{"version":"1.0","provider_name":"HnG Consulting | Tax Consultant","provider_url":"https:\/\/hng.co.id\/id","author_name":"Redaksi HnG","author_url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/","title":"Tidak Lapor SPT? Begini Sanksi Perpajakannya - HnG Consulting | Tax Consultant","type":"rich","width":600,"height":338,"html":"<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"OG6Bb7yvaJ\"><a href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/tidak-lapor-spt-begini-sanksi-perpajakannya-2\/\">Tidak Lapor SPT? Begini Sanksi Perpajakannya<\/a><\/blockquote><iframe sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" src=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/tidak-lapor-spt-begini-sanksi-perpajakannya-2\/embed\/#?secret=OG6Bb7yvaJ\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"&#8220;Tidak Lapor SPT? Begini Sanksi Perpajakannya&#8221; &#8212; HnG Consulting | Tax Consultant\" data-secret=\"OG6Bb7yvaJ\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" class=\"wp-embedded-content\"><\/iframe><script>\n\/*! This file is auto-generated *\/\n!function(d,l){\"use strict\";l.querySelector&&d.addEventListener&&\"undefined\"!=typeof URL&&(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&&!\/[^a-zA-Z0-9]\/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),c=new RegExp(\"^https?:$\",\"i\"),i=0;i<o.length;i++)o[i].style.display=\"none\";for(i=0;i<a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&&(s.removeAttribute(\"style\"),\"height\"===t.message?(1e3<(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r<200&&(r=200),s.height=r):\"link\"===t.message&&(r=new URL(s.getAttribute(\"src\")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&&n.host===r.host&&l.activeElement===s&&(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener(\"message\",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener(\"DOMContentLoaded\",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll(\"iframe.wp-embedded-content\"),r=0;r<s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute(\"data-secret\"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+=\"#?secret=\"+t,e.setAttribute(\"data-secret\",t)),e.contentWindow.postMessage({message:\"ready\",secret:t},\"*\")},!1)))}(window,document);\n\/\/# sourceURL=https:\/\/hng.co.id\/wp-includes\/js\/wp-embed.min.js\n<\/script>","thumbnail_url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/230611_N_B_Tidak-Lapor-SPT-Begini-Sanksi-Perpajakannya-1024x576.png","thumbnail_width":1024,"thumbnail_height":576,"description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Setiap wajib pajak (WP) memiliki kewajiban melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan pajak penghasilan (PPh).\u00a0Pelaporan SPT Tahunan dilakukan paling lambat yakni 31 Maret bagi WP orang pribadi (OP) dan 30 April bagi WP badan. Apabila WP tidak menyampaikan SPT Tahunan maka dapat dikenakan sanksi denda sebesar Rp 1 juta untuk WP badan atau Rp100 ribu untuk WP OP.\u201cApabila kamu tidak lapor SPT Tahunan, kamu bisa mendapatkan denda yang akan ditagih dengan Surat Tagihan Pajak (STP),\u201d cuit @DitjenPajakRI dalam laman twitter resminya, dikutip Rabu (10\/5\/2023).Selain dikenakan denda, wajib pajak dapat dikenakan sanksi pidana apabila terbukti dengan sengaja tidak melapor SPT Tahunan yang diatur dalam Pasal 39 UU 28\/2007 s.t.d.t.d UU No. 7\/2021.\u00a0WP dapat dipidana dengan penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun. Selain itu, WP juga dikenakan denda paling sedikit 2 kali jumlah pajak terutang dan paling banyak 4 kali jumlah pajak terutang.Akan tetapi jangan khawatir, WP dapat memperpanjang jangka waktu pelaporan SPT Tahunan apabila tidak dapat melapor tepat waktu dikarenakan alasan tertentu sebagaimana diatur dalam Pasal 3 ayat 4 UU KUP.\u00a0Adapun perpanjangan SPT Tahunan diberikan maksimal 2 bulan setelah batas waktu yang ditetapkan\u00a0 dengan cara menyampaikan pemberitahuan secara tertulis maupun elektronik\u00a0 kepada DJP.\u00a0Untuk diketahui, pelaporan SPT Tahunan dapat dilakukan secara tatap muka dengan hadir langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau secara online melalui e-Filling maupun e-Form."}