{"version":"1.0","provider_name":"HnG Consulting | Tax Consultant","provider_url":"https:\/\/hng.co.id\/id","author_name":"Redaksi HnG","author_url":"https:\/\/hng.co.id\/id\/author\/adminweb\/","title":"Konsumsi Minuman Alkohol Meningkat, Begini Upaya Kementerian Keuangan - HnG Consulting | Tax Consultant","type":"rich","width":600,"height":338,"html":"<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"2RwgDBQNfc\"><a href=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/konsumsi-minuman-alkohol-meningkat-begini-upaya-kementerian-keuangan\/\">Konsumsi Minuman Alkohol Meningkat, Begini Upaya Kementerian Keuangan<\/a><\/blockquote><iframe sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" src=\"https:\/\/hng.co.id\/id\/konsumsi-minuman-alkohol-meningkat-begini-upaya-kementerian-keuangan\/embed\/#?secret=2RwgDBQNfc\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"&#8220;Konsumsi Minuman Alkohol Meningkat, Begini Upaya Kementerian Keuangan&#8221; &#8212; HnG Consulting | Tax Consultant\" data-secret=\"2RwgDBQNfc\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" class=\"wp-embedded-content\"><\/iframe><script>\n\/*! This file is auto-generated *\/\n!function(d,l){\"use strict\";l.querySelector&&d.addEventListener&&\"undefined\"!=typeof URL&&(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&&!\/[^a-zA-Z0-9]\/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),c=new RegExp(\"^https?:$\",\"i\"),i=0;i<o.length;i++)o[i].style.display=\"none\";for(i=0;i<a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&&(s.removeAttribute(\"style\"),\"height\"===t.message?(1e3<(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r<200&&(r=200),s.height=r):\"link\"===t.message&&(r=new URL(s.getAttribute(\"src\")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&&n.host===r.host&&l.activeElement===s&&(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener(\"message\",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener(\"DOMContentLoaded\",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll(\"iframe.wp-embedded-content\"),r=0;r<s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute(\"data-secret\"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+=\"#?secret=\"+t,e.setAttribute(\"data-secret\",t)),e.contentWindow.postMessage({message:\"ready\",secret:t},\"*\")},!1)))}(window,document);\n\/\/# sourceURL=https:\/\/hng.co.id\/wp-includes\/js\/wp-embed.min.js\n<\/script>","thumbnail_url":"https:\/\/hng.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Konsumsi-Minuman-Alkohol-Meningkat-Begini-Upaya-Kementerian-Keuangan-1024x576.png","thumbnail_width":1024,"thumbnail_height":576,"description":"JAKARTA, HnG Insight - Kementerian Keuangan telah mengambil langkah tegas untuk mengatasi peningkatan konsumsi\u00a0 minuman yang mengandung etil alkohol (MMEA) dengan menaikkan tarif cukai. Langkah ini diimplementasikan melalui PMK 160\/2023.Terbitnya PMK 160\/2023 dipicu oleh masifnya pertumbuhan industri MMEA selama 10 tahun terakhir sehingga membutuhkan penyesuaian tarif cukai minuman alkohol.\u00a0\u201cSerta dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi perekonomian dan industri saat ini, PMK 158\/2018 perlu diganti,\u201d bunyi penggalan bagian Menimbang PMK 160\/2023, dikutip Kamis (04\/01\/2023).\u00a0Melalui PMK 160\/2023, tarif MMEA golongan A mengalami kenaikan tarif 10% yang semula Rp15.000\/liter menjadi Rp16.500\/liter, baik yang diproduksi di dalam negeri maupun luar negeri.Sementara itu, tarif MMEA golongan B produksi dalam negeri naik dari Rp33.000\/liter menjadi Rp42.500\/liter, sedangkan untuk produksi luar negeri naik dari Rp44.000\/liter menjadi Rp53.000\/liter.Adapun MMEA golongan C produksi dalam negeri mengalami kenaikan signifikan, dari Rp80.000\/liter menjadi Rp101.000\/liter, sedangkan tarif produksi luar negeri naik dari Rp139.000\/liter menjadi Rp152.000\/liter.Selain itu, pemerintah juga menaikkan tarif untuk konsentrat yang mengandung etil alkohol (KMEA) sebesar Rp228.000\/liter untuk bentuk cairan dan Rp1.000\/gram untuk bentuk padatan, baik untuk produksi dalam negeri maupun luar negeri.Kenaikan tarif ini resmi berlaku sejak 1 Januari 2024, menggantikan aturan sebelumnya yang tercantum dalam PMK 158\/2018. Langkah ini diharapkan dapat mengendalikan tingkat prevalensi konsumsi minuman alkohol."}