polisi dan wajib pajak sebagai perampok yang tidak membayar pajak. Paradigma seperti ini harus segera ditinggalkan karena akan menciptakan enforce compliance yakni kepatuhan yang muncul akibat paksaan.Sebaliknya, paradigma service and trust menjadi sebuah keharusan. Kemudahan yang didapat masyarakat dari pelayanan yang baik akan menimbulkan kepercayaan dan akan berujung pada voluntary compliance yakni kepatuhan yang timbul karena adanya rasa percaya pada otoritas pajak.Namun, lanjut Prianto, pengawasan harus tetap dilaksanakan khususnya pada para pengemplang pajak. Pada wajib pajak yang patuh wajib terus diberikan fasilitas serta kemudahan pajak demi mendukung terciptanya kepercayaan akan otoritas pajak.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/#primaryimage","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/230317_B_Hasil-Design_Ramai-Seruan-Boikot-Pajak-Begini-Pendapat-Pengamat-Pajak.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/230317_B_Hasil-Design_Ramai-Seruan-Boikot-Pajak-Begini-Pendapat-Pengamat-Pajak.png","width":1920,"height":1080},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hng.co.id\/ramai-seruan-boikot-pajak-begini-pendapat-pengamat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hng.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ramai Seruan Boikot Pajak, Begini Pendapat Pengamat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website","url":"https:\/\/hng.co.id\/","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","description":"Official Website","publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","url":"https:\/\/hng.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","width":782,"height":405,"caption":"HnG Consulting | Tax Consultant"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","https:\/\/x.com\/hng_consulting","https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e","name":"Redaksi HnG","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi HnG"},"sameAs":["https:\/\/hng.co.id"],"url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/"}]}},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2112","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2112"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2112\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2113"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2112"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2112"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2112"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}