{"version":"1.0","provider_name":"HnG Consulting | Tax Consultant","provider_url":"https:\/\/hng.co.id\/id","author_name":"Redaksi HnG","author_url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/","title":"Maksimalkan Bonus Demografi, Simak 5 Strategi Bappenas Berikut - HnG Consulting | Tax Consultant","type":"rich","width":600,"height":338,"html":"<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"E5W423vF8V\"><a href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/maksimalkan-bonus-demografi-simak-5-strategi-bappenas-berikut\/\">Maksimalkan Bonus Demografi, Simak 5 Strategi Bappenas Berikut<\/a><\/blockquote><iframe sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" src=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/maksimalkan-bonus-demografi-simak-5-strategi-bappenas-berikut\/embed\/#?secret=E5W423vF8V\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"&#8220;Maksimalkan Bonus Demografi, Simak 5 Strategi Bappenas Berikut&#8221; &#8212; HnG Consulting | Tax Consultant\" data-secret=\"E5W423vF8V\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" class=\"wp-embedded-content\"><\/iframe><script>\n\/*! This file is auto-generated *\/\n!function(d,l){\"use strict\";l.querySelector&&d.addEventListener&&\"undefined\"!=typeof URL&&(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&&!\/[^a-zA-Z0-9]\/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),c=new RegExp(\"^https?:$\",\"i\"),i=0;i<o.length;i++)o[i].style.display=\"none\";for(i=0;i<a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&&(s.removeAttribute(\"style\"),\"height\"===t.message?(1e3<(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r<200&&(r=200),s.height=r):\"link\"===t.message&&(r=new URL(s.getAttribute(\"src\")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&&n.host===r.host&&l.activeElement===s&&(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener(\"message\",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener(\"DOMContentLoaded\",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll(\"iframe.wp-embedded-content\"),r=0;r<s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute(\"data-secret\"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+=\"#?secret=\"+t,e.setAttribute(\"data-secret\",t)),e.contentWindow.postMessage({message:\"ready\",secret:t},\"*\")},!1)))}(window,document);\n\/\/# sourceURL=https:\/\/hng.co.id\/wp-includes\/js\/wp-embed.min.js\n<\/script>","thumbnail_url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Maksimalkan-Bonus-Demografi-Simak-5-Strategi-Bappenas-Berikut-1024x576.png","thumbnail_width":1024,"thumbnail_height":576,"description":"JAKARTA, HnG Insight \u2013 Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan 5 strategi dalam mengoptimalkan bonus demografi Indonesia.Dalam buku Penduduk Berkualitas Menuju Indonesia Emas, Bappenas menyebutkan salah satu strategi optimalisasi bonus demografi adalah menciptakan lapangan pekerjaan.\u201cMelalui penyerapan tenaga kerja yang optimal, negara mendapatkan keuntungan melalui skema pajak sedangkan pekerja mulai dapat mengumpulkan aset untuk investasi,\u201d bunyi buku tersebut, dikutip Minggu (23\/7\/2023).Bonus demografi adalah potensi pertumbuhan ekonomi dari perubahan struktur penduduk. Pada saat itu, penduduk usia kerja akan bertumbuh dan relatif lebih besar daripada penduduk usia muda dan lanjut usia atau dikenal dengan rasio ketergantungan (dependency ratio).Di sisi lain, beberapa tantangan pembangunan kependudukan Indonesia, seperti kualitas penduduk, mobilitas penduduk, dan tata kelola penduduk.Hal tersebutlah mendorong pemerintah memberikan kebijakan yang diarahkan untuk pengendalian jumlah penduduk dan pengembangan ekosistem untuk mendorong pemerataan penduduk.Selain menciptakan lapangan kerja, terdapat 4 strategi lainnya. Pertama, meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi. Kedua, mengatasi penduduk usia muda not in education, employment, or training (NEET).Ketiga, meningkatkan perlindungan dan memperhatikan kesejahteraan pekerja perempuan untuk meningkatkan partisipasi kerja perempuan. Keempat, penguatan literasi keuangan dan investasi yang menjadi komponenn penting dalam pencapaian bonus demografi kedua."}