{"id":1923,"date":"2022-11-04T09:16:59","date_gmt":"2022-11-04T09:16:59","guid":{"rendered":"https:\/\/hng.co.id\/?p=374"},"modified":"2022-11-04T09:16:59","modified_gmt":"2022-11-04T09:16:59","slug":"pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hng.co.id\/id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/","title":{"rendered":"Pajak Karbon Sebagai Masa Depan Restorasi Alam"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Penulis : <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/zakkyashidiqi\/\"><strong>Zakky Ashidiqi<\/strong><\/a><\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p>Titik balik dalam sejarah dunia dimulai dengan Revolusi Industri, yang\u00a0terjadi pada akhir abad ke-18. Perkembangan tingkat produksi dalam industri mendorong permintaan energi menjadi semakin besar.<\/p>\n<p>Menjawab permasalahan tersebut, energi yang semula bersumber dari pembakaran kayu dan tenaga hewan berangsur tergantikan dengan\u00a0munculnya inovasi penggunaan energi alternatif batubara dan produksi berbahan dasar minyak bumi. Setiap tahunnya bahan bakar fosil (batu bara, minyak bumi, dan gas) tetap dikonsumsi bahkan dalam jumlah yang semakin meningkat.<\/p>\n<p>Konsekuensi dari pembakaran batubara dan minyak bumi adalah lepasnya gas karbondioksida (CO2) ke atmosfer yang secara akumulatif terkumpul di udara dengan jumlah besar. Ketika peristiwa tersebut\u00a0 dibiarkan maka akan timbul eksternalitas negatif berupa pencemaran udara serta pemanasan global yang berujung\u00a0<i>climate\u00a0change<\/i>.<\/p>\n<h4><strong>Upaya mengantisipasi dampak karbon<\/strong><\/h4>\n<p><i>Climate change\u00a0<\/i>merupakan masalah global dimana semua orang di dunia dapat merasakan dampaknya.Karakteristik dari kerusakan yang terjadi akibatnya penggunaan bahan bakar fosil secara berlebihan sudah semakin jelas dari waktu ke waktu. Tidak ada penangkal dari\u00a0<i>climate change\u00a0<\/i>maupun dampaknya. Yang dapat dilakukan adalah melandaikan kurva emisi yang ditimbulkan dari berbagai aktifitas manusia.<\/p>\n<p>Pada tahun 1990,\u00a0<i>Intergovernmental Panel on Climate Change\u00a0<\/i>(IPCC) mengeluarkan laporan penilaian pertama mereka yang secara formal mendesak adanya strategi untuk menurunkan konsumsi bahan bakar fosil. Estafet tersebut dilanjutkan oleh\u00a0<i>Kyoto Protocol\u00a0<\/i>(2008) sebagai suatu momen bersejarah dalam upaya untuk mengurangi\u00a0emisi karbon secara global.<\/p>\n<p>Protokol tersebut ditindak lanjuti melalui lahirnya\u00a0<i>Paris Agreement\u00a0<\/i>(2015) dengan kesepakatan untuk membatasi kenaikan suhu global di bawah 1,5\u00b0C-2\u00b0C. Indonesia sebagai negara Non-Annex I menandatangani perjanjian tersebut melalui UU nomor 16 tahun 2016 tentang Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa MengenaiPerubahan Iklim dan menyampaikan <i>nationally determined contribution\u00a0<\/i>(NDC) sebagai bukti komitmen penurunan emisi.<\/p>\n<p>Dalam NDC, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk\u00a0menurunkan emisi karbon sebesar 29% dengan upaya mandiri atau sebesar 41% dengan bantuan internasional dari kondisi tanpa ada aksi (<i>business as usual<\/i>) pada tahun 2030.<\/p>\n<h4><strong>Emisi karbon<\/strong><\/h4>\n<p>Indonesia sebagai negara penghasil emisi terbesar nomor enam di dunia, emisi dari sektor industri merupakan penyumbang lebih dari sepertiga emisi CO2 di Indonesia. Sehingga Indonesia membutuhkan suatu kebijakan yang lebih ketat untuk dapat melakukan pengurangan tingkat emisi ini agar memenuhi batas 1,5\u00b0C (<i>Brown to Green Report<\/i>, 2019).<\/p>\n<p>Kenaikan suhu global sebanyak 1\u00b0C mengurangi pendapatan per kapita sebesar 1,45% untuk negara miskin (Melissa Dell, Benjamin F. Jones, and Benjamin A. Olken, 2014). Beberapa negara menanggulangi masalah emisi dengan menerapkan kebijakan Pajak Karbon<i>\u00a0<\/i>sebagai pajak\u00a0<i>pigouvian<\/i>.<\/p>\n<p>Negara maju seperti Swedia membuktikan bahwa pengenaan Pajak Karbon<i>\u00a0<\/i>tidak harus mencederai perekonomian, dimana dalam kurun 27 tahun mereka telah sukses untuk menurunkan emisi karbon sebesar 26%, namun tetap mendapatkan kenaikan GDP sebesar 75%. Bahkan Pajak Karbon telah diterapkan oleh Kosta Rika yang merupakan negara berkembang dalam upaya melindungi hutan tropis.<\/p>\n<h4><strong>Pajak Karbon<\/strong><\/h4>\n<p>Pajak Karbon<i>\u00a0<\/i>merupakan alternatif yang sangat menarik\u00a0jika dilihat dari sudut pandang reformasi kebijakan ekonomi.\u00a0Hal tersebut dianggap sebagai skema yang paling efektif dan efisien untuk\u00a0meningkatkan stimulus ekonomi secara luas\u00a0dan mengurangi emisi GRK.<\/p>\n<p>Penerapan Pajak Karbonakan menciptakan rintangan bagi kegiatan emisi tinggi yang bisa memberikan insentif untuk investasi rendah emisi. Lebih lanjut, kebijakan ini bisa memberikan sumber pendapatan fiskal yang bisa dialokasikan untuk memberi kompensasi kepada orang miskin atas tambahan perpajakan dan mengimbangi pajak lainnya.<\/p>\n<p>Studi Yusuf dan Ramayandi (2010) menemukan bahwa Pajak Karbon<i>\u00a0<\/i>dan pemotongan subsidi bahan bakar dapat menyebabkan pengurangan emisi karbon dan konsumsi energi. Berdasarkan\u00a0Kementerian\u00a0Keuangan,\u00a0menyatakan\u00a0bahwa penerapan Pajak Karbon<i>\u00a0<\/i>di Indonesia dapat mengurangi kemiskinan dan meningkatkan\u00a0<i>output\u00a0<\/i>ekonomi yang diukur dengan PDB.<\/p>\n<h4><strong>Belajar dari kegagalan negara lain<\/strong><\/h4>\n<p>Penerapan Pajak Karbon<i>\u00a0<\/i>tentunya akan menaikan biaya hidup masyarakat. Isu kenaikan biaya hidup ini adalah basis penolakkan Pajak Karbon<i>\u00a0<\/i>oleh politisi di negara-negara yang telah menerapkan Pajak Karbon.<\/p>\n<p>Pada tahun 2014, Australia\u00a0merupakan\u00a0satu-satunya negara di dunia yang\u00a0menghentikan aturan Pajak Karbon.\u00a0kurangnya\u00a0kepercayaan\u00a0publik dikarenakan narasi untuk Pajak Karbon\u00a0tidak dikomunikasikan dengan baik.\u00a0Kenaikan biaya\u00a0yang dirasakan oleh masyarakat, dan\u00a0elit politis yang didukung oleh\u00a0para perusahaan\u00a0pertambangan membuat regulasi yang\u00a0telah berjalan hanya 3 tahun tersebut dicabut oleh pemerintah Australia.<\/p>\n<p>Mempelajari dari penerapan Pajak Karbon<i>\u00a0<\/i>di negara lain serta melihat adanya potensi penerapan kebijakan Pajak Karbon, maka Indonesia perlu\u00a0mempertimbangkan kebijakan sektor energi dan mengembangkan jalur rendah karbon dengan mengenakan Pajak Karbon<i>\u00a0<\/i>sebagai tindakan yang layak. Kebijakan tersebut dilengkapi dengan menerapkan\u00a0<i>earmarking\u00a0<\/i>atas penerimaan Pajak Karbon untuk upaya restorasi di sektor\u00a0lingkungan.<\/p>\n<p><i>#ThinkBigWithHnG<\/i><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis : Zakky Ashidiqi Titik balik dalam sejarah dunia dimulai dengan Revolusi Industri, yang\u00a0terjadi pada akhir abad ke-18. Perkembangan tingkat produksi dalam industri mendorong permintaan energi menjadi semakin besar. Menjawab permasalahan tersebut, energi yang semula bersumber dari pembakaran kayu dan tenaga hewan berangsur tergantikan dengan\u00a0munculnya inovasi penggunaan energi alternatif batubara dan produksi berbahan dasar minyak [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":2300,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[18,19,20,21],"class_list":["post-1923","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tax","tag-carbon-tax","tag-emisi-karbon","tag-pajak-karbon","tag-restorasi-alam"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pajak Karbon Sebagai Masa Depan Restorasi Alam - HnG Consulting | Tax Consultant<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pajak Karbon Sebagai Masa Depan Restorasi Alam - HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penulis : Zakky Ashidiqi Titik balik dalam sejarah dunia dimulai dengan Revolusi Industri, yang\u00a0terjadi pada akhir abad ke-18. Perkembangan tingkat produksi dalam industri mendorong permintaan energi menjadi semakin besar. Menjawab permasalahan tersebut, energi yang semula bersumber dari pembakaran kayu dan tenaga hewan berangsur tergantikan dengan\u00a0munculnya inovasi penggunaan energi alternatif batubara dan produksi berbahan dasar minyak [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HnG Consulting | Tax Consultant\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-11-04T09:16:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Pajak-Karbon-Sebagai-Masa-Depan-Restorasi-Alam-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"675\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@hng_consulting\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi HnG\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi HnG\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\"},\"headline\":\"Pajak Karbon Sebagai Masa Depan Restorasi Alam\",\"datePublished\":\"2022-11-04T09:16:59+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/\"},\"wordCount\":696,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Pajak-Karbon-Sebagai-Masa-Depan-Restorasi-Alam-1.jpg\",\"keywords\":[\"Carbon Tax\",\"Emisi karbon\",\"Pajak Karbon\",\"Restorasi Alam\"],\"articleSection\":[\"Tax\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/\",\"name\":\"Pajak Karbon Sebagai Masa Depan Restorasi Alam - HnG Consulting | Tax Consultant\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Pajak-Karbon-Sebagai-Masa-Depan-Restorasi-Alam-1.jpg\",\"datePublished\":\"2022-11-04T09:16:59+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Pajak-Karbon-Sebagai-Masa-Depan-Restorasi-Alam-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Pajak-Karbon-Sebagai-Masa-Depan-Restorasi-Alam-1.jpg\",\"width\":1200,\"height\":675},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hng.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pajak Karbon Sebagai Masa Depan Restorasi Alam\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"description\":\"Official Website\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#organization\",\"name\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png\",\"width\":782,\"height\":405,\"caption\":\"HnG Consulting | Tax Consultant\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/\",\"https:\/\/x.com\/hng_consulting\",\"https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e\",\"name\":\"Redaksi HnG\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi HnG\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/hng.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pajak Karbon Sebagai Masa Depan Restorasi Alam - HnG Consulting | Tax Consultant","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hng.co.id\/id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pajak Karbon Sebagai Masa Depan Restorasi Alam - HnG Consulting | Tax Consultant","og_description":"Penulis : Zakky Ashidiqi Titik balik dalam sejarah dunia dimulai dengan Revolusi Industri, yang\u00a0terjadi pada akhir abad ke-18. Perkembangan tingkat produksi dalam industri mendorong permintaan energi menjadi semakin besar. Menjawab permasalahan tersebut, energi yang semula bersumber dari pembakaran kayu dan tenaga hewan berangsur tergantikan dengan\u00a0munculnya inovasi penggunaan energi alternatif batubara dan produksi berbahan dasar minyak [&hellip;]","og_url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/","og_site_name":"HnG Consulting | Tax Consultant","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","article_published_time":"2022-11-04T09:16:59+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":675,"url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Pajak-Karbon-Sebagai-Masa-Depan-Restorasi-Alam-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi HnG","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@hng_consulting","twitter_site":"@hng_consulting","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi HnG","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/"},"author":{"name":"Redaksi HnG","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e"},"headline":"Pajak Karbon Sebagai Masa Depan Restorasi Alam","datePublished":"2022-11-04T09:16:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/"},"wordCount":696,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Pajak-Karbon-Sebagai-Masa-Depan-Restorasi-Alam-1.jpg","keywords":["Carbon Tax","Emisi karbon","Pajak Karbon","Restorasi Alam"],"articleSection":["Tax"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/","name":"Pajak Karbon Sebagai Masa Depan Restorasi Alam - HnG Consulting | Tax Consultant","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Pajak-Karbon-Sebagai-Masa-Depan-Restorasi-Alam-1.jpg","datePublished":"2022-11-04T09:16:59+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/#primaryimage","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Pajak-Karbon-Sebagai-Masa-Depan-Restorasi-Alam-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Pajak-Karbon-Sebagai-Masa-Depan-Restorasi-Alam-1.jpg","width":1200,"height":675},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hng.co.id\/pajak-karbon-sebagai-masa-depan-restorasi-alam\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hng.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pajak Karbon Sebagai Masa Depan Restorasi Alam"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#website","url":"https:\/\/hng.co.id\/","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","description":"Official Website","publisher":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hng.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#organization","name":"HnG Consulting | Tax Consultant","url":"https:\/\/hng.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","contentUrl":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/hng-logo.png","width":782,"height":405,"caption":"HnG Consulting | Tax Consultant"},"image":{"@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/hngkonsultindo\/","https:\/\/x.com\/hng_consulting","https:\/\/www.instagram.com\/hng_consulting\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/hngconsulting\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/b7d64ebe111ce55ea7315b8b3195da5e","name":"Redaksi HnG","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/hng.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bba83c4d5ec67f71dc0395130923b6345cc7c00d5bf046a0d2117de8918501c8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi HnG"},"sameAs":["https:\/\/hng.co.id"],"url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/"}]}},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1923","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1923"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1923\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2300"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1923"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1923"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hng.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1923"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}