{"id":2080,"date":"2023-03-06T14:32:29","date_gmt":"2023-03-06T07:32:29","guid":{"rendered":"https:\/\/hng.co.id\/?p=2080"},"modified":"2023-03-06T14:32:29","modified_gmt":"2023-03-06T07:32:29","slug":"uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hng.co.id\/id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/","title":{"rendered":"UU HPP: Bangunan Permanen Boleh Disusutkan Lebih Dari 20 Tahun"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/zakkyashidiqi\/\">Zakky Ashidiqi<\/a><\/span><\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap di atas permukaan Bumi dan di bawah permukaan Bumi (Pasal 1 angka 35 UU No. 1 Tahun 2022). <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin lama digunakan, bangunan akan semakin rusak sehingga nilainya berkurang. Seiring waktu, <\/span><b>nilai buku bangunan akan mengalami penyusutan.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) sebelum diterbitkannya Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan (UU HPP), untuk menghitung penyusutan bangunan permanen ditetapkan masa manfaatnya selama 20 Tahun (Pasal 11 ayat 6 UU No. 36 Tahun 2008).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2022 mengubah ketentuan tersebut. Sehingga, <\/span><b>wajib pajak diperbolehkan untuk melakukan penyusutan lebih dari 20 tahun<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Hal tersebut tertuang dalam Pasal 21 PP 55\/2022 yang berbunyi:<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila bangunan permanen sebagaimana dimaksud pada ayat (3) mempunyai masa manfaat melebihi 20 (dua puluh) tahun, penyusutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam bagian yang sama besar dengan masa manfaat:\u00a0<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">a) 20 (dua puluh) tahun; atau\u00a0<\/span><\/i><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">b) <\/span><\/i><b><i>sesuai dengan masa manfaat yang sebenarnya berdasarkan pembukuan Wajib Pajak, dengan syarat dilakukan secara taat asas<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u201d<\/span><\/i><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini tentunya <\/span><b>memberikan ruang untuk menyelaraskan penyusutan dalam pembukuan wajib pajak dengan ketentuan perpajakan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Sebagai contoh, banyak konstruksi yang memiliki masa manfaat lebih dari 20 tahun dan dalam praktiknya perusahaan akan melakukan penyusutan lebih dari 20 tahun.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Akan tetapi, ketentuan tersebut hanya berlaku untuk bangunan permanen yang telah selesai dibangun pada tahun pajak 2022 atau setelahnya<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Wajib pajak yang telah melakukan penyusutan bangunan permanen sebelum tahun pajak 2022 dapat menyusutkan berdasarkan pembukuan wajib pajak<\/span><b> dengan menyampaikan pemberitahuan kepada Ditjen Pajak paling lambat akhir tahun pajak 2022<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<p>Ilustrasi: <span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/muhammad-irfan-firdaus-ba8b931ba\/\">Muhammad Irfan Firdaus<\/a><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Cek berita dan artikel lainnya di <\/span><a href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/artikel\/\">sini<\/a><\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Zakky Ashidiqi Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap di atas permukaan Bumi dan di bawah permukaan Bumi (Pasal 1 angka 35 UU No. 1 Tahun 2022). Semakin lama digunakan, bangunan akan semakin rusak sehingga nilainya berkurang. Seiring waktu, nilai buku bangunan akan mengalami penyusutan. Dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":2083,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[121,113,103,122],"class_list":["post-2080","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tax","tag-penyusutan","tag-pp55","tag-uu-hpp","tag-uu-pph"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>UU HPP: Bangunan Permanen Boleh Disusutkan Lebih Dari 20 Tahun - HnG Consulting | Tax Consultant<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap di atas permukaan Bumi dan di bawah permukaan Bumi (Pasal 1 angka 35 UU No. 1 Tahun 2022). Semakin lama digunakan, bangunan akan semakin rusak sehingga nilainya berkurang. Seiring waktu, nilai buku bangunan akan mengalami penyusutan.Dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) sebelum diterbitkannya Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan (UU HPP), untuk menghitung penyusutan bangunan permanen ditetapkan masa manfaatnya selama 20 Tahun (Pasal 11 ayat 6 UU No. 36 Tahun 2008).\u00a0Namun, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2022 mengubah ketentuan tersebut. Sehingga, wajib pajak diperbolehkan untuk melakukan penyusutan lebih dari 20 tahun. Hal tersebut tertuang dalam Pasal 21 PP 55\/2022 yang berbunyi:\u201cApabila bangunan permanen sebagaimana dimaksud pada ayat (3) mempunyai masa manfaat melebihi 20 (dua puluh) tahun, penyusutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam bagian yang sama besar dengan masa manfaat:\u00a0a) 20 (dua puluh) tahun; atau\u00a0b) sesuai dengan masa manfaat yang sebenarnya berdasarkan pembukuan Wajib Pajak, dengan syarat dilakukan secara taat asas.\u201dHal ini tentunya memberikan ruang untuk menyelaraskan penyusutan dalam pembukuan wajib pajak dengan ketentuan perpajakan. Sebagai contoh, banyak konstruksi yang memiliki masa manfaat lebih dari 20 tahun dan dalam praktiknya perusahaan akan melakukan penyusutan lebih dari 20 tahun.Akan tetapi, ketentuan tersebut hanya berlaku untuk bangunan permanen yang telah selesai dibangun pada tahun pajak 2022 atau setelahnya. Wajib pajak yang telah melakukan penyusutan bangunan permanen sebelum tahun pajak 2022 dapat menyusutkan berdasarkan pembukuan wajib pajak dengan menyampaikan pemberitahuan kepada Ditjen Pajak paling lambat akhir tahun pajak 2022.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"UU HPP: Bangunan Permanen Boleh Disusutkan Lebih Dari 20 Tahun - HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap di atas permukaan Bumi dan di bawah permukaan Bumi (Pasal 1 angka 35 UU No. 1 Tahun 2022). Semakin lama digunakan, bangunan akan semakin rusak sehingga nilainya berkurang. Seiring waktu, nilai buku bangunan akan mengalami penyusutan.Dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) sebelum diterbitkannya Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan (UU HPP), untuk menghitung penyusutan bangunan permanen ditetapkan masa manfaatnya selama 20 Tahun (Pasal 11 ayat 6 UU No. 36 Tahun 2008).\u00a0Namun, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2022 mengubah ketentuan tersebut. Sehingga, wajib pajak diperbolehkan untuk melakukan penyusutan lebih dari 20 tahun. Hal tersebut tertuang dalam Pasal 21 PP 55\/2022 yang berbunyi:\u201cApabila bangunan permanen sebagaimana dimaksud pada ayat (3) mempunyai masa manfaat melebihi 20 (dua puluh) tahun, penyusutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam bagian yang sama besar dengan masa manfaat:\u00a0a) 20 (dua puluh) tahun; atau\u00a0b) sesuai dengan masa manfaat yang sebenarnya berdasarkan pembukuan Wajib Pajak, dengan syarat dilakukan secara taat asas.\u201dHal ini tentunya memberikan ruang untuk menyelaraskan penyusutan dalam pembukuan wajib pajak dengan ketentuan perpajakan. Sebagai contoh, banyak konstruksi yang memiliki masa manfaat lebih dari 20 tahun dan dalam praktiknya perusahaan akan melakukan penyusutan lebih dari 20 tahun.Akan tetapi, ketentuan tersebut hanya berlaku untuk bangunan permanen yang telah selesai dibangun pada tahun pajak 2022 atau setelahnya. Wajib pajak yang telah melakukan penyusutan bangunan permanen sebelum tahun pajak 2022 dapat menyusutkan berdasarkan pembukuan wajib pajak dengan menyampaikan pemberitahuan kepada Ditjen Pajak paling lambat akhir tahun pajak 2022.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-03-06T07:32:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/03032023_UU-HPP-Bangunan-Permanen-Boleh-Disusutkan-Lebih-dari-20-Tahun.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi HnG\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\"},\"headline\":\"UU HPP: Bangunan Permanen Boleh Disusutkan Lebih Dari 20 Tahun\",\"datePublished\":\"2023-03-06T07:32:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/\"},\"wordCount\":252,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/03032023_UU-HPP-Bangunan-Permanen-Boleh-Disusutkan-Lebih-dari-20-Tahun.png\",\"keywords\":[\"Penyusutan\",\"PP55\",\"UU HPP\",\"UU PPh\"],\"articleSection\":[\"Tax\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/\",\"name\":\"UU HPP: Bangunan Permanen Boleh Disusutkan Lebih Dari 20 Tahun - HnG Consulting | Tax Consultant\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/03032023_UU-HPP-Bangunan-Permanen-Boleh-Disusutkan-Lebih-dari-20-Tahun.png\",\"datePublished\":\"2023-03-06T07:32:29+00:00\",\"description\":\"Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap di atas permukaan Bumi dan di bawah permukaan Bumi (Pasal 1 angka 35 UU No. 1 Tahun 2022). Semakin lama digunakan, bangunan akan semakin rusak sehingga nilainya berkurang. Seiring waktu, nilai buku bangunan akan mengalami penyusutan.Dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) sebelum diterbitkannya Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan (UU HPP), untuk menghitung penyusutan bangunan permanen ditetapkan masa manfaatnya selama 20 Tahun (Pasal 11 ayat 6 UU No. 36 Tahun 2008).\u00a0Namun, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2022 mengubah ketentuan tersebut. Sehingga, wajib pajak diperbolehkan untuk melakukan penyusutan lebih dari 20 tahun. Hal tersebut tertuang dalam Pasal 21 PP 55\/2022 yang berbunyi:\u201cApabila bangunan permanen sebagaimana dimaksud pada ayat (3) mempunyai masa manfaat melebihi 20 (dua puluh) tahun, penyusutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam bagian yang sama besar dengan masa manfaat:\u00a0a) 20 (dua puluh) tahun; atau\u00a0b) sesuai dengan masa manfaat yang sebenarnya berdasarkan pembukuan Wajib Pajak, dengan syarat dilakukan secara taat asas.\u201dHal ini tentunya memberikan ruang untuk menyelaraskan penyusutan dalam pembukuan wajib pajak dengan ketentuan perpajakan. Sebagai contoh, banyak konstruksi yang memiliki masa manfaat lebih dari 20 tahun dan dalam praktiknya perusahaan akan melakukan penyusutan lebih dari 20 tahun.Akan tetapi, ketentuan tersebut hanya berlaku untuk bangunan permanen yang telah selesai dibangun pada tahun pajak 2022 atau setelahnya. Wajib pajak yang telah melakukan penyusutan bangunan permanen sebelum tahun pajak 2022 dapat menyusutkan berdasarkan pembukuan wajib pajak dengan menyampaikan pemberitahuan kepada Ditjen Pajak paling lambat akhir tahun pajak 2022.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/03032023_UU-HPP-Bangunan-Permanen-Boleh-Disusutkan-Lebih-dari-20-Tahun.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/03032023_UU-HPP-Bangunan-Permanen-Boleh-Disusutkan-Lebih-dari-20-Tahun.png\",\"width\":1920,\"height\":1080},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hng.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"UU HPP: Bangunan Permanen Boleh Disusutkan Lebih Dari 20 Tahun\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"description\":\"Official Website\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"width\":782,\"height\":405,\"caption\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\",\"https:\/\/x.com\/hng_consulting\",\"https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\",\"name\":\"Redaksi HnG\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi HnG\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/hng.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"UU HPP: Bangunan Permanen Boleh Disusutkan Lebih Dari 20 Tahun - HnG Consulting | Tax Consultant","description":"Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap di atas permukaan Bumi dan di bawah permukaan Bumi (Pasal 1 angka 35 UU No. 1 Tahun 2022). Semakin lama digunakan, bangunan akan semakin rusak sehingga nilainya berkurang. Seiring waktu, nilai buku bangunan akan mengalami penyusutan.Dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) sebelum diterbitkannya Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan (UU HPP), untuk menghitung penyusutan bangunan permanen ditetapkan masa manfaatnya selama 20 Tahun (Pasal 11 ayat 6 UU No. 36 Tahun 2008).\u00a0Namun, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2022 mengubah ketentuan tersebut. Sehingga, wajib pajak diperbolehkan untuk melakukan penyusutan lebih dari 20 tahun. Hal tersebut tertuang dalam Pasal 21 PP 55\/2022 yang berbunyi:\u201cApabila bangunan permanen sebagaimana dimaksud pada ayat (3) mempunyai masa manfaat melebihi 20 (dua puluh) tahun, penyusutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam bagian yang sama besar dengan masa manfaat:\u00a0a) 20 (dua puluh) tahun; atau\u00a0b) sesuai dengan masa manfaat yang sebenarnya berdasarkan pembukuan Wajib Pajak, dengan syarat dilakukan secara taat asas.\u201dHal ini tentunya memberikan ruang untuk menyelaraskan penyusutan dalam pembukuan wajib pajak dengan ketentuan perpajakan. Sebagai contoh, banyak konstruksi yang memiliki masa manfaat lebih dari 20 tahun dan dalam praktiknya perusahaan akan melakukan penyusutan lebih dari 20 tahun.Akan tetapi, ketentuan tersebut hanya berlaku untuk bangunan permanen yang telah selesai dibangun pada tahun pajak 2022 atau setelahnya. Wajib pajak yang telah melakukan penyusutan bangunan permanen sebelum tahun pajak 2022 dapat menyusutkan berdasarkan pembukuan wajib pajak dengan menyampaikan pemberitahuan kepada Ditjen Pajak paling lambat akhir tahun pajak 2022.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hng.co.id\/id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"UU HPP: Bangunan Permanen Boleh Disusutkan Lebih Dari 20 Tahun - HnG Consulting | Tax Consultant","og_description":"Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap di atas permukaan Bumi dan di bawah permukaan Bumi (Pasal 1 angka 35 UU No. 1 Tahun 2022). Semakin lama digunakan, bangunan akan semakin rusak sehingga nilainya berkurang. Seiring waktu, nilai buku bangunan akan mengalami penyusutan.Dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) sebelum diterbitkannya Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan (UU HPP), untuk menghitung penyusutan bangunan permanen ditetapkan masa manfaatnya selama 20 Tahun (Pasal 11 ayat 6 UU No. 36 Tahun 2008).\u00a0Namun, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2022 mengubah ketentuan tersebut. Sehingga, wajib pajak diperbolehkan untuk melakukan penyusutan lebih dari 20 tahun. Hal tersebut tertuang dalam Pasal 21 PP 55\/2022 yang berbunyi:\u201cApabila bangunan permanen sebagaimana dimaksud pada ayat (3) mempunyai masa manfaat melebihi 20 (dua puluh) tahun, penyusutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam bagian yang sama besar dengan masa manfaat:\u00a0a) 20 (dua puluh) tahun; atau\u00a0b) sesuai dengan masa manfaat yang sebenarnya berdasarkan pembukuan Wajib Pajak, dengan syarat dilakukan secara taat asas.\u201dHal ini tentunya memberikan ruang untuk menyelaraskan penyusutan dalam pembukuan wajib pajak dengan ketentuan perpajakan. Sebagai contoh, banyak konstruksi yang memiliki masa manfaat lebih dari 20 tahun dan dalam praktiknya perusahaan akan melakukan penyusutan lebih dari 20 tahun.Akan tetapi, ketentuan tersebut hanya berlaku untuk bangunan permanen yang telah selesai dibangun pada tahun pajak 2022 atau setelahnya. Wajib pajak yang telah melakukan penyusutan bangunan permanen sebelum tahun pajak 2022 dapat menyusutkan berdasarkan pembukuan wajib pajak dengan menyampaikan pemberitahuan kepada Ditjen Pajak paling lambat akhir tahun pajak 2022.","og_url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/","og_site_name":"HnG Consulting | Tax Consultant","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","article_published_time":"2023-03-06T07:32:29+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/03032023_UU-HPP-Bangunan-Permanen-Boleh-Disusutkan-Lebih-dari-20-Tahun.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi HnG","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@hng_consulting","twitter_site":"@hng_consulting","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi HnG","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/"},"author":{"name":"Redaksi HnG","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e"},"headline":"UU HPP: Bangunan Permanen Boleh Disusutkan Lebih Dari 20 Tahun","datePublished":"2023-03-06T07:32:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/"},"wordCount":252,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/03032023_UU-HPP-Bangunan-Permanen-Boleh-Disusutkan-Lebih-dari-20-Tahun.png","keywords":["Penyusutan","PP55","UU HPP","UU PPh"],"articleSection":["Tax"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/","name":"UU HPP: Bangunan Permanen Boleh Disusutkan Lebih Dari 20 Tahun - HnG Consulting | Tax Consultant","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/03032023_UU-HPP-Bangunan-Permanen-Boleh-Disusutkan-Lebih-dari-20-Tahun.png","datePublished":"2023-03-06T07:32:29+00:00","description":"Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap di atas permukaan Bumi dan di bawah permukaan Bumi (Pasal 1 angka 35 UU No. 1 Tahun 2022). Semakin lama digunakan, bangunan akan semakin rusak sehingga nilainya berkurang. Seiring waktu, nilai buku bangunan akan mengalami penyusutan.Dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) sebelum diterbitkannya Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan (UU HPP), untuk menghitung penyusutan bangunan permanen ditetapkan masa manfaatnya selama 20 Tahun (Pasal 11 ayat 6 UU No. 36 Tahun 2008).\u00a0Namun, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2022 mengubah ketentuan tersebut. Sehingga, wajib pajak diperbolehkan untuk melakukan penyusutan lebih dari 20 tahun. Hal tersebut tertuang dalam Pasal 21 PP 55\/2022 yang berbunyi:\u201cApabila bangunan permanen sebagaimana dimaksud pada ayat (3) mempunyai masa manfaat melebihi 20 (dua puluh) tahun, penyusutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam bagian yang sama besar dengan masa manfaat:\u00a0a) 20 (dua puluh) tahun; atau\u00a0b) sesuai dengan masa manfaat yang sebenarnya berdasarkan pembukuan Wajib Pajak, dengan syarat dilakukan secara taat asas.\u201dHal ini tentunya memberikan ruang untuk menyelaraskan penyusutan dalam pembukuan wajib pajak dengan ketentuan perpajakan. Sebagai contoh, banyak konstruksi yang memiliki masa manfaat lebih dari 20 tahun dan dalam praktiknya perusahaan akan melakukan penyusutan lebih dari 20 tahun.Akan tetapi, ketentuan tersebut hanya berlaku untuk bangunan permanen yang telah selesai dibangun pada tahun pajak 2022 atau setelahnya. Wajib pajak yang telah melakukan penyusutan bangunan permanen sebelum tahun pajak 2022 dapat menyusutkan berdasarkan pembukuan wajib pajak dengan menyampaikan pemberitahuan kepada Ditjen Pajak paling lambat akhir tahun pajak 2022.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/#primaryimage","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/03032023_UU-HPP-Bangunan-Permanen-Boleh-Disusutkan-Lebih-dari-20-Tahun.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/03032023_UU-HPP-Bangunan-Permanen-Boleh-Disusutkan-Lebih-dari-20-Tahun.png","width":1920,"height":1080},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hng.co.id\/uu-hpp-bangunan-permanen-boleh-disusutkan-lebih-dari-20-tahun\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hng.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"UU HPP: Bangunan Permanen Boleh Disusutkan Lebih Dari 20 Tahun"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website","url":"https:\/\/hng.co.id\/","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","description":"Official Website","publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","url":"https:\/\/hng.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","width":782,"height":405,"caption":"HnG Consulting | Tax Consultant"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","https:\/\/x.com\/hng_consulting","https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e","name":"Redaksi HnG","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi HnG"},"sameAs":["https:\/\/hng.co.id"],"url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/"}]}},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2080","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2080"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2080\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2083"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2080"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2080"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2080"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}