{"id":2095,"date":"2023-03-13T18:00:23","date_gmt":"2023-03-13T11:00:23","guid":{"rendered":"https:\/\/hng.co.id\/?p=2095"},"modified":"2023-03-13T18:00:23","modified_gmt":"2023-03-13T11:00:23","slug":"belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hng.co.id\/id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/","title":{"rendered":"Belum Selesai Kasus Pegawai Dirjen Pajak, Kini Giliran Bea Cukai"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\">Penulis:<\/span> <span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/natalie-syaina-abitta-a877321a6\/\">Natalie Syaina Abitta<\/a><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">JAKARTA, HnG Insight \u2013 Setelah kasus pegawai Dirjen Pajak (DJP), kini gaya hidup pegawai Bea Cukai ikut mendapat sorotan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kepala Bea Cukai Yogyakarta Eko Darmanto dianggap kerap kali memamerkan harta kekayaan dalam laman instagram miliknya <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/eko_darmanto_bc\/\">@Eko_Darmanto_BC<\/a>. Tampak moge Harley Davidson hingga pesawat Cessna terpampang dalam beberapa unggahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cEselon III Bea Cukai punya koleksi mobil antik dan moge Harley serta beberapa barang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">branded, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">#BeaCukaiHedon\u201d, cuit salah seorang pengguna akun twitter.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ditjen Bea dan Cukai mengatakan akan terus mengambil tindakan terkait pegawai internal secara keseluruhan. Meskipun begitu, Humas Bea dan Cukai Yogyakarta Indah Ayu berpendapat belum dapat memberikan penjelasan terkait gaya hidup pejabat Bea Cukai tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Di sisi lain, Juru Bicara Kemenkeu Yustinus Prastowo mengaku kasus ini telah diteruskan ke Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenkeu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Melihat dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dalam website milik Komisi Pemberantasan Korupsi, Eko Darmanto memiliki total harta kekayaan bersih sebesar Rp 6,7 M. Harta tersebut termasuk 9 mobil dan beberapa aset properti seperti di Jakarta Utara dan Malang. Apabila ditaksir, keseluruhan sembilan mobil bernilai Rp 2,9 M.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Namun, dalam sejumlah kasus nilai\u00a0 harta dalam LHKPN belum dapat mencerminkan total kekayaan yang sebenarnya. Hal ini dapat terjadi disebabkan terdapat harta yang tidak dilaporkan atau diatasnamakan orang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\">Sebelumnya, Sri Mulyani mengecam gaya hidup mewah yang dilakukan pegawai di lingkungan Kemenkeu. Menurutnya hal ini akan mencederai kepercayaan masyarakat yang telah terbangun. Ia juga meminta setiap pegawai untuk menjelaskan kepada publik sumber serta jumlah\u00a0 harta kekayaan yang tercantum dalam LHKPN.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ilustrasi:<\/span> <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/valerie-evangeline\/\">Valerie Evangeline<\/a><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Cek berita dan artikel lainnya di<\/span> <a href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/artikel\/\">sini<\/a><\/strong><br \/>\n<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Natalie Syaina Abitta JAKARTA, HnG Insight \u2013 Setelah kasus pegawai Dirjen Pajak (DJP), kini gaya hidup pegawai Bea Cukai ikut mendapat sorotan.\u00a0 Kepala Bea Cukai Yogyakarta Eko Darmanto dianggap kerap kali memamerkan harta kekayaan dalam laman instagram miliknya @Eko_Darmanto_BC. Tampak moge Harley Davidson hingga pesawat Cessna terpampang dalam beberapa unggahan.\u00a0 \u201cEselon III Bea Cukai [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":2096,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[91,86,108,126,127],"class_list":["post-2095","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-general","tag-bea-cukai","tag-djp","tag-eselon","tag-lhkpn","tag-pegawai-bea-cukai"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Belum Selesai Kasus Pegawai Dirjen Pajak, Kini Giliran Bea Cukai - HnG Consulting | Tax Consultant<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Setelah kasus pegawai Dirjen Pajak (DJP), kini gaya hidup pegawai Bea Cukai ikut mendapat sorotan.\u00a0Kepala Bea Cukai Yogyakarta Eko Darmanto dianggap kerap kali memamerkan harta kekayaan dalam laman instagram miliknya @Eko_Darmanto_BC. Tampak moge Harley Davidson hingga pesawat Cessna terpampang dalam beberapa unggahan.\u00a0\u201cEselon III Bea Cukai punya koleksi mobil antik dan moge Harley serta beberapa barang branded, #BeaCukaiHedon\u201d, cuit salah seorang pengguna akun twitter.Ditjen Bea dan Cukai mengatakan akan terus mengambil tindakan terkait pegawai internal secara keseluruhan. Meskipun begitu, Humas Bea dan Cukai Yogyakarta Indah Ayu berpendapat belum dapat memberikan penjelasan terkait gaya hidup pejabat Bea Cukai tersebut.\u00a0Di sisi lain, Juru Bicara Kemenkeu Yustinus Prastowo mengaku kasus ini telah diteruskan ke Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenkeu.Melihat dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dalam website milik Komisi Pemberantasan Korupsi, Eko Darmanto memiliki total harta kekayaan bersih sebesar Rp 6,7 M. Harta tersebut termasuk 9 mobil dan beberapa aset properti seperti di Jakarta Utara dan Malang. Apabila ditaksir, keseluruhan sembilan\u00a0 mobil bernilai\u00a0 Rp 2,9 M.Namun, dalam sejumlah kasus nilai\u00a0 harta dalam LHKPN belum dapat mencerminkan total kekayaan yang sebenarnya. Hal ini dapat terjadi disebabkan terdapat harta yang tidak dilaporkan atau diatasnamakan orang lain.Sebelumnya, Sri Mulyani mengecam gaya hidup mewah yang dilakukan pegawai di lingkungan Kemenkeu. Menurutnya hal ini akan mencederai kepercayaan masyarakat yang telah terbangun. Ia juga meminta setiap pegawai untuk menjelaskan kepada publik sumber serta jumlah\u00a0 harta kekayaan yang tercantum dalam LHKPN.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Belum Selesai Kasus Pegawai Dirjen Pajak, Kini Giliran Bea Cukai - HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Setelah kasus pegawai Dirjen Pajak (DJP), kini gaya hidup pegawai Bea Cukai ikut mendapat sorotan.\u00a0Kepala Bea Cukai Yogyakarta Eko Darmanto dianggap kerap kali memamerkan harta kekayaan dalam laman instagram miliknya @Eko_Darmanto_BC. Tampak moge Harley Davidson hingga pesawat Cessna terpampang dalam beberapa unggahan.\u00a0\u201cEselon III Bea Cukai punya koleksi mobil antik dan moge Harley serta beberapa barang branded, #BeaCukaiHedon\u201d, cuit salah seorang pengguna akun twitter.Ditjen Bea dan Cukai mengatakan akan terus mengambil tindakan terkait pegawai internal secara keseluruhan. Meskipun begitu, Humas Bea dan Cukai Yogyakarta Indah Ayu berpendapat belum dapat memberikan penjelasan terkait gaya hidup pejabat Bea Cukai tersebut.\u00a0Di sisi lain, Juru Bicara Kemenkeu Yustinus Prastowo mengaku kasus ini telah diteruskan ke Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenkeu.Melihat dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dalam website milik Komisi Pemberantasan Korupsi, Eko Darmanto memiliki total harta kekayaan bersih sebesar Rp 6,7 M. Harta tersebut termasuk 9 mobil dan beberapa aset properti seperti di Jakarta Utara dan Malang. Apabila ditaksir, keseluruhan sembilan\u00a0 mobil bernilai\u00a0 Rp 2,9 M.Namun, dalam sejumlah kasus nilai\u00a0 harta dalam LHKPN belum dapat mencerminkan total kekayaan yang sebenarnya. Hal ini dapat terjadi disebabkan terdapat harta yang tidak dilaporkan atau diatasnamakan orang lain.Sebelumnya, Sri Mulyani mengecam gaya hidup mewah yang dilakukan pegawai di lingkungan Kemenkeu. Menurutnya hal ini akan mencederai kepercayaan masyarakat yang telah terbangun. Ia juga meminta setiap pegawai untuk menjelaskan kepada publik sumber serta jumlah\u00a0 harta kekayaan yang tercantum dalam LHKPN.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-03-13T11:00:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/230310_B_Hasil-Design_Belum-Selesai-Kasus-Pegawai-Dirjen-Pajak-Kini-Giliran-Bea-Cukai.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi HnG\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\"},\"headline\":\"Belum Selesai Kasus Pegawai Dirjen Pajak, Kini Giliran Bea Cukai\",\"datePublished\":\"2023-03-13T11:00:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/\"},\"wordCount\":263,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/230310_B_Hasil-Design_Belum-Selesai-Kasus-Pegawai-Dirjen-Pajak-Kini-Giliran-Bea-Cukai.png\",\"keywords\":[\"Bea Cukai\",\"DJP\",\"Eselon\",\"LHKPN\",\"Pegawai Bea Cukai\"],\"articleSection\":[\"General\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/\",\"name\":\"Belum Selesai Kasus Pegawai Dirjen Pajak, Kini Giliran Bea Cukai - HnG Consulting | Tax Consultant\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/230310_B_Hasil-Design_Belum-Selesai-Kasus-Pegawai-Dirjen-Pajak-Kini-Giliran-Bea-Cukai.png\",\"datePublished\":\"2023-03-13T11:00:23+00:00\",\"description\":\"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Setelah kasus pegawai Dirjen Pajak (DJP), kini gaya hidup pegawai Bea Cukai ikut mendapat sorotan.\u00a0Kepala Bea Cukai Yogyakarta Eko Darmanto dianggap kerap kali memamerkan harta kekayaan dalam laman instagram miliknya @Eko_Darmanto_BC. Tampak moge Harley Davidson hingga pesawat Cessna terpampang dalam beberapa unggahan.\u00a0\u201cEselon III Bea Cukai punya koleksi mobil antik dan moge Harley serta beberapa barang branded, #BeaCukaiHedon\u201d, cuit salah seorang pengguna akun twitter.Ditjen Bea dan Cukai mengatakan akan terus mengambil tindakan terkait pegawai internal secara keseluruhan. Meskipun begitu, Humas Bea dan Cukai Yogyakarta Indah Ayu berpendapat belum dapat memberikan penjelasan terkait gaya hidup pejabat Bea Cukai tersebut.\u00a0Di sisi lain, Juru Bicara Kemenkeu Yustinus Prastowo mengaku kasus ini telah diteruskan ke Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenkeu.Melihat dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dalam website milik Komisi Pemberantasan Korupsi, Eko Darmanto memiliki total harta kekayaan bersih sebesar Rp 6,7 M. Harta tersebut termasuk 9 mobil dan beberapa aset properti seperti di Jakarta Utara dan Malang. Apabila ditaksir, keseluruhan sembilan\u00a0 mobil bernilai\u00a0 Rp 2,9 M.Namun, dalam sejumlah kasus nilai\u00a0 harta dalam LHKPN belum dapat mencerminkan total kekayaan yang sebenarnya. Hal ini dapat terjadi disebabkan terdapat harta yang tidak dilaporkan atau diatasnamakan orang lain.Sebelumnya, Sri Mulyani mengecam gaya hidup mewah yang dilakukan pegawai di lingkungan Kemenkeu. Menurutnya hal ini akan mencederai kepercayaan masyarakat yang telah terbangun. Ia juga meminta setiap pegawai untuk menjelaskan kepada publik sumber serta jumlah\u00a0 harta kekayaan yang tercantum dalam LHKPN.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/230310_B_Hasil-Design_Belum-Selesai-Kasus-Pegawai-Dirjen-Pajak-Kini-Giliran-Bea-Cukai.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/230310_B_Hasil-Design_Belum-Selesai-Kasus-Pegawai-Dirjen-Pajak-Kini-Giliran-Bea-Cukai.png\",\"width\":1920,\"height\":1080},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hng.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Belum Selesai Kasus Pegawai Dirjen Pajak, Kini Giliran Bea Cukai\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"description\":\"Official Website\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"width\":782,\"height\":405,\"caption\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\",\"https:\/\/x.com\/hng_consulting\",\"https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\",\"name\":\"Redaksi HnG\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi HnG\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/hng.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Belum Selesai Kasus Pegawai Dirjen Pajak, Kini Giliran Bea Cukai - HnG Consulting | Tax Consultant","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Setelah kasus pegawai Dirjen Pajak (DJP), kini gaya hidup pegawai Bea Cukai ikut mendapat sorotan.\u00a0Kepala Bea Cukai Yogyakarta Eko Darmanto dianggap kerap kali memamerkan harta kekayaan dalam laman instagram miliknya @Eko_Darmanto_BC. Tampak moge Harley Davidson hingga pesawat Cessna terpampang dalam beberapa unggahan.\u00a0\u201cEselon III Bea Cukai punya koleksi mobil antik dan moge Harley serta beberapa barang branded, #BeaCukaiHedon\u201d, cuit salah seorang pengguna akun twitter.Ditjen Bea dan Cukai mengatakan akan terus mengambil tindakan terkait pegawai internal secara keseluruhan. Meskipun begitu, Humas Bea dan Cukai Yogyakarta Indah Ayu berpendapat belum dapat memberikan penjelasan terkait gaya hidup pejabat Bea Cukai tersebut.\u00a0Di sisi lain, Juru Bicara Kemenkeu Yustinus Prastowo mengaku kasus ini telah diteruskan ke Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenkeu.Melihat dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dalam website milik Komisi Pemberantasan Korupsi, Eko Darmanto memiliki total harta kekayaan bersih sebesar Rp 6,7 M. Harta tersebut termasuk 9 mobil dan beberapa aset properti seperti di Jakarta Utara dan Malang. Apabila ditaksir, keseluruhan sembilan\u00a0 mobil bernilai\u00a0 Rp 2,9 M.Namun, dalam sejumlah kasus nilai\u00a0 harta dalam LHKPN belum dapat mencerminkan total kekayaan yang sebenarnya. Hal ini dapat terjadi disebabkan terdapat harta yang tidak dilaporkan atau diatasnamakan orang lain.Sebelumnya, Sri Mulyani mengecam gaya hidup mewah yang dilakukan pegawai di lingkungan Kemenkeu. Menurutnya hal ini akan mencederai kepercayaan masyarakat yang telah terbangun. Ia juga meminta setiap pegawai untuk menjelaskan kepada publik sumber serta jumlah\u00a0 harta kekayaan yang tercantum dalam LHKPN.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hng.co.id\/id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Belum Selesai Kasus Pegawai Dirjen Pajak, Kini Giliran Bea Cukai - HnG Consulting | Tax Consultant","og_description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Setelah kasus pegawai Dirjen Pajak (DJP), kini gaya hidup pegawai Bea Cukai ikut mendapat sorotan.\u00a0Kepala Bea Cukai Yogyakarta Eko Darmanto dianggap kerap kali memamerkan harta kekayaan dalam laman instagram miliknya @Eko_Darmanto_BC. Tampak moge Harley Davidson hingga pesawat Cessna terpampang dalam beberapa unggahan.\u00a0\u201cEselon III Bea Cukai punya koleksi mobil antik dan moge Harley serta beberapa barang branded, #BeaCukaiHedon\u201d, cuit salah seorang pengguna akun twitter.Ditjen Bea dan Cukai mengatakan akan terus mengambil tindakan terkait pegawai internal secara keseluruhan. Meskipun begitu, Humas Bea dan Cukai Yogyakarta Indah Ayu berpendapat belum dapat memberikan penjelasan terkait gaya hidup pejabat Bea Cukai tersebut.\u00a0Di sisi lain, Juru Bicara Kemenkeu Yustinus Prastowo mengaku kasus ini telah diteruskan ke Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenkeu.Melihat dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dalam website milik Komisi Pemberantasan Korupsi, Eko Darmanto memiliki total harta kekayaan bersih sebesar Rp 6,7 M. Harta tersebut termasuk 9 mobil dan beberapa aset properti seperti di Jakarta Utara dan Malang. Apabila ditaksir, keseluruhan sembilan\u00a0 mobil bernilai\u00a0 Rp 2,9 M.Namun, dalam sejumlah kasus nilai\u00a0 harta dalam LHKPN belum dapat mencerminkan total kekayaan yang sebenarnya. Hal ini dapat terjadi disebabkan terdapat harta yang tidak dilaporkan atau diatasnamakan orang lain.Sebelumnya, Sri Mulyani mengecam gaya hidup mewah yang dilakukan pegawai di lingkungan Kemenkeu. Menurutnya hal ini akan mencederai kepercayaan masyarakat yang telah terbangun. Ia juga meminta setiap pegawai untuk menjelaskan kepada publik sumber serta jumlah\u00a0 harta kekayaan yang tercantum dalam LHKPN.","og_url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/","og_site_name":"HnG Consulting | Tax Consultant","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","article_published_time":"2023-03-13T11:00:23+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/230310_B_Hasil-Design_Belum-Selesai-Kasus-Pegawai-Dirjen-Pajak-Kini-Giliran-Bea-Cukai.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi HnG","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@hng_consulting","twitter_site":"@hng_consulting","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi HnG","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/"},"author":{"name":"Redaksi HnG","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e"},"headline":"Belum Selesai Kasus Pegawai Dirjen Pajak, Kini Giliran Bea Cukai","datePublished":"2023-03-13T11:00:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/"},"wordCount":263,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/230310_B_Hasil-Design_Belum-Selesai-Kasus-Pegawai-Dirjen-Pajak-Kini-Giliran-Bea-Cukai.png","keywords":["Bea Cukai","DJP","Eselon","LHKPN","Pegawai Bea Cukai"],"articleSection":["General"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/","name":"Belum Selesai Kasus Pegawai Dirjen Pajak, Kini Giliran Bea Cukai - HnG Consulting | Tax Consultant","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/230310_B_Hasil-Design_Belum-Selesai-Kasus-Pegawai-Dirjen-Pajak-Kini-Giliran-Bea-Cukai.png","datePublished":"2023-03-13T11:00:23+00:00","description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Setelah kasus pegawai Dirjen Pajak (DJP), kini gaya hidup pegawai Bea Cukai ikut mendapat sorotan.\u00a0Kepala Bea Cukai Yogyakarta Eko Darmanto dianggap kerap kali memamerkan harta kekayaan dalam laman instagram miliknya @Eko_Darmanto_BC. Tampak moge Harley Davidson hingga pesawat Cessna terpampang dalam beberapa unggahan.\u00a0\u201cEselon III Bea Cukai punya koleksi mobil antik dan moge Harley serta beberapa barang branded, #BeaCukaiHedon\u201d, cuit salah seorang pengguna akun twitter.Ditjen Bea dan Cukai mengatakan akan terus mengambil tindakan terkait pegawai internal secara keseluruhan. Meskipun begitu, Humas Bea dan Cukai Yogyakarta Indah Ayu berpendapat belum dapat memberikan penjelasan terkait gaya hidup pejabat Bea Cukai tersebut.\u00a0Di sisi lain, Juru Bicara Kemenkeu Yustinus Prastowo mengaku kasus ini telah diteruskan ke Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenkeu.Melihat dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dalam website milik Komisi Pemberantasan Korupsi, Eko Darmanto memiliki total harta kekayaan bersih sebesar Rp 6,7 M. Harta tersebut termasuk 9 mobil dan beberapa aset properti seperti di Jakarta Utara dan Malang. Apabila ditaksir, keseluruhan sembilan\u00a0 mobil bernilai\u00a0 Rp 2,9 M.Namun, dalam sejumlah kasus nilai\u00a0 harta dalam LHKPN belum dapat mencerminkan total kekayaan yang sebenarnya. Hal ini dapat terjadi disebabkan terdapat harta yang tidak dilaporkan atau diatasnamakan orang lain.Sebelumnya, Sri Mulyani mengecam gaya hidup mewah yang dilakukan pegawai di lingkungan Kemenkeu. Menurutnya hal ini akan mencederai kepercayaan masyarakat yang telah terbangun. Ia juga meminta setiap pegawai untuk menjelaskan kepada publik sumber serta jumlah\u00a0 harta kekayaan yang tercantum dalam LHKPN.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/#primaryimage","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/230310_B_Hasil-Design_Belum-Selesai-Kasus-Pegawai-Dirjen-Pajak-Kini-Giliran-Bea-Cukai.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/230310_B_Hasil-Design_Belum-Selesai-Kasus-Pegawai-Dirjen-Pajak-Kini-Giliran-Bea-Cukai.png","width":1920,"height":1080},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hng.co.id\/belum-selesai-kasus-pegawai-dirjen-pajak-kini-giliran-bea-cukai\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hng.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Belum Selesai Kasus Pegawai Dirjen Pajak, Kini Giliran Bea Cukai"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website","url":"https:\/\/hng.co.id\/","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","description":"Official Website","publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","url":"https:\/\/hng.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","width":782,"height":405,"caption":"HnG Consulting | Tax Consultant"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","https:\/\/x.com\/hng_consulting","https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e","name":"Redaksi HnG","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi HnG"},"sameAs":["https:\/\/hng.co.id"],"url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/"}]}},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2095","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2095"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2095\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2096"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2095"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2095"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2095"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}